<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi 2026 Ditargetkan Rp2.175 Triliun, Naik 14,2 Persen</title><description>Kementerian Investasi menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun, naik 14,2?ri tahun 2025. Realisasi investasi semester I 2025 capai Rp942,9 triliun, serap 1.259.868 tenaga kerja. Hilirisasi berkontribusi Rp280,8 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/17/320/3163394/investasi-2026-ditargetkan-rp2-175-triliun-naik-14-2-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/17/320/3163394/investasi-2026-ditargetkan-rp2-175-triliun-naik-14-2-persen"/><item><title>Investasi 2026 Ditargetkan Rp2.175 Triliun, Naik 14,2 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/17/320/3163394/investasi-2026-ditargetkan-rp2-175-triliun-naik-14-2-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/17/320/3163394/investasi-2026-ditargetkan-rp2-175-triliun-naik-14-2-persen</guid><pubDate>Minggu 17 Agustus 2025 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/17/320/3163394/investasi-y3Rs_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun. (Foto: Okezone.com/Milenial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/17/320/3163394/investasi-y3Rs_large.jpeg</image><title>Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun. (Foto: Okezone.com/Milenial)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun. Target ini disusun sesuai perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).&#13;
&#13;
Menteri Investasi dan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan angka investasi 2026 naik 14,2% dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp1.905,6 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target pada tahun 2026 yang dicanangkan oleh Bappenas kepada kami itu adalah Rp2.175,26 triliun atau peningkatan target 14,2% dari tahun sebelumnya,&amp;rdquo; kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2026).&#13;
&#13;
Rosan menambahkan, target tersebut berada dalam tren peningkatan investasi nasional dalam satu dekade terakhir.&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, pada periode 2014 hingga 2024, realisasi investasi tercatat lebih dari Rp9.900 triliun.&#13;
&#13;
Dalam lima tahun terakhir, pemerintah juga menetapkan harapan agar investasi meningkat tajam, dengan proyeksi mencapai Rp13.032,8 triliun pada periode 2025 hingga 2029.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam 5 tahun terakhir memang investasi yang diharapkan itu meningkat tajam mencapai Rp13.032,8 triliun dari tahun 2025 dan di tahun 2029,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pada semester pertama 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.259.868 orang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kontribusi investasi semester pertama 2025 terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp510,3 triliun atau 54,1%, dan penanaman modal asing (PMA) Rp432,6 triliun atau 45,9%.&#13;
&#13;
Dari sisi geografis, realisasi investasi di luar Jawa tercatat Rp476 triliun atau 50,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa sebesar Rp466,9 triliun atau 49,5%.&#13;
&#13;
Sementara itu, kontribusi dari hilirisasi pada semester pertama 2025 mencapai Rp280,8 triliun, setara 29,8% dari total investasi, dengan pertumbuhan 54,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor mineral mendominasi porsi hilirisasi dengan kontribusi 69%.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun. Target ini disusun sesuai perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).&#13;
&#13;
Menteri Investasi dan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan angka investasi 2026 naik 14,2% dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp1.905,6 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target pada tahun 2026 yang dicanangkan oleh Bappenas kepada kami itu adalah Rp2.175,26 triliun atau peningkatan target 14,2% dari tahun sebelumnya,&amp;rdquo; kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2026).&#13;
&#13;
Rosan menambahkan, target tersebut berada dalam tren peningkatan investasi nasional dalam satu dekade terakhir.&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, pada periode 2014 hingga 2024, realisasi investasi tercatat lebih dari Rp9.900 triliun.&#13;
&#13;
Dalam lima tahun terakhir, pemerintah juga menetapkan harapan agar investasi meningkat tajam, dengan proyeksi mencapai Rp13.032,8 triliun pada periode 2025 hingga 2029.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam 5 tahun terakhir memang investasi yang diharapkan itu meningkat tajam mencapai Rp13.032,8 triliun dari tahun 2025 dan di tahun 2029,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pada semester pertama 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.259.868 orang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kontribusi investasi semester pertama 2025 terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp510,3 triliun atau 54,1%, dan penanaman modal asing (PMA) Rp432,6 triliun atau 45,9%.&#13;
&#13;
Dari sisi geografis, realisasi investasi di luar Jawa tercatat Rp476 triliun atau 50,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa sebesar Rp466,9 triliun atau 49,5%.&#13;
&#13;
Sementara itu, kontribusi dari hilirisasi pada semester pertama 2025 mencapai Rp280,8 triliun, setara 29,8% dari total investasi, dengan pertumbuhan 54,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor mineral mendominasi porsi hilirisasi dengan kontribusi 69%.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
