<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Emiten Otomotif Milik Saratoga (MPMX) Turun Jadi Rp249 Miliar di Semester I-2025</title><description>Emiten terafiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meraup laba bersih Rp249 miliar pada semester I-2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/31/278/3159432/laba-emiten-otomotif-milik-saratoga-mpmx-turun-jadi-rp249-miliar-di-semester-i-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/07/31/278/3159432/laba-emiten-otomotif-milik-saratoga-mpmx-turun-jadi-rp249-miliar-di-semester-i-2025"/><item><title>Laba Emiten Otomotif Milik Saratoga (MPMX) Turun Jadi Rp249 Miliar di Semester I-2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/07/31/278/3159432/laba-emiten-otomotif-milik-saratoga-mpmx-turun-jadi-rp249-miliar-di-semester-i-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/07/31/278/3159432/laba-emiten-otomotif-milik-saratoga-mpmx-turun-jadi-rp249-miliar-di-semester-i-2025</guid><pubDate>Kamis 31 Juli 2025 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/31/278/3159432/emiten-RhZB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Emiten Otomotif Milik Saratoga (MPMX) Turun Jadi Rp249 Miliar di Semester I-2025 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/31/278/3159432/emiten-RhZB_large.jpg</image><title>Laba Emiten Otomotif Milik Saratoga (MPMX) Turun Jadi Rp249 Miliar di Semester I-2025 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Emiten terafiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meraup laba bersih Rp249 miliar pada semester I-2025. Laba emiten otomotif ini turun 24% jika dibanding periode yang sama tahun lalu secara year on year (YoY).&#13;
&#13;
Pelambatan pasar nasional dan turunnya pendapatan di seluruh segmen bisnis menjadi beberapa faktor utama penyebab turunnya laba MPMX.&#13;
&#13;
Sementara, pendapatan konsolidasi MPMX Rp7,436 triliun, turun 3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, laba kotor juga mengalami penurunan sebesar 7% secara YoY menjadi Rp642 miliar, ditambah dengan dampak nilai tukar mata uang asing, laba operasional turun 25% YoY menjadi Rp270 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlepas dari tekanan pada kinerja keuangan di semester I, MPMX berkomitmen memperkuat portofolio usaha, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan strategi investasi,&amp;quot; ujar Group CFO MPMX Beatrice Kartika di Jakarta, Kamis (31/7/2025).&#13;
&#13;
Pendapatan segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua turun 3% YoY menjadi Rp7,317 triliun selama semester I-2025, terutama karena penurunan penjualan sepeda motor. Pendapatan distribusi sepeda motor turun 6% dan ritel 2% YoY, sejalan dengan perlambatan penjualan sepeda motor nasional sebesar 2% pada semester I-2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, segmen purnajual, menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan pendapatan 3% di distribusi dan 28% di ritel, didorong oleh peningkatan penjualan suku cadang dan layanan servis. Seiring penurunan pendapatan, laba kotor juga turun 3% YoY menjadi Rp580 miliar, meski margin laba kotor relatif stabil.&#13;
&#13;
Segmen bisnis asuransi MPMInsurance masih menghadapi tantangan di Semester I 2025 ini dengan mencatat penurunan pada pendapatan premi bersih sebesar 21% YoY menjadi Rp125 miliar, terutama karena penurunan kinerja produk asuransi kendaraan bermotor akibat berkurangnya kontribusi dari pembiayaan leasing, serta penurunan kontribusi produk asuransi properti dan lainnya akibat kondisi pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibatnya, pendapatan underwriting bersih menyusut 32% YoY, meskipun beban klaim bersih turun 4% YoY pada produk properti dan lainnya. Di sisi lain, strategi investasi yang lebih baik mendorong peningkatan pendapatan investasi sebesar 24% YoY menjadi Rp20 miliar.&#13;
&#13;
Di bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent, jumlah armada sewa turun 3% YoY dan jumlah pengemudi turun 5% YoY, terutama karena berakhirnya kontrak terkait inisiatif efisiensi biaya dan penyelesaian proyek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, segmen penjualan mobil bekas melalui AUKSI mencatat penurunan margin akibat pergeseran komposisi produk. Akibatnya, meski pendapatan bersih naik 5% YoY, kontraksi margin di seluruh lini bisnis menyebabkan laba kotor turun 19% YoY.&#13;
&#13;
Beatrice Kartika menjelaskan, di tengah kondisi perekonomian yang menantang MPMX akan fokus pada strategi perbaikan kualitas aset, inovasi produk dan layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan nilai tambah bagi konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perseroan meyakini dengan pendekatan dan langkah-langkah ini dapat menopang pemulihan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten terafiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meraup laba bersih Rp249 miliar pada semester I-2025. Laba emiten otomotif ini turun 24% jika dibanding periode yang sama tahun lalu secara year on year (YoY).&#13;
&#13;
Pelambatan pasar nasional dan turunnya pendapatan di seluruh segmen bisnis menjadi beberapa faktor utama penyebab turunnya laba MPMX.&#13;
&#13;
Sementara, pendapatan konsolidasi MPMX Rp7,436 triliun, turun 3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, laba kotor juga mengalami penurunan sebesar 7% secara YoY menjadi Rp642 miliar, ditambah dengan dampak nilai tukar mata uang asing, laba operasional turun 25% YoY menjadi Rp270 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlepas dari tekanan pada kinerja keuangan di semester I, MPMX berkomitmen memperkuat portofolio usaha, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan strategi investasi,&amp;quot; ujar Group CFO MPMX Beatrice Kartika di Jakarta, Kamis (31/7/2025).&#13;
&#13;
Pendapatan segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua turun 3% YoY menjadi Rp7,317 triliun selama semester I-2025, terutama karena penurunan penjualan sepeda motor. Pendapatan distribusi sepeda motor turun 6% dan ritel 2% YoY, sejalan dengan perlambatan penjualan sepeda motor nasional sebesar 2% pada semester I-2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, segmen purnajual, menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan pendapatan 3% di distribusi dan 28% di ritel, didorong oleh peningkatan penjualan suku cadang dan layanan servis. Seiring penurunan pendapatan, laba kotor juga turun 3% YoY menjadi Rp580 miliar, meski margin laba kotor relatif stabil.&#13;
&#13;
Segmen bisnis asuransi MPMInsurance masih menghadapi tantangan di Semester I 2025 ini dengan mencatat penurunan pada pendapatan premi bersih sebesar 21% YoY menjadi Rp125 miliar, terutama karena penurunan kinerja produk asuransi kendaraan bermotor akibat berkurangnya kontribusi dari pembiayaan leasing, serta penurunan kontribusi produk asuransi properti dan lainnya akibat kondisi pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibatnya, pendapatan underwriting bersih menyusut 32% YoY, meskipun beban klaim bersih turun 4% YoY pada produk properti dan lainnya. Di sisi lain, strategi investasi yang lebih baik mendorong peningkatan pendapatan investasi sebesar 24% YoY menjadi Rp20 miliar.&#13;
&#13;
Di bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent, jumlah armada sewa turun 3% YoY dan jumlah pengemudi turun 5% YoY, terutama karena berakhirnya kontrak terkait inisiatif efisiensi biaya dan penyelesaian proyek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, segmen penjualan mobil bekas melalui AUKSI mencatat penurunan margin akibat pergeseran komposisi produk. Akibatnya, meski pendapatan bersih naik 5% YoY, kontraksi margin di seluruh lini bisnis menyebabkan laba kotor turun 19% YoY.&#13;
&#13;
Beatrice Kartika menjelaskan, di tengah kondisi perekonomian yang menantang MPMX akan fokus pada strategi perbaikan kualitas aset, inovasi produk dan layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan nilai tambah bagi konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perseroan meyakini dengan pendekatan dan langkah-langkah ini dapat menopang pemulihan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
