<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bela Sopir Truk, AHY Sebut Kesejahteraan Jadi Prioritas, Bukan Hanya Penindakan ODOL</title><description>Pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan kendaraan over dimension over loading (ODOL), tetapi juga berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/17/320/3156027/bela-sopir-truk-ahy-sebut-kesejahteraan-jadi-prioritas-bukan-hanya-penindakan-odol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/17/320/3156027/bela-sopir-truk-ahy-sebut-kesejahteraan-jadi-prioritas-bukan-hanya-penindakan-odol"/><item><title>Bela Sopir Truk, AHY Sebut Kesejahteraan Jadi Prioritas, Bukan Hanya Penindakan ODOL</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/17/320/3156027/bela-sopir-truk-ahy-sebut-kesejahteraan-jadi-prioritas-bukan-hanya-penindakan-odol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/17/320/3156027/bela-sopir-truk-ahy-sebut-kesejahteraan-jadi-prioritas-bukan-hanya-penindakan-odol</guid><pubDate>Kamis 17 Juli 2025 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/17/320/3156027/menko_ahy-aeqp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko AHY (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/17/320/3156027/menko_ahy-aeqp_large.jpg</image><title>Menko AHY (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan kendaraan over dimension over loading (ODOL), tetapi juga berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan para pengemudi angkutan barang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ditegaskan oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait implementasi kebijakan Zero ODOL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu yang tidak kalah penting, dan bahkan selalu diutamakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, adalah bahwa kesejahteraan para pengemudi ini juga harus diperhatikan,&amp;rdquo; ujar AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menko AHY menyoroti bahwa para sopir truk kerap menjadi pihak yang paling rentan, bahkan sering disalahkan dalam insiden kecelakaan, padahal mereka hanya menjalankan tugas di tengah kondisi yang tidak ideal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin menjamin keselamatan pengemudi di jalan, tapi juga sama-sama mencari jalan agar mereka sejahtera. Jangan hanya sekadar dapat pekerjaan, tapi juga jaminan kesehatan, upah layak, dan perlindungan sosial,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan turut dilibatkan dalam rakor tersebut, guna membahas standar kerja dan perlindungan bagi pengemudi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AHY menyebut bahwa pemerintah tengah mendorong penguatan sistem ketenagakerjaan dalam sektor logistik, agar tidak hanya mengejar target penertiban ODOL semata.&#13;
&#13;
Selain kesejahteraan sopir, AHY juga menyampaikan pentingnya deregulasi dan sinkronisasi peraturan, agar tidak terjadi tumpang tindih dan kebingungan dalam pelaksanaan kebijakan Zero ODOL di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan hanya dipangkas, tapi aturan harus diintegrasikan agar jelas rujukannya, dan pelaksanaannya tidak ambigu,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Menko AHY juga mengingatkan bahwa Zero ODOL adalah bagian dari agenda besar reformasi logistik nasional yang mencakup sembilan rencana aksi dan menghasilkan 47 output kebijakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah saat ini tengah berada di tahap sosialisasi dan akan terus melibatkan masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami bersyukur karena masyarakat mulai banyak yang memberi dukungan. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal keselamatan dan keadilan bagi semua pihak,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan kendaraan over dimension over loading (ODOL), tetapi juga berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan para pengemudi angkutan barang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu ditegaskan oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait implementasi kebijakan Zero ODOL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu yang tidak kalah penting, dan bahkan selalu diutamakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, adalah bahwa kesejahteraan para pengemudi ini juga harus diperhatikan,&amp;rdquo; ujar AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menko AHY menyoroti bahwa para sopir truk kerap menjadi pihak yang paling rentan, bahkan sering disalahkan dalam insiden kecelakaan, padahal mereka hanya menjalankan tugas di tengah kondisi yang tidak ideal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin menjamin keselamatan pengemudi di jalan, tapi juga sama-sama mencari jalan agar mereka sejahtera. Jangan hanya sekadar dapat pekerjaan, tapi juga jaminan kesehatan, upah layak, dan perlindungan sosial,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan turut dilibatkan dalam rakor tersebut, guna membahas standar kerja dan perlindungan bagi pengemudi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AHY menyebut bahwa pemerintah tengah mendorong penguatan sistem ketenagakerjaan dalam sektor logistik, agar tidak hanya mengejar target penertiban ODOL semata.&#13;
&#13;
Selain kesejahteraan sopir, AHY juga menyampaikan pentingnya deregulasi dan sinkronisasi peraturan, agar tidak terjadi tumpang tindih dan kebingungan dalam pelaksanaan kebijakan Zero ODOL di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan hanya dipangkas, tapi aturan harus diintegrasikan agar jelas rujukannya, dan pelaksanaannya tidak ambigu,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Menko AHY juga mengingatkan bahwa Zero ODOL adalah bagian dari agenda besar reformasi logistik nasional yang mencakup sembilan rencana aksi dan menghasilkan 47 output kebijakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah saat ini tengah berada di tahap sosialisasi dan akan terus melibatkan masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami bersyukur karena masyarakat mulai banyak yang memberi dukungan. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal keselamatan dan keadilan bagi semua pihak,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
