<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang RI Surplus USD4,10 Miliar pada Juni 2025, Catat Rekor 62 Bulan Berturut-turut </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD4,10 miliar pada Juni 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/01/320/3159613/neraca-dagang-ri-surplus-usd4-10-miliar-pada-juni-2025-catat-rekor-62-bulan-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/01/320/3159613/neraca-dagang-ri-surplus-usd4-10-miliar-pada-juni-2025-catat-rekor-62-bulan-berturut-turut"/><item><title>Neraca Dagang RI Surplus USD4,10 Miliar pada Juni 2025, Catat Rekor 62 Bulan Berturut-turut </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/01/320/3159613/neraca-dagang-ri-surplus-usd4-10-miliar-pada-juni-2025-catat-rekor-62-bulan-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/01/320/3159613/neraca-dagang-ri-surplus-usd4-10-miliar-pada-juni-2025-catat-rekor-62-bulan-berturut-turut</guid><pubDate>Jum'at 01 Agustus 2025 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/01/320/3159613/neraca_dagang_ri-gCXO_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/01/320/3159613/neraca_dagang_ri-gCXO_large.jpeg</image><title>Neraca Dagang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD4,10 miliar pada Juni 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,22 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Jumat (1/8/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,11 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Juni 2025 atau semester I 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD19,48 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD28,31 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD8,83 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD8,57 miliar, India USD6,59 miliar dan Filipina USD4,40 milliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD9,73 miliar, Singapura -USD3,09 miliar dan Australia -USD2,66 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD9,92 miliar, India USD6,64 miliar dan Filipina USD4,36 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD10,69 miliar, Australia -USD2,30 miliar dan Brazil -USD0,83 miliar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD4,10 miliar pada Juni 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,22 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Jumat (1/8/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,11 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Juni 2025 atau semester I 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD19,48 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Juni 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD28,31 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD8,83 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD8,57 miliar, India USD6,59 miliar dan Filipina USD4,40 milliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD9,73 miliar, Singapura -USD3,09 miliar dan Australia -USD2,66 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD9,92 miliar, India USD6,64 miliar dan Filipina USD4,36 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD10,69 miliar, Australia -USD2,30 miliar dan Brazil -USD0,83 miliar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
