<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Soroti Anak Miskin Hemat Buku</title><description>Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terpaksa menulis dengan huruf kecil-kecil.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/30/320/3159112/prabowo-soroti-anak-miskin-hemat-buku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/30/320/3159112/prabowo-soroti-anak-miskin-hemat-buku"/><item><title>Prabowo Soroti Anak Miskin Hemat Buku</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/30/320/3159112/prabowo-soroti-anak-miskin-hemat-buku</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/30/320/3159112/prabowo-soroti-anak-miskin-hemat-buku</guid><pubDate>Rabu 30 Juli 2025 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/30/320/3159112/presiden_prabowo-blOA_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/30/320/3159112/presiden_prabowo-blOA_large.jpeg</image><title>Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terpaksa menulis dengan huruf kecil-kecil untuk menghemat buku tulis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan jajaran menteri lainnya, membahas perkembangan program Sekolah Rakyat Merah Putih di Istana Merdeka, Selasa 29 Juli 2025 malam.&#13;
&#13;
Menurut Sri Mulyani, Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada tantangan literasi dasar anak-anak, terutama dari keluarga prasejahtera.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Fenomena hemat buku hingga keterampilan menulis tangan yang mulai ditinggalkan oleh generasi gadget menjadi refleksi atas kesenjangan akses pendidikan dan kebiasaan belajar.&#13;
&#13;
Program Sekolah Rakyat Merah Putih sendiri menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintahan Prabowo untuk mengatasi persoalan kesenjangan pendidikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini dirancang sebagai wadah pendidikan alternatif dan berbiaya terjangkau, menyasar anak-anak dari lapisan masyarakat bawah.&#13;
&#13;
Dalam APBN 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp708 triliun untuk fungsi pendidikan atau sekitar 20 persen dari total belanja negara, sesuai amanat konstitusi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari angka tersebut, sebagian diarahkan untuk mendukung program prioritas seperti Sekolah Rakyat Merah Putih, termasuk pengadaan sarana belajar, pelatihan guru, serta penyediaan bantuan langsung kepada siswa dari keluarga miskin.&#13;
&#13;
Dengan perhatian yang tinggi terhadap aspek kecil seperti kebiasaan menulis anak-anak, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut martabat, kebiasaan, dan pembentukan karakter sejak dini.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terpaksa menulis dengan huruf kecil-kecil untuk menghemat buku tulis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan jajaran menteri lainnya, membahas perkembangan program Sekolah Rakyat Merah Putih di Istana Merdeka, Selasa 29 Juli 2025 malam.&#13;
&#13;
Menurut Sri Mulyani, Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada tantangan literasi dasar anak-anak, terutama dari keluarga prasejahtera.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Fenomena hemat buku hingga keterampilan menulis tangan yang mulai ditinggalkan oleh generasi gadget menjadi refleksi atas kesenjangan akses pendidikan dan kebiasaan belajar.&#13;
&#13;
Program Sekolah Rakyat Merah Putih sendiri menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintahan Prabowo untuk mengatasi persoalan kesenjangan pendidikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini dirancang sebagai wadah pendidikan alternatif dan berbiaya terjangkau, menyasar anak-anak dari lapisan masyarakat bawah.&#13;
&#13;
Dalam APBN 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp708 triliun untuk fungsi pendidikan atau sekitar 20 persen dari total belanja negara, sesuai amanat konstitusi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari angka tersebut, sebagian diarahkan untuk mendukung program prioritas seperti Sekolah Rakyat Merah Putih, termasuk pengadaan sarana belajar, pelatihan guru, serta penyediaan bantuan langsung kepada siswa dari keluarga miskin.&#13;
&#13;
Dengan perhatian yang tinggi terhadap aspek kecil seperti kebiasaan menulis anak-anak, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut martabat, kebiasaan, dan pembentukan karakter sejak dini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
