<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Hasil Penawaran Umum di BEI Tembus Rp145 Triliun&amp;nbsp;</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana hasil penawaran umum di pasar modal hingga 8 Agustus 2025 mencapai Rp145 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/11/278/3161932/dana-hasil-penawaran-umum-di-bei-tembus-rp145-triliun-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/11/278/3161932/dana-hasil-penawaran-umum-di-bei-tembus-rp145-triliun-nbsp"/><item><title>Dana Hasil Penawaran Umum di BEI Tembus Rp145 Triliun&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/11/278/3161932/dana-hasil-penawaran-umum-di-bei-tembus-rp145-triliun-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/11/278/3161932/dana-hasil-penawaran-umum-di-bei-tembus-rp145-triliun-nbsp</guid><pubDate>Senin 11 Agustus 2025 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/11/278/3161932/bei-aLWs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Dana tersebut diperoleh dari 16 emiten baru BEI. (Foto: Okezone.com/IDX)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/11/278/3161932/bei-aLWs_large.jpg</image><title> Dana tersebut diperoleh dari 16 emiten baru BEI. (Foto: Okezone.com/IDX)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana hasil penawaran umum di pasar modal hingga 8 Agustus 2025 mencapai Rp145 triliun. Dana tersebut diperoleh dari 16 emiten baru BEI.&#13;
&#13;
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, I.B. Aditya Jayaantara, menyampaikan, dari total penawaran umum tersebut, 16 di antaranya merupakan emiten baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terdiri dari 14 saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk (EBUS),&amp;rdquo; ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8).&#13;
&#13;
Data terbaru dari BEI hingga 8 Agustus 2025 menunjukkan terdapat 22 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).&#13;
&#13;
Aditya menambahkan, angka tersebut mencerminkan aktivitas penghimpunan dana yang tetap berjalan positif di tengah kondisi global yang penuh tantangan.&#13;
&#13;
Adapun OJK juga telah memberikan pernyataan efektif terhadap 128 pendaftaran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam sambutannya menuturkan masih terdapat 13 emiten dalam pipeline.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai indikatifnya mencapai Rp16,65 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana hasil penawaran umum di pasar modal hingga 8 Agustus 2025 mencapai Rp145 triliun. Dana tersebut diperoleh dari 16 emiten baru BEI.&#13;
&#13;
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, I.B. Aditya Jayaantara, menyampaikan, dari total penawaran umum tersebut, 16 di antaranya merupakan emiten baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terdiri dari 14 saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk (EBUS),&amp;rdquo; ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8).&#13;
&#13;
Data terbaru dari BEI hingga 8 Agustus 2025 menunjukkan terdapat 22 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).&#13;
&#13;
Aditya menambahkan, angka tersebut mencerminkan aktivitas penghimpunan dana yang tetap berjalan positif di tengah kondisi global yang penuh tantangan.&#13;
&#13;
Adapun OJK juga telah memberikan pernyataan efektif terhadap 128 pendaftaran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam sambutannya menuturkan masih terdapat 13 emiten dalam pipeline.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai indikatifnya mencapai Rp16,65 triliun,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
