<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,4% di 2026, Ini Respons Kadin</title><description>Kadin menilai asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163786/prabowo-targetkan-ekonomi-tumbuh-5-4-di-2026-ini-respons-kadin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163786/prabowo-targetkan-ekonomi-tumbuh-5-4-di-2026-ini-respons-kadin"/><item><title>Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,4% di 2026, Ini Respons Kadin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163786/prabowo-targetkan-ekonomi-tumbuh-5-4-di-2026-ini-respons-kadin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/18/320/3163786/prabowo-targetkan-ekonomi-tumbuh-5-4-di-2026-ini-respons-kadin</guid><pubDate>Senin 18 Agustus 2025 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/18/320/3163786/prabowo-9Yal_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2025. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/18/320/3163786/prabowo-9Yal_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2025. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis di tengah gejolak global.&#13;
&#13;
Pertumbuhan ekonomi 2026 ditargetkan sebesar 5,4%, inflasi 2,5%, suku bunga SBN di kisaran 6,9%, dan nilai tukar di kisaran Rp16.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kondisi global, gejolak geopolitik, lomba persenjataan, dan perang tarif, target pertumbuhan 5,4% cukup realistis,&amp;quot; ujar Anindya dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).&#13;
&#13;
Anindya mengapresiasi postur RAPBN 2026 yang dinilainya mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal. Belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.786,5 triliun, naik 7,3% dari perkiraan realisasi 2025.&#13;
&#13;
Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun, naik 9,8%. Defisit APBN dirancang sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48% dari PDB.&#13;
&#13;
Anindya juga mengapresiasi target pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,44&amp;ndash;4,96%, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,5&amp;ndash;7,5%, rasio Gini menjadi 0,377&amp;ndash;0,380, serta peningkatan Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti bahwa target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2026 sebesar Rp2.692 triliun, naik 12,8% dari perkiraan realisasi 2025. Namun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru turun 4,7% menjadi Rp455 triliun.&#13;
&#13;
Kemudian, yang paling menarik menurutnya adalah target penurunan utang baru. Pembiayaan pada RAPBN 2026 sebesar Rp638,8 triliun, turun 3,8%.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sesuai tekad Presiden Prabowo untuk mulai menurunkan posisi utang publik hingga nol persen,&amp;quot; kata Anindya.&#13;
&#13;
Defisit APBN 2026 yang lebih rendah juga dirancang dengan mempertimbangkan peran Danantara dan swasta yang akan semakin didorong untuk menopang investasi dalam negeri.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis di tengah gejolak global.&#13;
&#13;
Pertumbuhan ekonomi 2026 ditargetkan sebesar 5,4%, inflasi 2,5%, suku bunga SBN di kisaran 6,9%, dan nilai tukar di kisaran Rp16.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kondisi global, gejolak geopolitik, lomba persenjataan, dan perang tarif, target pertumbuhan 5,4% cukup realistis,&amp;quot; ujar Anindya dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).&#13;
&#13;
Anindya mengapresiasi postur RAPBN 2026 yang dinilainya mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal. Belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.786,5 triliun, naik 7,3% dari perkiraan realisasi 2025.&#13;
&#13;
Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun, naik 9,8%. Defisit APBN dirancang sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48% dari PDB.&#13;
&#13;
Anindya juga mengapresiasi target pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,44&amp;ndash;4,96%, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,5&amp;ndash;7,5%, rasio Gini menjadi 0,377&amp;ndash;0,380, serta peningkatan Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti bahwa target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2026 sebesar Rp2.692 triliun, naik 12,8% dari perkiraan realisasi 2025. Namun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru turun 4,7% menjadi Rp455 triliun.&#13;
&#13;
Kemudian, yang paling menarik menurutnya adalah target penurunan utang baru. Pembiayaan pada RAPBN 2026 sebesar Rp638,8 triliun, turun 3,8%.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sesuai tekad Presiden Prabowo untuk mulai menurunkan posisi utang publik hingga nol persen,&amp;quot; kata Anindya.&#13;
&#13;
Defisit APBN 2026 yang lebih rendah juga dirancang dengan mempertimbangkan peran Danantara dan swasta yang akan semakin didorong untuk menopang investasi dalam negeri.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
