<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN 2026 Ditargetkan 2,48 Persen, Sri Mulyani: Dikelola dengan Hati-Hati!</title><description>Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,48% PDB, lebih rendah dari proyeksi 2025. Fokus pada pembiayaan inovatif, sinergi BLU, dan pengelolaan utang yang hati-hati untuk mencapai target tersebut.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/15/320/3163172/defisit-apbn-2026-ditargetkan-2-48-persen-sri-mulyani-dikelola-dengan-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/15/320/3163172/defisit-apbn-2026-ditargetkan-2-48-persen-sri-mulyani-dikelola-dengan-hati-hati"/><item><title>Defisit APBN 2026 Ditargetkan 2,48 Persen, Sri Mulyani: Dikelola dengan Hati-Hati!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/15/320/3163172/defisit-apbn-2026-ditargetkan-2-48-persen-sri-mulyani-dikelola-dengan-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/15/320/3163172/defisit-apbn-2026-ditargetkan-2-48-persen-sri-mulyani-dikelola-dengan-hati-hati</guid><pubDate>Jum'at 15 Agustus 2025 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/15/320/3163172/menkeu_sri_mulyani-VZH2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/15/320/3163172/menkeu_sri_mulyani-VZH2_large.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah meyakini defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dapat mencapai 2,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Estimasi ini lebih rendah dibanding proyeksi 2025 sebesar 2,78 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan terus menjaga agar defisit itu dikelola dengan hati-hati,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15 Agustus 2025).&#13;
&#13;
Keseimbangan primer pada RAPBN 2026 diproyeksikan defisit Rp39,4 triliun, membaik dari defisit Rp109,9 triliun pada outlook 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara pembiayaan anggaran tahun depan diestimasi sebesar Rp638,8 triliun.&#13;
&#13;
Dalam pemaparan, pembiayaan anggaran akan diprioritaskan dari sumber dalam negeri, diiringi pengembangan pembiayaan inovatif dan pengelolaan portofolio utang secara aktif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah juga bakal fokus mengoptimalisasi dan sinergi dengan Badan Layanan Umum (BLU), Special Mission Vehicle, Indonesian Investment Authority (INA), dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada pembiayaan inovatif yang akan kita dorong, baik melalui Special Mission Vehicle, maupun kerja sama dengan BUMN termasuk dengan Danantara,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan dimanfaatkan sebagai fiscal buffer. Pemerintah juga akan meningkatkan akses pembiayaan investasi, serta memperdalam pasar keuangan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Optimalisasi dan sinergi Badan Layanan Umum itu juga cukup besar, dan bisa menjadi alat untuk melakukan kebijakan pembiayaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah meyakini defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dapat mencapai 2,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Estimasi ini lebih rendah dibanding proyeksi 2025 sebesar 2,78 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan terus menjaga agar defisit itu dikelola dengan hati-hati,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15 Agustus 2025).&#13;
&#13;
Keseimbangan primer pada RAPBN 2026 diproyeksikan defisit Rp39,4 triliun, membaik dari defisit Rp109,9 triliun pada outlook 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara pembiayaan anggaran tahun depan diestimasi sebesar Rp638,8 triliun.&#13;
&#13;
Dalam pemaparan, pembiayaan anggaran akan diprioritaskan dari sumber dalam negeri, diiringi pengembangan pembiayaan inovatif dan pengelolaan portofolio utang secara aktif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah juga bakal fokus mengoptimalisasi dan sinergi dengan Badan Layanan Umum (BLU), Special Mission Vehicle, Indonesian Investment Authority (INA), dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada pembiayaan inovatif yang akan kita dorong, baik melalui Special Mission Vehicle, maupun kerja sama dengan BUMN termasuk dengan Danantara,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan dimanfaatkan sebagai fiscal buffer. Pemerintah juga akan meningkatkan akses pembiayaan investasi, serta memperdalam pasar keuangan domestik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Optimalisasi dan sinergi Badan Layanan Umum itu juga cukup besar, dan bisa menjadi alat untuk melakukan kebijakan pembiayaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
