<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Kemiskinan di Indonesia, Pulau Jawa Terbanyak hingga Perkotaan Meningkat</title><description>Jumlah penduduk miskin di Indonesia terus menurun dalam dua dekade terakhir.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/27/320/3158175/5-fakta-kemiskinan-di-indonesia-pulau-jawa-terbanyak-hingga-perkotaan-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/27/320/3158175/5-fakta-kemiskinan-di-indonesia-pulau-jawa-terbanyak-hingga-perkotaan-meningkat"/><item><title>5 Fakta Kemiskinan di Indonesia, Pulau Jawa Terbanyak hingga Perkotaan Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/27/320/3158175/5-fakta-kemiskinan-di-indonesia-pulau-jawa-terbanyak-hingga-perkotaan-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/27/320/3158175/5-fakta-kemiskinan-di-indonesia-pulau-jawa-terbanyak-hingga-perkotaan-meningkat</guid><pubDate>Minggu 27 Juli 2025 05:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/26/320/3158175/kemiskinan-FLt7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 23,85 juta jiwa, atau 8,74?ri total populasi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/26/320/3158175/kemiskinan-FLt7_large.jpg</image><title>Angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 23,85 juta jiwa, atau 8,74?ri total populasi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penduduk miskin di Indonesia terus menurun dalam dua dekade terakhir. Terbaru, angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 23,85 juta jiwa, atau 8,74% dari total populasi.&#13;
&#13;
Tingkat kemiskinan pada Maret 2025 menurun 0,2 juta jiwa dibandingkan September 2024.&#13;
&#13;
Meski menurun, tetap ada sorotan terkait kemiskinan, seperti jumlah penduduk miskin yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kemudian, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia sebanyak 2,38 juta orang.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta menarik terkait kemiskinan di Indonesia, Minggu (27/7/2025):&#13;
&#13;
1. Jumlah Orang Miskin Turun&#13;
&#13;
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat kemiskinan Indonesia dari segi persentase jumlah penduduk miskin terhadap total populasi berdasarkan laporan Maret 2025. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,74% atau setara 23,85 juta jiwa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai bahan perbandingan, pada September 2022 dibandingkan Maret 2022, kemiskinan meningkat 0,03 persen. Kemudian sejak Maret 2023 sampai Maret 2025, kemiskinan berangsur mengalami penurunan,&amp;quot; kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono.&#13;
&#13;
2. Kemiskinan di Perkotaan dan Pedesaan&#13;
&#13;
Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 6,73%, sedangkan di pedesaan sebesar 11,03%. Artinya, desa lebih banyak memiliki penduduk miskin dibandingkan perkotaan, jika dilihat terhadap total penduduk masing-masing wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, persentase kemiskinan di pedesaan pada Maret 2025 yang tadi 11,03% mengalami penurunan 0,31 persen poin jika dibandingkan dengan September tahun 2024,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Walaupun demikian, BPS mencermati persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2025 yang sebesar 6,73% mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi September 2024. Penduduk miskin di kota meningkat sekitar 0,07 persen poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, selain tadi kemiskinan baik kota dan desa, juga salah satu indikator yang penting diperhatikan adalah indeks kedalaman dan indeks keparahan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
3. Angka Kemiskinan Terendah di Maret 2025&#13;
&#13;
Ateng mengungkapkan, angka kemiskinan ini merupakan yang terendah selama dua dekade terakhir. Namun, BPS menyoroti adanya dinamika yang berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka kemiskinan, teman-teman media ya, di tahun 2025 ini merupakan yang terendah selama dua dekade terakhir,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Kemiskinan Ekstrem Capai 2,38 Juta Orang&#13;
&#13;
BPS merilis data baru yakni kemiskinan ekstrem secara nasional berdasarkan implementasi Inpres No. 8 Tahun 2025. Penduduk miskin adalah penduduk yang pengeluaran per kapita bulanannya di bawah garis kemiskinan.&#13;
&#13;
Sedangkan penduduk miskin ekstrem adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita di bawah USD 2,15 PPP tahun 2017 per hari berdasarkan standar World Bank.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan data Susenas Maret 2025, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia sebanyak 2,38 juta orang, atau turun sebanyak 0,40 juta orang dibandingkan dengan September tahun 2024,&amp;quot; kata Ateng.&#13;
&#13;
Adapun jika dibandingkan dengan setahun yang lalu atau Maret 2024, terjadi penurunan 1,18 juta orang.&#13;
&#13;
Dari sisi persentasenya, penduduk miskin ekstrem terhadap total penduduk pada Maret 2025 mencapai 0,85%, atau turun sekitar 0,14 persen poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika dibandingkan dengan September 2024 atau Maret 2024 yang lalu, turun 0,41 persen poin,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
5. Penduduk Miskin Terbanyak di Pulau Jawa&#13;
&#13;
Ateng Hartono mengatakan, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman media dan Bapak-Ibu semuanya, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,56 juta penduduk miskin berada di Pulau Jawa,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Menurut Ateng, kontribusi kemiskinan di Pulau Jawa sekitar 52,66% terhadap total jumlah penduduk miskin nasional.&#13;
&#13;
BPS juga mencermati, per pulau, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Kalimantan, yaitu 0,89 juta orang atau sekitar 3,75% dari total penduduk miskin nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, jika dibandingkan antara Maret 2025 dengan September 2024, hampir seluruh pulau mengalami penurunan jumlah dan persentase penduduk miskinnya,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
Adapun BPS mencatat penurunan paling besar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, yaitu pada Maret 2025 menurun 0,22 persen poin dibandingkan dengan September 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, kecuali di Maluku dan Papua, yang persentase dan jumlah kemiskinannya mengalami peningkatan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penduduk miskin di Indonesia terus menurun dalam dua dekade terakhir. Terbaru, angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 23,85 juta jiwa, atau 8,74% dari total populasi.&#13;
&#13;
Tingkat kemiskinan pada Maret 2025 menurun 0,2 juta jiwa dibandingkan September 2024.&#13;
&#13;
Meski menurun, tetap ada sorotan terkait kemiskinan, seperti jumlah penduduk miskin yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kemudian, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia sebanyak 2,38 juta orang.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta menarik terkait kemiskinan di Indonesia, Minggu (27/7/2025):&#13;
&#13;
1. Jumlah Orang Miskin Turun&#13;
&#13;
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat kemiskinan Indonesia dari segi persentase jumlah penduduk miskin terhadap total populasi berdasarkan laporan Maret 2025. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,74% atau setara 23,85 juta jiwa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai bahan perbandingan, pada September 2022 dibandingkan Maret 2022, kemiskinan meningkat 0,03 persen. Kemudian sejak Maret 2023 sampai Maret 2025, kemiskinan berangsur mengalami penurunan,&amp;quot; kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono.&#13;
&#13;
2. Kemiskinan di Perkotaan dan Pedesaan&#13;
&#13;
Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 6,73%, sedangkan di pedesaan sebesar 11,03%. Artinya, desa lebih banyak memiliki penduduk miskin dibandingkan perkotaan, jika dilihat terhadap total penduduk masing-masing wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, persentase kemiskinan di pedesaan pada Maret 2025 yang tadi 11,03% mengalami penurunan 0,31 persen poin jika dibandingkan dengan September tahun 2024,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Walaupun demikian, BPS mencermati persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2025 yang sebesar 6,73% mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi September 2024. Penduduk miskin di kota meningkat sekitar 0,07 persen poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, selain tadi kemiskinan baik kota dan desa, juga salah satu indikator yang penting diperhatikan adalah indeks kedalaman dan indeks keparahan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
3. Angka Kemiskinan Terendah di Maret 2025&#13;
&#13;
Ateng mengungkapkan, angka kemiskinan ini merupakan yang terendah selama dua dekade terakhir. Namun, BPS menyoroti adanya dinamika yang berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka kemiskinan, teman-teman media ya, di tahun 2025 ini merupakan yang terendah selama dua dekade terakhir,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Kemiskinan Ekstrem Capai 2,38 Juta Orang&#13;
&#13;
BPS merilis data baru yakni kemiskinan ekstrem secara nasional berdasarkan implementasi Inpres No. 8 Tahun 2025. Penduduk miskin adalah penduduk yang pengeluaran per kapita bulanannya di bawah garis kemiskinan.&#13;
&#13;
Sedangkan penduduk miskin ekstrem adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita di bawah USD 2,15 PPP tahun 2017 per hari berdasarkan standar World Bank.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan data Susenas Maret 2025, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia sebanyak 2,38 juta orang, atau turun sebanyak 0,40 juta orang dibandingkan dengan September tahun 2024,&amp;quot; kata Ateng.&#13;
&#13;
Adapun jika dibandingkan dengan setahun yang lalu atau Maret 2024, terjadi penurunan 1,18 juta orang.&#13;
&#13;
Dari sisi persentasenya, penduduk miskin ekstrem terhadap total penduduk pada Maret 2025 mencapai 0,85%, atau turun sekitar 0,14 persen poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika dibandingkan dengan September 2024 atau Maret 2024 yang lalu, turun 0,41 persen poin,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
5. Penduduk Miskin Terbanyak di Pulau Jawa&#13;
&#13;
Ateng Hartono mengatakan, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teman-teman media dan Bapak-Ibu semuanya, jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,56 juta penduduk miskin berada di Pulau Jawa,&amp;quot; ungkap Ateng.&#13;
&#13;
Menurut Ateng, kontribusi kemiskinan di Pulau Jawa sekitar 52,66% terhadap total jumlah penduduk miskin nasional.&#13;
&#13;
BPS juga mencermati, per pulau, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Kalimantan, yaitu 0,89 juta orang atau sekitar 3,75% dari total penduduk miskin nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, jika dibandingkan antara Maret 2025 dengan September 2024, hampir seluruh pulau mengalami penurunan jumlah dan persentase penduduk miskinnya,&amp;quot; ujar Ateng.&#13;
&#13;
Adapun BPS mencatat penurunan paling besar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, yaitu pada Maret 2025 menurun 0,22 persen poin dibandingkan dengan September 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, kecuali di Maluku dan Papua, yang persentase dan jumlah kemiskinannya mengalami peningkatan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
