<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ombudsman Soroti Kenaikan Harga Beras di Tengah Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen Kuartal II-2025</title><description>Ombudsman RI menyoroti adanya kelangkaan dan kenaikan harga beras di sejumlah daerah meskipun pemerintah mengklaim kondisi stok nasional dalam keadaan surplus.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/10/320/3161771/ombudsman-soroti-kenaikan-harga-beras-di-tengah-ekonomi-tumbuh-5-12-persen-kuartal-ii-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/10/320/3161771/ombudsman-soroti-kenaikan-harga-beras-di-tengah-ekonomi-tumbuh-5-12-persen-kuartal-ii-2025"/><item><title>Ombudsman Soroti Kenaikan Harga Beras di Tengah Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen Kuartal II-2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/10/320/3161771/ombudsman-soroti-kenaikan-harga-beras-di-tengah-ekonomi-tumbuh-5-12-persen-kuartal-ii-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/10/320/3161771/ombudsman-soroti-kenaikan-harga-beras-di-tengah-ekonomi-tumbuh-5-12-persen-kuartal-ii-2025</guid><pubDate>Minggu 10 Agustus 2025 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/10/320/3161771/harga_beras-pYc2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Beras Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/10/320/3161771/harga_beras-pYc2_large.jpg</image><title>Harga Beras Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ombudsman RI menyoroti adanya kelangkaan dan kenaikan harga beras di sejumlah daerah meskipun pemerintah mengklaim kondisi stok nasional dalam keadaan surplus.&#13;
&#13;
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menyatakan temuan di lapangan menunjukkan adanya anomali yang patut dipertanyakan dan ditangani segera.&#13;
&#13;
Dalam peninjauan di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, Yeka menyebut bahwa Ombudsman menemukan harga beras yang dijual berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tidak berhenti di situ, kata Yeka, Ombudsman juga mendapati kualitas beras yang dijual pun memiliki kualitas yang tidak cukup bagus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di situ harga paling murah itu Rp12 ribu per kilogram. Itu pun penampakannya sudah tidak ada putih-putihnya, kuning beras itu,&amp;quot; kata Yeka dikutip pada Minggu (10/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya, ini buat apa berasnya? Buat melayani yang khusus jualan nasi goreng. Sisanya, yang untuk konsumsi rumah tangga, sudah di atas HET semua,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yeka mengatakan bahwa Ombudsman juga menemukan kondisi stok beras yang memprihatinkan di tingkat penggilingan padi, di mana saat ini stok hanya menyisakan sebagian kecil saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada penggilingan besar yang biasanya punya stok 30 ribu ton setiap hari, sekarang tinggal 2.000 ton. Ada yang tadinya punya stok 5.000 ton, sekarang tinggal 200 ton,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Yeka menilai kondisi kelangkaan beras sudah berada di tahap genting. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat guna mengatasi permasalahan ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sendiri melihat ini sudah genting. Sudah perlunya shortcut untuk mengatasi kelangkaan beras,&amp;quot; kaya Yeka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, tadi pagi saya terjunkan untuk melihat beras di pasar modern retail market. Kosong, bahkan raknya sudah berganti. Yang tadinya rak beras, sekarang sudah jadi rak Aqua,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ombudsman RI menyoroti adanya kelangkaan dan kenaikan harga beras di sejumlah daerah meskipun pemerintah mengklaim kondisi stok nasional dalam keadaan surplus.&#13;
&#13;
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menyatakan temuan di lapangan menunjukkan adanya anomali yang patut dipertanyakan dan ditangani segera.&#13;
&#13;
Dalam peninjauan di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, Yeka menyebut bahwa Ombudsman menemukan harga beras yang dijual berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tidak berhenti di situ, kata Yeka, Ombudsman juga mendapati kualitas beras yang dijual pun memiliki kualitas yang tidak cukup bagus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di situ harga paling murah itu Rp12 ribu per kilogram. Itu pun penampakannya sudah tidak ada putih-putihnya, kuning beras itu,&amp;quot; kata Yeka dikutip pada Minggu (10/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tanya, ini buat apa berasnya? Buat melayani yang khusus jualan nasi goreng. Sisanya, yang untuk konsumsi rumah tangga, sudah di atas HET semua,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yeka mengatakan bahwa Ombudsman juga menemukan kondisi stok beras yang memprihatinkan di tingkat penggilingan padi, di mana saat ini stok hanya menyisakan sebagian kecil saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada penggilingan besar yang biasanya punya stok 30 ribu ton setiap hari, sekarang tinggal 2.000 ton. Ada yang tadinya punya stok 5.000 ton, sekarang tinggal 200 ton,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Yeka menilai kondisi kelangkaan beras sudah berada di tahap genting. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat guna mengatasi permasalahan ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sendiri melihat ini sudah genting. Sudah perlunya shortcut untuk mengatasi kelangkaan beras,&amp;quot; kaya Yeka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, tadi pagi saya terjunkan untuk melihat beras di pasar modern retail market. Kosong, bahkan raknya sudah berganti. Yang tadinya rak beras, sekarang sudah jadi rak Aqua,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
