<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp9.597,7 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas lebih tinggi hingga Juni 2025&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/22/320/3157137/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp9-597-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/22/320/3157137/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp9-597-7-triliun"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp9.597,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/22/320/3157137/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp9-597-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/22/320/3157137/uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp9-597-7-triliun</guid><pubDate>Selasa 22 Juli 2025 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/22/320/3157137/rupiah-62KN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkembangan uang beredar pada Juni 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/22/320/3157137/rupiah-62KN_large.jpg</image><title>Perkembangan uang beredar pada Juni 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas lebih tinggi hingga Juni 2025. Uang beredar tercatat sebesar Rp9.597,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,5% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya sebesar 4,9% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 8,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,7% (yoy),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (22/7/2025).&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan, perkembangan uang beredar pada Juni 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,6% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,1% (yoy),&amp;quot; ungkap Ramdan.&#13;
&#13;
Kredit tersebut diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk.&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat terkontraksi sebesar 8,2% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya kontraksi sebesar 25,7% (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,9% (yoy), relatif stabil terhadap pertumbuhan Mei 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas lebih tinggi hingga Juni 2025. Uang beredar tercatat sebesar Rp9.597,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,5% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya sebesar 4,9% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 8,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,7% (yoy),&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (22/7/2025).&#13;
&#13;
Ramdan menjelaskan, perkembangan uang beredar pada Juni 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyaluran kredit pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,6% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,1% (yoy),&amp;quot; ungkap Ramdan.&#13;
&#13;
Kredit tersebut diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk.&#13;
&#13;
Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat terkontraksi sebesar 8,2% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya kontraksi sebesar 25,7% (yoy).&#13;
&#13;
Untuk aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,9% (yoy), relatif stabil terhadap pertumbuhan Mei 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
