<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Kucurkan Rp8 Triliun Kembangkan 800 Ribu Hektare Perkebunan Strategis</title><description>Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan program pengembangan 800 ribu hektare (ha) komoditas perkebunan strategis.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/14/320/3162735/prabowo-kucurkan-rp8-triliun-kembangkan-800-ribu-hektare-perkebunan-strategis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/14/320/3162735/prabowo-kucurkan-rp8-triliun-kembangkan-800-ribu-hektare-perkebunan-strategis"/><item><title>Prabowo Kucurkan Rp8 Triliun Kembangkan 800 Ribu Hektare Perkebunan Strategis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/14/320/3162735/prabowo-kucurkan-rp8-triliun-kembangkan-800-ribu-hektare-perkebunan-strategis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/14/320/3162735/prabowo-kucurkan-rp8-triliun-kembangkan-800-ribu-hektare-perkebunan-strategis</guid><pubDate>Kamis 14 Agustus 2025 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/14/320/3162735/prabowo-ONeV_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Kucurkan Rp8 Triliun Kembangkan 800 Ribu Hektare Perkebunan Strategis (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/14/320/3162735/prabowo-ONeV_large.jpeg</image><title>Prabowo Kucurkan Rp8 Triliun Kembangkan 800 Ribu Hektare Perkebunan Strategis (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan program pengembangan 800 ribu hektare (ha)&amp;nbsp;komoditas perkebunan strategis. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, langkah ini sebagai percepatan pembangunan sektor perkebunan nasional. I&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kita akan melakukan pengembangan komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kakao, mete, tebu, pala, kopi, dan lada. Total luasan kurang lebih 800 ribu hektare,&amp;rdquo; kata Amran usai rapat bersama perusahaan dan asosiasi petani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2025).&#13;
&#13;
Amran menambahkan, program besar ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dalam negeri dan kesejahteraan petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak Presiden sudah berikan anggaran kurang lebih Rp8 triliun. Ini akan membantu petani-petani seluruh Indonesia. Insyaallah nanti melibatkan sekitar satu jutaan tenaga kerja,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Khusus untuk komoditas tebu, Mentan menargetkan replanting sekitar 100 ribu hektare di tahun 2025. Dia juga memproyeksikan Indonesia dapat swasembada gula dalam dua tahun ke depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bersama PT Perkebunan menjadi ujung tombak. Tebu kita replanting kurang lebih 100 ribu hektare dan kemungkinan besar kita akan selesaikan dalam waktu 6 bulan. Kita upayakan pengembangan tebu 2-3 tahun berturut-turut, insyaallah kita akan capai swasembada white sugar paling lambat 2 tahun ke depan. Itu mimpi kita,&amp;rdquo; tekadnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengapresiasi langkah cepat Kementan. Ia optimistis target produksi gula nasional dapat terdongkrak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau tahun lalu target kita 2,4 juta ton. Tahun ini kita rencanakan minimum 2,7 juta ton. Mudah-mudahan ini menjadi produksi tertinggi secara nasional. Pak Menteri tadi menargetkan 1-2 tahun ke depan kita sudah selesai swasembada kira-kira seperti itu,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan program pengembangan 800 ribu hektare (ha)&amp;nbsp;komoditas perkebunan strategis. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, langkah ini sebagai percepatan pembangunan sektor perkebunan nasional. I&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kita akan melakukan pengembangan komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kakao, mete, tebu, pala, kopi, dan lada. Total luasan kurang lebih 800 ribu hektare,&amp;rdquo; kata Amran usai rapat bersama perusahaan dan asosiasi petani di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2025).&#13;
&#13;
Amran menambahkan, program besar ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dalam negeri dan kesejahteraan petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak Presiden sudah berikan anggaran kurang lebih Rp8 triliun. Ini akan membantu petani-petani seluruh Indonesia. Insyaallah nanti melibatkan sekitar satu jutaan tenaga kerja,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Khusus untuk komoditas tebu, Mentan menargetkan replanting sekitar 100 ribu hektare di tahun 2025. Dia juga memproyeksikan Indonesia dapat swasembada gula dalam dua tahun ke depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bersama PT Perkebunan menjadi ujung tombak. Tebu kita replanting kurang lebih 100 ribu hektare dan kemungkinan besar kita akan selesaikan dalam waktu 6 bulan. Kita upayakan pengembangan tebu 2-3 tahun berturut-turut, insyaallah kita akan capai swasembada white sugar paling lambat 2 tahun ke depan. Itu mimpi kita,&amp;rdquo; tekadnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengapresiasi langkah cepat Kementan. Ia optimistis target produksi gula nasional dapat terdongkrak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau tahun lalu target kita 2,4 juta ton. Tahun ini kita rencanakan minimum 2,7 juta ton. Mudah-mudahan ini menjadi produksi tertinggi secara nasional. Pak Menteri tadi menargetkan 1-2 tahun ke depan kita sudah selesai swasembada kira-kira seperti itu,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
