<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Harap APBN Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sekitar 5 Persen</title><description>Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dioptimalkan sebagai instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/28/320/3158685/sri-mulyani-harap-apbn-jaga-pertumbuhan-ekonomi-sekitar-5-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/28/320/3158685/sri-mulyani-harap-apbn-jaga-pertumbuhan-ekonomi-sekitar-5-persen"/><item><title>Sri Mulyani Harap APBN Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sekitar 5 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/28/320/3158685/sri-mulyani-harap-apbn-jaga-pertumbuhan-ekonomi-sekitar-5-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/28/320/3158685/sri-mulyani-harap-apbn-jaga-pertumbuhan-ekonomi-sekitar-5-persen</guid><pubDate>Senin 28 Juli 2025 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/28/320/3158685/menkeu_sri_mulyani-k6NT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/28/320/3158685/menkeu_sri_mulyani-k6NT_large.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dioptimalkan sebagai instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, hingga semester I-2025, APBN dinilai masih menjalankan peran counter-cyclical secara efektif dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;APBN hingga semester I terus melakukan tugasnya melakukan counter cyclical, memitigasi kecenderungan tekanan ekonomi termasuk dalam hal ini terus mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama kelompok paling penting,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil Rapat KSSK, Senin (28/7/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani menyebutkan stimulus ekonomi dan pelaksanaan berbagai program strategis telah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87 persen secara tahunan pada kuartal I 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah optimistis pertumbuhan pada kuartal kedua akan tetap terjaga, dengan target mempertahankan laju ekonomi di sekitar 5 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;APBN terus dioptimalkan dalam mendorong dan mencapai pertumbuhan agar tetap bertahan di sekitar 5 persen melalui berbagai kebijakan dan bekerjasama dengan KSSK, terutama Bank Indonesia, OJK, LPS, dan juga dengan sektor swasta serta BUMN,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perbaikan kesejahteraan masyarakat juga tercermin dari sejumlah indikator sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin per Maret 2025 turun sebesar 1,37 juta orang dibandingkan Maret 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 4,82 persen pada Februari 2024 menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, dengan tambahan lapangan kerja mencapai 3,59 juta orang dalam periode tersebut.&#13;
&#13;
Dari sisi fiskal, realisasi belanja negara mencapai Rp1.406 triliun atau 38,8 persen dari pagu APBN, sementara pendapatan negara telah mencapai 40 persen dari target.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keseimbangan primer tercatat surplus Rp52,8 triliun, dan defisit anggaran sebesar Rp204,2 triliun atau setara 0,84 persen dari PDB, masih dalam batas aman yang ditetapkan undang-undang.&#13;
&#13;
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.003,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp402,5 triliun. Sri Mulyani menekankan bahwa realisasi belanja negara difokuskan pada agenda pembangunan nasional dan program strategis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini di tengah kebijakan awal yaitu melakukan rekonstruksi anggaran agar dapat sesuai dengan prioritas pemerintah dan upaya menciptakan multiplier yang lebih besar pada perekonomian dan perbaikan kesejahteraan rakyat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Program-program prioritas yang dibiayai APBN antara lain makanan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, serta belanja subsidi dan kompensasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Belanja negara juga difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial seperti PKH, kartu bantuan, kredit usaha mikro, subsidi energi, serta stabilisasi harga pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah akan menggunakan APBN secara optimal untuk menjadi shock absorber di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dioptimalkan sebagai instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, hingga semester I-2025, APBN dinilai masih menjalankan peran counter-cyclical secara efektif dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;APBN hingga semester I terus melakukan tugasnya melakukan counter cyclical, memitigasi kecenderungan tekanan ekonomi termasuk dalam hal ini terus mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama kelompok paling penting,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil Rapat KSSK, Senin (28/7/2025).&#13;
&#13;
Sri Mulyani menyebutkan stimulus ekonomi dan pelaksanaan berbagai program strategis telah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87 persen secara tahunan pada kuartal I 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah optimistis pertumbuhan pada kuartal kedua akan tetap terjaga, dengan target mempertahankan laju ekonomi di sekitar 5 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;APBN terus dioptimalkan dalam mendorong dan mencapai pertumbuhan agar tetap bertahan di sekitar 5 persen melalui berbagai kebijakan dan bekerjasama dengan KSSK, terutama Bank Indonesia, OJK, LPS, dan juga dengan sektor swasta serta BUMN,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perbaikan kesejahteraan masyarakat juga tercermin dari sejumlah indikator sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin per Maret 2025 turun sebesar 1,37 juta orang dibandingkan Maret 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 4,82 persen pada Februari 2024 menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, dengan tambahan lapangan kerja mencapai 3,59 juta orang dalam periode tersebut.&#13;
&#13;
Dari sisi fiskal, realisasi belanja negara mencapai Rp1.406 triliun atau 38,8 persen dari pagu APBN, sementara pendapatan negara telah mencapai 40 persen dari target.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keseimbangan primer tercatat surplus Rp52,8 triliun, dan defisit anggaran sebesar Rp204,2 triliun atau setara 0,84 persen dari PDB, masih dalam batas aman yang ditetapkan undang-undang.&#13;
&#13;
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.003,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp402,5 triliun. Sri Mulyani menekankan bahwa realisasi belanja negara difokuskan pada agenda pembangunan nasional dan program strategis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini di tengah kebijakan awal yaitu melakukan rekonstruksi anggaran agar dapat sesuai dengan prioritas pemerintah dan upaya menciptakan multiplier yang lebih besar pada perekonomian dan perbaikan kesejahteraan rakyat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Program-program prioritas yang dibiayai APBN antara lain makanan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, serta belanja subsidi dan kompensasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Belanja negara juga difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial seperti PKH, kartu bantuan, kredit usaha mikro, subsidi energi, serta stabilisasi harga pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah akan menggunakan APBN secara optimal untuk menjadi shock absorber di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
