<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Kesepakatan Dagang AS dan Indonesia, Data Pribadi Diserahkan</title><description>Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan besar dalam bidang perdagangan yang diumumkan pada Selasa, 22 Juli 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/23/320/3157547/ini-kesepakatan-dagang-as-dan-indonesia-data-pribadi-diserahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/23/320/3157547/ini-kesepakatan-dagang-as-dan-indonesia-data-pribadi-diserahkan"/><item><title>Ini Kesepakatan Dagang AS dan Indonesia, Data Pribadi Diserahkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/23/320/3157547/ini-kesepakatan-dagang-as-dan-indonesia-data-pribadi-diserahkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/23/320/3157547/ini-kesepakatan-dagang-as-dan-indonesia-data-pribadi-diserahkan</guid><pubDate>Rabu 23 Juli 2025 23:41 WIB</pubDate><dc:creator>Zefanya Hillary Siwalette</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/23/320/3157547/presiden_as_donald_trump-xMsm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/23/320/3157547/presiden_as_donald_trump-xMsm_large.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan besar dalam bidang perdagangan yang diumumkan pada Selasa, 22 Juli 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kesepakatan tersebut mencakup penghapusan hampir seluruh tarif impor Indonesia untuk produk Amerika dan penetapan tarif tetap sebesar 19% bagi produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan ini sebagai kemenangan besar bagi industri Amerika Serikat, sementara Indonesia disebut akan mendapatkan akses terhadap sejumlah kerja sama strategis di sektor mineral, digital, dan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kesepakatan ini adalah kemenangan besar bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, pekerja, petani, peternak, dan pelaku industri Amerika,&amp;quot; ujar Donald Trump melalui akun resmi Truth Social dikutip, Rabu (23/7/2025).&#13;
&#13;
1. AS Tetapkan 19% untuk Produk RI&#13;
&#13;
Dikutip Lembar Fakta Gedung Putih, Indonesia sepakat menghapus sekitar 99% hambatan tarif untuk seluruh produk industri, teknologi, serta pertanian dan pangan asal Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Sebaliknya, AS hanya akan menurunkan tarif impor terhadap barang asal Indonesia menjadi 19%, sebagaimana diatur dalam Executive Order 14257 tertanggal 2 April 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa komoditas tertentu yang tidak tersedia atau diproduksi secara domestik di AS juga bisa mendapat tarif yang lebih rendah.&#13;
&#13;
2. Aturan Asal Barang Diperketat&#13;
&#13;
Kedua negara akan merumuskan aturan asal barang (rules of origin) yang memastikan bahwa manfaat perjanjian hanya berlaku untuk barang-barang yang benar-benar berasal dari Indonesia dan AS, guna menghindari celah ekspor dari negara ketiga.&#13;
&#13;
3. RI Longgarkan Regulasi Impor Produk AS&#13;
&#13;
Indonesia akan menghapus berbagai hambatan non-tarif terhadap barang AS&#13;
&#13;
Penghapusan persyaratan konten lokal&#13;
&#13;
Penerimaan kendaraan standar AS (keselamatan dan emisi)&#13;
&#13;
Penerimaan sertifikat FDA dan izin edar produk medis dan farmasi&#13;
&#13;
Penghapusan kewajiban pelabelan tertentu&#13;
&#13;
Pembebasan inspeksi dan verifikasi pra-pengapalan untuk barang AS&#13;
&#13;
Penyelesaian masalah kekayaan intelektual berdasarkan laporan USTR&#13;
AS juga akan membantu Indonesia dalam penerapan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices).&#13;
&#13;
Penghapusan semua sistem lisensi impor&#13;
&#13;
Pengakuan atas sertifikasi dan fasilitas produk hewan AS (daging, susu, unggas).&#13;
&#13;
Penetapan permanen status FFPO (Fresh Food of Plant Origin) untuk produk tanaman AS.&#13;
&#13;
Penjaminan transparansi dan keadilan soal indikasi geografis&#13;
&#13;
4. Indonesia&amp;nbsp;Buka Akses Penuh Pangan AS&#13;
&#13;
Indonesia berkomitmen memberikan akses penuh bagi produk pertanian dan pangan AS.&#13;
&#13;
5. Indonesia Bebas&amp;nbsp;Transfer Data ke AS&#13;
&#13;
Salah satu aspek paling krusial dalam perjanjian ini adalah komitmen Indonesia untuk mengizinkan transfer data pribadi ke AS. Dalam kerangka kerjasama digital dan investasi, Indonesia menyatakan beberapa hal sebagai berikut.&#13;
&#13;
- AS diakui sebagai negara dengan perlindungan data pribadi yang memadai.&#13;
&#13;
- Indonesia memberikan kepastian hukum terhadap pemindahan data personal ke luar negeri, khususnya ke AS.&#13;
&#13;
- Reformasi ini membuka jalan bagi ekspansi perusahaan digital AS di Indonesia. Ini termasuk penghapusan batas tarif terhadap barang tak berwujud serta dukungan terhadap moratorium bea cukai atas transmisi elektronik di WTO.&#13;
&#13;
Gedung Putih menyatakan perusahaan-perusahaan digital AS telah menunggu kebijakan ini selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
6. RI Gabung Global Forum on Steel Excess Capacity&#13;
&#13;
Indonesia akan bergabung dengan Global Forum on Steel Excess Capacity untuk menangani kapasitas berlebih secara global dalam industri baja dan dampaknya terhadap pasar internasional.&#13;
&#13;
7. RI Perkuat Perlindungan Hak Buruh&#13;
&#13;
Indonesia menyatakan akan memperkuat perlindungan hak tenaga kerja&#13;
&#13;
8. RI&amp;nbsp;Tingkatkan Standar Lingkungan&#13;
&#13;
Dalam bidang lingkungan, Indonesia berjanji untuk:&#13;
&#13;
Meningkatkan tata kelola sektor kehutanan&#13;
&#13;
Melawan perdagangan hasil hutan ilegal.&#13;
&#13;
Mendukung ekonomi efisien sumber daya&#13;
&#13;
Menerapkan Perjanjian WTO tentang Subsidi Perikanan.&#13;
&#13;
Memerangi penangkapan ikan dan perdagangan satwa liar illegal.&#13;
&#13;
9. Hambatan Ekspor Mineral Kritis dan Industri ke AS Kini Ditiadakan&#13;
&#13;
Indonesia akan mencabut pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral-mineral penting yang menjadi bahan baku strategis bagi sektor teknologi dan manufaktur AS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
10. AS-RI Sepakat Kerja Sama untuk Hadapi Praktik Dagang&#13;
&#13;
AS dan Indonesia sepakat memperkuat kerja sama keamanan ekonomi dan inovasi melalui:&#13;
&#13;
Peningkatan ketahanan rantai pasok&#13;
&#13;
Pengendalian ekspor dan keamanan investasi&#13;
&#13;
Penanggulangan praktik dagang curang dari negara lain.&#13;
&#13;
Pencegahan penghindaran bea masuk&#13;
&#13;
11. RI Borong Energi, Pertanian dan Pesawat AS Senilai USD22,7 Miliar&#13;
&#13;
Sejumlah kontrak dagang besar juga akan ditandatangani dalam waktu dekat antara perusahaan AS dan Indonesia, mencakup:&#13;
&#13;
Pembelian pesawat senilai USD3,2 miliar&#13;
&#13;
Pembelian produk pertanian (kedelai, gandum, kapas) senilai USD4,5 miliar&#13;
&#13;
Pembelian produk energi (LPG, minyak mentah, bensin) senilai USD15 miliar&#13;
&#13;
Total nilai kesepakatan mencapai USD22,7 miliar, yang disebut Trump sebagai pembelian besar oleh Indonesia terhadap produk unggulan AS.&#13;
&#13;
Gedung Putih menyatakan kedua negara akan merampungkan perundingan dan menandatangani perjanjian dalam beberapa pekan ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah penandatanganan, masing-masing pihak akan menjalankan proses domestik agar perjanjian dapat segera berlaku.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan besar dalam bidang perdagangan yang diumumkan pada Selasa, 22 Juli 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kesepakatan tersebut mencakup penghapusan hampir seluruh tarif impor Indonesia untuk produk Amerika dan penetapan tarif tetap sebesar 19% bagi produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan ini sebagai kemenangan besar bagi industri Amerika Serikat, sementara Indonesia disebut akan mendapatkan akses terhadap sejumlah kerja sama strategis di sektor mineral, digital, dan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kesepakatan ini adalah kemenangan besar bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, pekerja, petani, peternak, dan pelaku industri Amerika,&amp;quot; ujar Donald Trump melalui akun resmi Truth Social dikutip, Rabu (23/7/2025).&#13;
&#13;
1. AS Tetapkan 19% untuk Produk RI&#13;
&#13;
Dikutip Lembar Fakta Gedung Putih, Indonesia sepakat menghapus sekitar 99% hambatan tarif untuk seluruh produk industri, teknologi, serta pertanian dan pangan asal Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Sebaliknya, AS hanya akan menurunkan tarif impor terhadap barang asal Indonesia menjadi 19%, sebagaimana diatur dalam Executive Order 14257 tertanggal 2 April 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa komoditas tertentu yang tidak tersedia atau diproduksi secara domestik di AS juga bisa mendapat tarif yang lebih rendah.&#13;
&#13;
2. Aturan Asal Barang Diperketat&#13;
&#13;
Kedua negara akan merumuskan aturan asal barang (rules of origin) yang memastikan bahwa manfaat perjanjian hanya berlaku untuk barang-barang yang benar-benar berasal dari Indonesia dan AS, guna menghindari celah ekspor dari negara ketiga.&#13;
&#13;
3. RI Longgarkan Regulasi Impor Produk AS&#13;
&#13;
Indonesia akan menghapus berbagai hambatan non-tarif terhadap barang AS&#13;
&#13;
Penghapusan persyaratan konten lokal&#13;
&#13;
Penerimaan kendaraan standar AS (keselamatan dan emisi)&#13;
&#13;
Penerimaan sertifikat FDA dan izin edar produk medis dan farmasi&#13;
&#13;
Penghapusan kewajiban pelabelan tertentu&#13;
&#13;
Pembebasan inspeksi dan verifikasi pra-pengapalan untuk barang AS&#13;
&#13;
Penyelesaian masalah kekayaan intelektual berdasarkan laporan USTR&#13;
AS juga akan membantu Indonesia dalam penerapan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices).&#13;
&#13;
Penghapusan semua sistem lisensi impor&#13;
&#13;
Pengakuan atas sertifikasi dan fasilitas produk hewan AS (daging, susu, unggas).&#13;
&#13;
Penetapan permanen status FFPO (Fresh Food of Plant Origin) untuk produk tanaman AS.&#13;
&#13;
Penjaminan transparansi dan keadilan soal indikasi geografis&#13;
&#13;
4. Indonesia&amp;nbsp;Buka Akses Penuh Pangan AS&#13;
&#13;
Indonesia berkomitmen memberikan akses penuh bagi produk pertanian dan pangan AS.&#13;
&#13;
5. Indonesia Bebas&amp;nbsp;Transfer Data ke AS&#13;
&#13;
Salah satu aspek paling krusial dalam perjanjian ini adalah komitmen Indonesia untuk mengizinkan transfer data pribadi ke AS. Dalam kerangka kerjasama digital dan investasi, Indonesia menyatakan beberapa hal sebagai berikut.&#13;
&#13;
- AS diakui sebagai negara dengan perlindungan data pribadi yang memadai.&#13;
&#13;
- Indonesia memberikan kepastian hukum terhadap pemindahan data personal ke luar negeri, khususnya ke AS.&#13;
&#13;
- Reformasi ini membuka jalan bagi ekspansi perusahaan digital AS di Indonesia. Ini termasuk penghapusan batas tarif terhadap barang tak berwujud serta dukungan terhadap moratorium bea cukai atas transmisi elektronik di WTO.&#13;
&#13;
Gedung Putih menyatakan perusahaan-perusahaan digital AS telah menunggu kebijakan ini selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
6. RI Gabung Global Forum on Steel Excess Capacity&#13;
&#13;
Indonesia akan bergabung dengan Global Forum on Steel Excess Capacity untuk menangani kapasitas berlebih secara global dalam industri baja dan dampaknya terhadap pasar internasional.&#13;
&#13;
7. RI Perkuat Perlindungan Hak Buruh&#13;
&#13;
Indonesia menyatakan akan memperkuat perlindungan hak tenaga kerja&#13;
&#13;
8. RI&amp;nbsp;Tingkatkan Standar Lingkungan&#13;
&#13;
Dalam bidang lingkungan, Indonesia berjanji untuk:&#13;
&#13;
Meningkatkan tata kelola sektor kehutanan&#13;
&#13;
Melawan perdagangan hasil hutan ilegal.&#13;
&#13;
Mendukung ekonomi efisien sumber daya&#13;
&#13;
Menerapkan Perjanjian WTO tentang Subsidi Perikanan.&#13;
&#13;
Memerangi penangkapan ikan dan perdagangan satwa liar illegal.&#13;
&#13;
9. Hambatan Ekspor Mineral Kritis dan Industri ke AS Kini Ditiadakan&#13;
&#13;
Indonesia akan mencabut pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral-mineral penting yang menjadi bahan baku strategis bagi sektor teknologi dan manufaktur AS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
10. AS-RI Sepakat Kerja Sama untuk Hadapi Praktik Dagang&#13;
&#13;
AS dan Indonesia sepakat memperkuat kerja sama keamanan ekonomi dan inovasi melalui:&#13;
&#13;
Peningkatan ketahanan rantai pasok&#13;
&#13;
Pengendalian ekspor dan keamanan investasi&#13;
&#13;
Penanggulangan praktik dagang curang dari negara lain.&#13;
&#13;
Pencegahan penghindaran bea masuk&#13;
&#13;
11. RI Borong Energi, Pertanian dan Pesawat AS Senilai USD22,7 Miliar&#13;
&#13;
Sejumlah kontrak dagang besar juga akan ditandatangani dalam waktu dekat antara perusahaan AS dan Indonesia, mencakup:&#13;
&#13;
Pembelian pesawat senilai USD3,2 miliar&#13;
&#13;
Pembelian produk pertanian (kedelai, gandum, kapas) senilai USD4,5 miliar&#13;
&#13;
Pembelian produk energi (LPG, minyak mentah, bensin) senilai USD15 miliar&#13;
&#13;
Total nilai kesepakatan mencapai USD22,7 miliar, yang disebut Trump sebagai pembelian besar oleh Indonesia terhadap produk unggulan AS.&#13;
&#13;
Gedung Putih menyatakan kedua negara akan merampungkan perundingan dan menandatangani perjanjian dalam beberapa pekan ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah penandatanganan, masing-masing pihak akan menjalankan proses domestik agar perjanjian dapat segera berlaku.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
