<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lelang 8 Seri Surat Utang Negara Dibuka, Penawaran Diprediksi Rp110 Triliun</title><description>Ada delapan seri SUN yang bakal dilelang dengan kupon mulai dari 6,5%, dengan nominal per unit sebesar Rp1 juta.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/12/320/3162147/lelang-8-seri-surat-utang-negara-dibuka-penawaran-diprediksi-rp110-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/12/320/3162147/lelang-8-seri-surat-utang-negara-dibuka-penawaran-diprediksi-rp110-triliun"/><item><title>Lelang 8 Seri Surat Utang Negara Dibuka, Penawaran Diprediksi Rp110 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/12/320/3162147/lelang-8-seri-surat-utang-negara-dibuka-penawaran-diprediksi-rp110-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/12/320/3162147/lelang-8-seri-surat-utang-negara-dibuka-penawaran-diprediksi-rp110-triliun</guid><pubDate>Selasa 12 Agustus 2025 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/12/320/3162147/sun-ZXf5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Keuangan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/12/320/3162147/sun-ZXf5_large.jpg</image><title>Kementerian Keuangan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. Adapun target indikatif sebesar Rp27 triliun.&#13;
&#13;
Ada delapan seri SUN yang bakal dilelang dengan kupon mulai dari 6,5%, dengan nominal per unit sebesar Rp1 juta.&#13;
&#13;
Lelang dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Target maksimal penawaran ditetapkan 150% dari target indikatif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2025,&amp;quot; demikian tertulis dalam situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Selasa (12/8/2025).&#13;
&#13;
Terdapat delapan seri SUN yang ditawarkan, terdiri atas dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON).&#13;
&#13;
Seri SPN yang dilelang adalah SPN12251112 (jatuh tempo 12 November 2025) dan SPN12260813 (jatuh tempo 13 Agustus 2026) dengan tingkat kupon diskonto.&#13;
&#13;
Sementara itu, enam seri Obligasi Negara yang ditawarkan meliputi:&#13;
&#13;
FR0109, jatuh tempo pada 15 Maret 2031 dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) dan akan ditetapkan pada 12 Agustus 2025&#13;
&#13;
FR0108, jatuh tempo 15 April 2036, kupon 6,5 persen&#13;
&#13;
FR0106, jatuh tempo 15 Agustus 2040, kupon 7,125 persen&#13;
&#13;
FR0107, jatuh tempo 15 Agustus 2045, kupon 7,125 persen&#13;
&#13;
FR0102, jatuh tempo 15 Juli 2054, kupon 6,875 persen&#13;
&#13;
FR0105, jatuh tempo 15 Juli 2064, kupon 6,875 persen&#13;
&#13;
Penyetoran setelmen hasil lelang dijadwalkan pada Kamis, 14 Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penawaran dapat dilakukan secara kompetitif maupun non-kompetitif melalui sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia,&amp;quot; tulis situs tersebut.&#13;
&#13;
Adapun peserta lelang meliputi dealer utama seperti bank-bank besar nasional dan internasional yang telah ditunjuk, serta Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.&#13;
&#13;
Proyeksi Permintaan Lelang SUN&#13;
&#13;
BNI Sekuritas memproyeksikan total penawaran masuk (incoming bid) pada lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pemerintah hari ini akan mencapai Rp80 triliun hingga Rp110 triliun.&#13;
&#13;
Lelang tersebut menargetkan indikatif sebesar Rp27 triliun, dengan target maksimal 150 persen dari target indikatif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Analis menilai proyeksi ini mempertimbangkan kondisi pasar terkini yang menunjukkan permintaan terhadap instrumen SBN berdenominasi rupiah akan relatif stabil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menilai situasi pasar terkini, kami memperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp80-110 triliun,&amp;quot; kata Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe.&#13;
&#13;
Pada Lelang SUN sebelumnya tanggal 29 Juli 2025, total incoming bid mencapai Rp106,5 triliun dengan awarded bid sebesar Rp32 triliun.&#13;
&#13;
Amir menuturkan indikator global per Senin (11/8) juga mendukung sentimen positif, dengan yield US Treasury (UST) 5-tahun turun tipis 1 basis poin menjadi 3,83 persen, dan yield UST 10-tahun bertahan di level 4,27 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia turun tipis 1 basis poin menjadi 74 basis poin.&#13;
&#13;
Di pasar domestik, harga SUN pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan. Data PHEI mencatat yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) naik 2 basis poin menjadi 5,92 persen, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0103) naik 4 basis poin menjadi 6,42 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. Adapun target indikatif sebesar Rp27 triliun.&#13;
&#13;
Ada delapan seri SUN yang bakal dilelang dengan kupon mulai dari 6,5%, dengan nominal per unit sebesar Rp1 juta.&#13;
&#13;
Lelang dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Target maksimal penawaran ditetapkan 150% dari target indikatif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2025,&amp;quot; demikian tertulis dalam situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Selasa (12/8/2025).&#13;
&#13;
Terdapat delapan seri SUN yang ditawarkan, terdiri atas dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON).&#13;
&#13;
Seri SPN yang dilelang adalah SPN12251112 (jatuh tempo 12 November 2025) dan SPN12260813 (jatuh tempo 13 Agustus 2026) dengan tingkat kupon diskonto.&#13;
&#13;
Sementara itu, enam seri Obligasi Negara yang ditawarkan meliputi:&#13;
&#13;
FR0109, jatuh tempo pada 15 Maret 2031 dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) dan akan ditetapkan pada 12 Agustus 2025&#13;
&#13;
FR0108, jatuh tempo 15 April 2036, kupon 6,5 persen&#13;
&#13;
FR0106, jatuh tempo 15 Agustus 2040, kupon 7,125 persen&#13;
&#13;
FR0107, jatuh tempo 15 Agustus 2045, kupon 7,125 persen&#13;
&#13;
FR0102, jatuh tempo 15 Juli 2054, kupon 6,875 persen&#13;
&#13;
FR0105, jatuh tempo 15 Juli 2064, kupon 6,875 persen&#13;
&#13;
Penyetoran setelmen hasil lelang dijadwalkan pada Kamis, 14 Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penawaran dapat dilakukan secara kompetitif maupun non-kompetitif melalui sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia,&amp;quot; tulis situs tersebut.&#13;
&#13;
Adapun peserta lelang meliputi dealer utama seperti bank-bank besar nasional dan internasional yang telah ditunjuk, serta Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.&#13;
&#13;
Proyeksi Permintaan Lelang SUN&#13;
&#13;
BNI Sekuritas memproyeksikan total penawaran masuk (incoming bid) pada lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pemerintah hari ini akan mencapai Rp80 triliun hingga Rp110 triliun.&#13;
&#13;
Lelang tersebut menargetkan indikatif sebesar Rp27 triliun, dengan target maksimal 150 persen dari target indikatif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Analis menilai proyeksi ini mempertimbangkan kondisi pasar terkini yang menunjukkan permintaan terhadap instrumen SBN berdenominasi rupiah akan relatif stabil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menilai situasi pasar terkini, kami memperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp80-110 triliun,&amp;quot; kata Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe.&#13;
&#13;
Pada Lelang SUN sebelumnya tanggal 29 Juli 2025, total incoming bid mencapai Rp106,5 triliun dengan awarded bid sebesar Rp32 triliun.&#13;
&#13;
Amir menuturkan indikator global per Senin (11/8) juga mendukung sentimen positif, dengan yield US Treasury (UST) 5-tahun turun tipis 1 basis poin menjadi 3,83 persen, dan yield UST 10-tahun bertahan di level 4,27 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia turun tipis 1 basis poin menjadi 74 basis poin.&#13;
&#13;
Di pasar domestik, harga SUN pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan. Data PHEI mencatat yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) naik 2 basis poin menjadi 5,92 persen, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0103) naik 4 basis poin menjadi 6,42 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
