<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda-Boeing Negosiasi Pembelian 50 Pesawat Baru</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan rencana pembelian 50 pesawat untuk Garuda Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/21/320/3157000/garuda-boeing-negosiasi-pembelian-50-pesawat-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/21/320/3157000/garuda-boeing-negosiasi-pembelian-50-pesawat-baru"/><item><title>Garuda-Boeing Negosiasi Pembelian 50 Pesawat Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/21/320/3157000/garuda-boeing-negosiasi-pembelian-50-pesawat-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/21/320/3157000/garuda-boeing-negosiasi-pembelian-50-pesawat-baru</guid><pubDate>Senin 21 Juli 2025 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/21/320/3157000/garuda-c9d2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda-Boeing Negosiasi Pembelian 50 Pesawat Baru. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/21/320/3157000/garuda-c9d2_large.jpg</image><title>Garuda-Boeing Negosiasi Pembelian 50 Pesawat Baru. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan rencana pembelian 50 pesawat untuk Garuda Indonesia. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap negosiasi antara pihak maskapai dengan produsen pesawat, Boeing.&#13;
&#13;
Airlangga menegaskan, proses tersebut kini sudah sepenuhnya bersifat komersial dan bukan lagi menjadi isu teknis pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesawat Garuda itu sedang dalam proses negosiasi business to business antara Boeing dengan Garuda. Jadi teknisnya nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya,&amp;quot; ujar Airlangga usai acara sosialisasi tarif bersama kementerian, lembaga, dan pelaku usaha, Senin (21/7/2025).&#13;
&#13;
Terkait kabar bahwa pembelian tersebut sampai tahap pembayaran uang muka (down payment/DP). Airlangga menepis hal itu menjadi hambatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak, itu teknisnya sedang kita bahas. Jadi itu sudah tidak menjadi isu lagi. Sekarang sudah murni komersial,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa negosiasi pembelian pesawat tersebut berlangsung sejak tarif bea masuk dari Amerika Serikat masih berada di angka 32 persen.&#13;
&#13;
Namun setelah Indonesia berhasil menegosiasikan penurunan tarif menjadi 19 persen melalui kesepakatan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, prosesnya menjadi lebih lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesudah tarif kita turun 19 persen, maka semuanya menjadi lebih lancar,&amp;rdquo; tambah Airlangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, dalam sambutannya saat membuka sosialisasi, Airlangga sempat menyebut bahwa Garuda Indonesia telah menandatangani perencanaan pembelian 50 pesawat, namun belum mencapai kesepakatan akhir karena baru membayar DP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian Garuda juga menandatangani perencanaan untuk membeli 50 pesawat. Belum deal karena DP-nya doang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.&#13;
&#13;
Pemerintah menyatakan bahwa finalisasi pembelian akan terus dikawal sebagai bagian dari penguatan kerja sama dagang dan industri antara Indonesia dan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Rincian lebih lanjut terkait progres pembelian serta tarif perdagangan akan diumumkan pada kesempatan berikutnya, termasuk pembahasan detail mengenai penurunan tarif secara line by line.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan rencana pembelian 50 pesawat untuk Garuda Indonesia. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap negosiasi antara pihak maskapai dengan produsen pesawat, Boeing.&#13;
&#13;
Airlangga menegaskan, proses tersebut kini sudah sepenuhnya bersifat komersial dan bukan lagi menjadi isu teknis pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesawat Garuda itu sedang dalam proses negosiasi business to business antara Boeing dengan Garuda. Jadi teknisnya nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya,&amp;quot; ujar Airlangga usai acara sosialisasi tarif bersama kementerian, lembaga, dan pelaku usaha, Senin (21/7/2025).&#13;
&#13;
Terkait kabar bahwa pembelian tersebut sampai tahap pembayaran uang muka (down payment/DP). Airlangga menepis hal itu menjadi hambatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak, itu teknisnya sedang kita bahas. Jadi itu sudah tidak menjadi isu lagi. Sekarang sudah murni komersial,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa negosiasi pembelian pesawat tersebut berlangsung sejak tarif bea masuk dari Amerika Serikat masih berada di angka 32 persen.&#13;
&#13;
Namun setelah Indonesia berhasil menegosiasikan penurunan tarif menjadi 19 persen melalui kesepakatan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, prosesnya menjadi lebih lancar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesudah tarif kita turun 19 persen, maka semuanya menjadi lebih lancar,&amp;rdquo; tambah Airlangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, dalam sambutannya saat membuka sosialisasi, Airlangga sempat menyebut bahwa Garuda Indonesia telah menandatangani perencanaan pembelian 50 pesawat, namun belum mencapai kesepakatan akhir karena baru membayar DP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian Garuda juga menandatangani perencanaan untuk membeli 50 pesawat. Belum deal karena DP-nya doang,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.&#13;
&#13;
Pemerintah menyatakan bahwa finalisasi pembelian akan terus dikawal sebagai bagian dari penguatan kerja sama dagang dan industri antara Indonesia dan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Rincian lebih lanjut terkait progres pembelian serta tarif perdagangan akan diumumkan pada kesempatan berikutnya, termasuk pembahasan detail mengenai penurunan tarif secara line by line.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
