<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Beri Sinyal Potensi Penurunan Suku Bunga, Inflasi hingga Rupiah Jadi Alasan</title><description>BI memberikan sinyal kuat adanya ruang bagi penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) lebih lanjut di tahun ini, meskipun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/29/320/3158858/bi-beri-sinyal-potensi-penurunan-suku-bunga-inflasi-hingga-rupiah-jadi-alasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/29/320/3158858/bi-beri-sinyal-potensi-penurunan-suku-bunga-inflasi-hingga-rupiah-jadi-alasan"/><item><title>BI Beri Sinyal Potensi Penurunan Suku Bunga, Inflasi hingga Rupiah Jadi Alasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/29/320/3158858/bi-beri-sinyal-potensi-penurunan-suku-bunga-inflasi-hingga-rupiah-jadi-alasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/29/320/3158858/bi-beri-sinyal-potensi-penurunan-suku-bunga-inflasi-hingga-rupiah-jadi-alasan</guid><pubDate>Selasa 29 Juli 2025 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/29/320/3158858/bank_indonesia-Ee6V_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia soal Penurunan Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/29/320/3158858/bank_indonesia-Ee6V_large.jpg</image><title>Bank Indonesia soal Penurunan Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal kuat adanya ruang bagi penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) lebih lanjut di tahun ini, meskipun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik.&#13;
&#13;
Menurut Perry, ada beberapa alasan utama yang mendasari potensi penurunan suku bunga lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah saya sampaikan, ada ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut. Alasannya apa? Inflasinya rendah,&amp;quot; kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, dikutip Selasa (29/7/2025).&#13;
&#13;
Perry memproyeksikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akhir tahun ini akan berada di 2,5 persen, dengan inflasi inti 2,4 persen, dan prakiraan inflasi yang juga rendah untuk tahun depan.&#13;
&#13;
Alasan kedua adalah kebutuhan untuk membalikkan ekspektasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. &amp;quot;Dan yang kedua, perlu sama-sama membalikkan ekspektasi, mendorong pertumbuhan. Seperti itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Faktor ketiga yang menjadi pertimbangan adalah stabilitas nilai tukar Rupiah. &amp;quot;Dan yang ketiga, Rupiahnya itu stabil. Jadi ada ruang,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Perry belum dapat memastikan kapan penurunan suku bunga tersebut akan terjadi. Ia juga mengindikasikan bahwa keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapan turun? Tergantung dinamika global dan nasional. Arahnya sudah jelas begitu ya,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Proyeksi BI konsisten dengan arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran BI yang terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kebijakan moneter BI diarahkan pada keseimbangan untuk menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-stability and growth). Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (pro-growth).&#13;
&#13;
Sebelumnya, BI telah secara konsisten menurunkan BI-Rate pada bulan Mei dan Juli 2025 masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), menjadi 5,50 persen pada Mei 2025 dan 5,25 persen pada Juli 2025.&#13;
&#13;
Keputusan ini didasari oleh semakin rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang berada dalam sasaran 2,5 persen &amp;plusmn; 1 persen, serta terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya, dan perlunya terus mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Ke depan, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi sesuai dengan dinamika di perekonomian global dan domestik.&#13;
&#13;
Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut akan terus didukung dengan langkah-langkah kebijakan yang terkoordinasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal kuat adanya ruang bagi penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) lebih lanjut di tahun ini, meskipun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik.&#13;
&#13;
Menurut Perry, ada beberapa alasan utama yang mendasari potensi penurunan suku bunga lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah saya sampaikan, ada ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut. Alasannya apa? Inflasinya rendah,&amp;quot; kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, dikutip Selasa (29/7/2025).&#13;
&#13;
Perry memproyeksikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akhir tahun ini akan berada di 2,5 persen, dengan inflasi inti 2,4 persen, dan prakiraan inflasi yang juga rendah untuk tahun depan.&#13;
&#13;
Alasan kedua adalah kebutuhan untuk membalikkan ekspektasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. &amp;quot;Dan yang kedua, perlu sama-sama membalikkan ekspektasi, mendorong pertumbuhan. Seperti itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Faktor ketiga yang menjadi pertimbangan adalah stabilitas nilai tukar Rupiah. &amp;quot;Dan yang ketiga, Rupiahnya itu stabil. Jadi ada ruang,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun demikian, Perry belum dapat memastikan kapan penurunan suku bunga tersebut akan terjadi. Ia juga mengindikasikan bahwa keputusan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapan turun? Tergantung dinamika global dan nasional. Arahnya sudah jelas begitu ya,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Proyeksi BI konsisten dengan arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran BI yang terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kebijakan moneter BI diarahkan pada keseimbangan untuk menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-stability and growth). Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (pro-growth).&#13;
&#13;
Sebelumnya, BI telah secara konsisten menurunkan BI-Rate pada bulan Mei dan Juli 2025 masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), menjadi 5,50 persen pada Mei 2025 dan 5,25 persen pada Juli 2025.&#13;
&#13;
Keputusan ini didasari oleh semakin rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang berada dalam sasaran 2,5 persen &amp;plusmn; 1 persen, serta terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya, dan perlunya terus mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Ke depan, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi sesuai dengan dinamika di perekonomian global dan domestik.&#13;
&#13;
Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut akan terus didukung dengan langkah-langkah kebijakan yang terkoordinasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
