<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Ungkap Keuntungan Kemitraan Ekonomi RI-Uni Eropa, Ini Daftarnya</title><description>Pemerintah Indonesia baru saja menyepakati kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/18/320/3156173/istana-ungkap-keuntungan-kemitraan-ekonomi-ri-uni-eropa-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/18/320/3156173/istana-ungkap-keuntungan-kemitraan-ekonomi-ri-uni-eropa-ini-daftarnya"/><item><title>Istana Ungkap Keuntungan Kemitraan Ekonomi RI-Uni Eropa, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/18/320/3156173/istana-ungkap-keuntungan-kemitraan-ekonomi-ri-uni-eropa-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/18/320/3156173/istana-ungkap-keuntungan-kemitraan-ekonomi-ri-uni-eropa-ini-daftarnya</guid><pubDate>Jum'at 18 Juli 2025 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/18/320/3156173/keuntungan_ekonomi_ri_uni_eropa-t0LG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keuntungan Ekonomi RI-Uni Eropa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/18/320/3156173/keuntungan_ekonomi_ri_uni_eropa-t0LG_large.jpg</image><title>Keuntungan Ekonomi RI-Uni Eropa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia baru saja menyepakati kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).&#13;
&#13;
Lantas apa saja keuntungan Indonesia dari kerja sama strategis ini?&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal menyatakan, salah satu dampak positif utama dari IEU-CEPA adalah potensi peningkatan ekspor Indonesia hingga 50% dalam tiga hingga empat tahun ke depan.&#13;
&#13;
Hal ini dimungkinkan karena sekitar 80% produk unggulan Indonesia-seperti minyak kelapa sawit berkelanjutan, tekstil, alas kaki, hasil perikanan, makanan olahan, dan produk pertanian-akan mendapat bebas tarif atau preferensi tarif di pasar Eropa.&#13;
&#13;
Dampak turunannya adalah penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor seperti industri manufaktur, pertanian dan perikanan, serta jasa profesional dan logistik. &amp;ldquo;Potensi penyerapannya bisa mencapai satu juta tenaga kerja,&amp;rdquo; kata Fithra dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (18/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keuntungan lainnya adalah dukungan terhadap pengembangan ekonomi hijau. IEU-CEPA diharapkan mempercepat investasi dan pertumbuhan di sektor energi terbarukan, industri hijau, serta pertanian berkelanjutan. Ini merupakan langkah penting dalam transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita bisa leverage kapasitas institusional untuk memenuhi standar Uni Eropa, baik dalam hal lingkungan, kelembagaan, maupun tata kelola,&amp;rdquo; jelas Fithra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini akan memperkuat governance dan mempercepat transformasi menuju ekonomi berkelanjutan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Kemitraan ini juga diyakini akan meningkatkan daya saing industri nasional. Standar IEU-CEPA yang tinggi membuka peluang alih teknologi dan peningkatan standar produksi di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menciptakan sinyal positif dan bandwagon effect, tidak hanya untuk investasi dari Uni Eropa tapi juga dari negara-negara lain yang melihat Indonesia sebagai mitra dagang yang memenuhi standar internasional tertinggi,&amp;rdquo; ujar Fithra.&#13;
&#13;
Selain memperkuat pasar utama, perjanjian kerja sama IEU-CEPA juga membuka peluang untuk ekspansi ke pasar-pasar baru yang selama ini belum tergarap secara optimal. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa, sementara Uni Eropa merupakan mitra dagang kelima terbesar bagi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi dengan perluasan pasar yang sifatnya belum optimal itu bisa meningkatkan peluang ekspor kita juga ke luar negeri. Jadi tidak tergantung atau terkonsentrasi ke satu negara saja,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penandatanganan exchange letter yang menjadi pedoman akselerasi perjanjian IEU-CEPA dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Kantor Pusat Uni Eropa, Berlaymont Building, Brussel.&#13;
&#13;
Dokumen ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maro&amp;scaron; &amp;Scaron;efčovič.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia baru saja menyepakati kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).&#13;
&#13;
Lantas apa saja keuntungan Indonesia dari kerja sama strategis ini?&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal menyatakan, salah satu dampak positif utama dari IEU-CEPA adalah potensi peningkatan ekspor Indonesia hingga 50% dalam tiga hingga empat tahun ke depan.&#13;
&#13;
Hal ini dimungkinkan karena sekitar 80% produk unggulan Indonesia-seperti minyak kelapa sawit berkelanjutan, tekstil, alas kaki, hasil perikanan, makanan olahan, dan produk pertanian-akan mendapat bebas tarif atau preferensi tarif di pasar Eropa.&#13;
&#13;
Dampak turunannya adalah penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor seperti industri manufaktur, pertanian dan perikanan, serta jasa profesional dan logistik. &amp;ldquo;Potensi penyerapannya bisa mencapai satu juta tenaga kerja,&amp;rdquo; kata Fithra dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (18/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keuntungan lainnya adalah dukungan terhadap pengembangan ekonomi hijau. IEU-CEPA diharapkan mempercepat investasi dan pertumbuhan di sektor energi terbarukan, industri hijau, serta pertanian berkelanjutan. Ini merupakan langkah penting dalam transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita bisa leverage kapasitas institusional untuk memenuhi standar Uni Eropa, baik dalam hal lingkungan, kelembagaan, maupun tata kelola,&amp;rdquo; jelas Fithra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini akan memperkuat governance dan mempercepat transformasi menuju ekonomi berkelanjutan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Kemitraan ini juga diyakini akan meningkatkan daya saing industri nasional. Standar IEU-CEPA yang tinggi membuka peluang alih teknologi dan peningkatan standar produksi di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menciptakan sinyal positif dan bandwagon effect, tidak hanya untuk investasi dari Uni Eropa tapi juga dari negara-negara lain yang melihat Indonesia sebagai mitra dagang yang memenuhi standar internasional tertinggi,&amp;rdquo; ujar Fithra.&#13;
&#13;
Selain memperkuat pasar utama, perjanjian kerja sama IEU-CEPA juga membuka peluang untuk ekspansi ke pasar-pasar baru yang selama ini belum tergarap secara optimal. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa, sementara Uni Eropa merupakan mitra dagang kelima terbesar bagi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi dengan perluasan pasar yang sifatnya belum optimal itu bisa meningkatkan peluang ekspor kita juga ke luar negeri. Jadi tidak tergantung atau terkonsentrasi ke satu negara saja,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penandatanganan exchange letter yang menjadi pedoman akselerasi perjanjian IEU-CEPA dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Kantor Pusat Uni Eropa, Berlaymont Building, Brussel.&#13;
&#13;
Dokumen ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maro&amp;scaron; &amp;Scaron;efčovič.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
