<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Himpun Rp132,2 Triliun dari Penerbitan Efek Utang</title><description>BEI mencatat dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) mencapai Rp132,2 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163768/perusahaan-himpun-rp132-2-triliun-dari-penerbitan-efek-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163768/perusahaan-himpun-rp132-2-triliun-dari-penerbitan-efek-utang"/><item><title>Perusahaan Himpun Rp132,2 Triliun dari Penerbitan Efek Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163768/perusahaan-himpun-rp132-2-triliun-dari-penerbitan-efek-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163768/perusahaan-himpun-rp132-2-triliun-dari-penerbitan-efek-utang</guid><pubDate>Senin 18 Agustus 2025 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/18/320/3163768/bei-YvZ4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan Himpun Rp132,2 Triliun dari Penerbitan Efek Utang. (Foto: Okezone.com/AWSJ)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/18/320/3163768/bei-YvZ4_large.jpg</image><title>Perusahaan Himpun Rp132,2 Triliun dari Penerbitan Efek Utang. (Foto: Okezone.com/AWSJ)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) mencapai Rp132,2 triliun hingga 15 Agustus 2025. Total dana tersebut berasal dari 116 emisi yang dilakukan oleh 65 penerbit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai 15 Agustus, telah diterbitkan 116 emisi dari 65 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp132,2 triliun,&amp;quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal, Senin (18/8/2025).&#13;
&#13;
Adapun minat korporasi terhadap pendanaan melalui pasar obligasi masih terjaga.&#13;
&#13;
Sampai dengan 15 Agustus 2025, terdapat 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline.&#13;
&#13;
Antrean penerbitan EBUS tersebut didominasi oleh sektor keuangan sebanyak 7 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, terdapat 2 perusahaan dari sektor bahan baku, dua perusahaan dari sektor energi, serta satu perusahaan dari sektor properti dan real estat.&#13;
&#13;
Sektor lain, seperti konsumer, kesehatan, industri, infrastruktur, teknologi, serta transportasi-logistik, tidak tercatat dalam pipeline obligasi hingga pertengahan Agustus 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) mencapai Rp132,2 triliun hingga 15 Agustus 2025. Total dana tersebut berasal dari 116 emisi yang dilakukan oleh 65 penerbit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai 15 Agustus, telah diterbitkan 116 emisi dari 65 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp132,2 triliun,&amp;quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan pasar modal, Senin (18/8/2025).&#13;
&#13;
Adapun minat korporasi terhadap pendanaan melalui pasar obligasi masih terjaga.&#13;
&#13;
Sampai dengan 15 Agustus 2025, terdapat 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline.&#13;
&#13;
Antrean penerbitan EBUS tersebut didominasi oleh sektor keuangan sebanyak 7 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, terdapat 2 perusahaan dari sektor bahan baku, dua perusahaan dari sektor energi, serta satu perusahaan dari sektor properti dan real estat.&#13;
&#13;
Sektor lain, seperti konsumer, kesehatan, industri, infrastruktur, teknologi, serta transportasi-logistik, tidak tercatat dalam pipeline obligasi hingga pertengahan Agustus 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
