<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi RI 5,12 Persen Ditopang Belanja Masyarakat</title><description>BPS mencatat konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025 sebesar 5,12%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-12-persen-ditopang-belanja-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-12-persen-ditopang-belanja-masyarakat"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi RI 5,12 Persen Ditopang Belanja Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-12-persen-ditopang-belanja-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan-ekonomi-ri-5-12-persen-ditopang-belanja-masyarakat</guid><pubDate>Selasa 05 Agustus 2025 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan_ekonomi-BnW8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komponen pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif. (Foto; Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/05/320/3160566/pertumbuhan_ekonomi-BnW8_large.jpg</image><title>Komponen pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif. (Foto; Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025 sebesar 5,12%. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif, kecuali konsumsi pemerintah.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud menjelaskan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu sebesar 54,25%. Pada kuartal II-2025, komponen ini tumbuh kuat sebesar 4,97%, yang mengindikasikan kuatnya permintaan domestik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 2,64% dari total pertumbuhan ekonomi di triwulan II yang mencapai 5,12%,&amp;rdquo; kata Edy dalam konferensi pers Rilis BPS, Selasa (5/8/2025).&#13;
&#13;
Edy melanjutkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini didorong oleh meningkatnya belanja kebutuhan primer dan mobilitas masyarakat.&#13;
&#13;
Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi meningkat seiring dengan tingginya aktivitas pariwisata selama periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, seperti Idulfitri, Waisak, Kenaikan Isa Almasih, dan Iduladha, serta libur sekolah.&#13;
&#13;
Meningkatnya mobilitas masyarakat juga mendorong kenaikan konsumsi untuk transportasi dan restoran.&#13;
&#13;
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga memberikan kontribusi besar, yakni sebesar 27,83% terhadap PDB kuartal II-2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edy menyebut, PMTB tumbuh didorong oleh investasi swasta dan pemerintah. Belanja modal pemerintah tumbuh 30,37% secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama pada komponen mesin dan peralatan.&#13;
&#13;
Sementara itu, pertumbuhan ekspor dan impor juga cukup tinggi. Pertumbuhan ekspor didukung oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas dan kunjungan wisatawan mancanegara.&#13;
&#13;
Komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai ekspor antara lain lemak dan minyak hewani, besi dan baja, serta mesin dan peralatan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, impor juga tumbuh, didorong oleh kenaikan impor barang modal serta bahan baku penolong. Pertumbuhan ekspor neto memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,22%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan demikian, 82,08% PDB triwulan II berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,&amp;rdquo; pungkas Edy.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025 sebesar 5,12%. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif, kecuali konsumsi pemerintah.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud menjelaskan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu sebesar 54,25%. Pada kuartal II-2025, komponen ini tumbuh kuat sebesar 4,97%, yang mengindikasikan kuatnya permintaan domestik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 2,64% dari total pertumbuhan ekonomi di triwulan II yang mencapai 5,12%,&amp;rdquo; kata Edy dalam konferensi pers Rilis BPS, Selasa (5/8/2025).&#13;
&#13;
Edy melanjutkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini didorong oleh meningkatnya belanja kebutuhan primer dan mobilitas masyarakat.&#13;
&#13;
Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi meningkat seiring dengan tingginya aktivitas pariwisata selama periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, seperti Idulfitri, Waisak, Kenaikan Isa Almasih, dan Iduladha, serta libur sekolah.&#13;
&#13;
Meningkatnya mobilitas masyarakat juga mendorong kenaikan konsumsi untuk transportasi dan restoran.&#13;
&#13;
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga memberikan kontribusi besar, yakni sebesar 27,83% terhadap PDB kuartal II-2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edy menyebut, PMTB tumbuh didorong oleh investasi swasta dan pemerintah. Belanja modal pemerintah tumbuh 30,37% secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama pada komponen mesin dan peralatan.&#13;
&#13;
Sementara itu, pertumbuhan ekspor dan impor juga cukup tinggi. Pertumbuhan ekspor didukung oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas dan kunjungan wisatawan mancanegara.&#13;
&#13;
Komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai ekspor antara lain lemak dan minyak hewani, besi dan baja, serta mesin dan peralatan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, impor juga tumbuh, didorong oleh kenaikan impor barang modal serta bahan baku penolong. Pertumbuhan ekspor neto memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,22%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan demikian, 82,08% PDB triwulan II berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,&amp;rdquo; pungkas Edy.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
