<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Catat 3 Bank Tutup di 2025, Berikut Daftarnya</title><description>OJK mencabut izin usaha 3 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) hingga Agustus 2025. LPS menjamin simpanan nasabah. Daftar lengkap BPR yang ditutup sejak 2024.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/21/320/3164539/ojk-catat-3-bank-tutup-di-2025-berikut-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/21/320/3164539/ojk-catat-3-bank-tutup-di-2025-berikut-daftarnya"/><item><title>OJK Catat 3 Bank Tutup di 2025, Berikut Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/21/320/3164539/ojk-catat-3-bank-tutup-di-2025-berikut-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/21/320/3164539/ojk-catat-3-bank-tutup-di-2025-berikut-daftarnya</guid><pubDate>Jum'at 22 Agustus 2025 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Razid Alvian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/21/320/3164539/daftar_bank_tutup-NJSC_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Daftar Bank Tutup (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/21/320/3164539/daftar_bank_tutup-NJSC_large.png</image><title>Daftar Bank Tutup (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mencabut izin usaha Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Hingga Agustus 2025, sudah tiga BPR yang resmi ditutup, terbaru PT BPR Disky Suryajaya di Deliserdang, Sumatra Utara.&#13;
&#13;
Pencabutan izin usaha PT BPR Disky Suryajaya ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-58/D.03/2025 yang dikeluarkan pada 19 Agustus 2025.&#13;
&#13;
OJK menegaskan pencabutan izin usaha BPR merupakan bagian dari pengawasan untuk memperkuat industri perbankan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan pembayaran klaim penjaminan simpanan serta proses likuidasi PT BPR Disky Suryajaya di Deli Serdang, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan menyusul pencabutan izin usaha bank tersebut oleh OJK pada Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
LPS memastikan seluruh simpanan nasabah BPR Disky Suryajaya akan dibayar sesuai ketentuan. Proses rekonsiliasi dan verifikasi data dilakukan maksimal 90 hari kerja sejak pencabutan izin usaha, dengan dana pembayaran berasal dari LPS.&#13;
&#13;
Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto mengimbau nasabah tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang menawarkan jasa pengurusan klaim dengan imbalan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nasabah PT BPR Disky Suryajaya tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi bank, serta tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu pengurusan pembayaran klaim penjaminan simpanan dengan sejumlah imbalan atau biaya yang dibebankan kepada nasabah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum izin BPR Disky Suryajaya dicabut, terdapat 2 BPR lainnya yang mengalami nasib serupa. Berikut ini daftarnya:&#13;
&#13;
1. BPRS Gebu Prima&#13;
&#13;
OJK resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Gebu Prima yang berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim No.139, Medan, Sumatera Utara. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-23/D.03/2025 tanggal 17 April 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pencabutan izin usaha BPRS Gebu Prima merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta melindungi konsumen,&amp;rdquo; ujar keterangan OJK.&#13;
&#13;
2. BPR Dwicahaya Nusaperkasa&#13;
&#13;
OJK juga mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Dwicahaya Nusaperkasa yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno No.199, Mojorejo, Kota Batu, Jawa Timur. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-47/D.03/2025 tanggal 24 Juli 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencabutan izin usaha BPR Dwicahaya Nusaperkasa merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus memperkuat industri perbankan, serta menjaga kepercayaan masyarakat,&amp;quot; tulis siaran pers OJK.&#13;
&#13;
3. BPR Disky Suryajaya&#13;
&#13;
OJK resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Disky Suryajaya yang berlokasi di Jalan Medan&amp;ndash;Binjai Km 14,6, Komplek Padang Hijau Blok A No.18, Deliserdang, Sumatra Utara. Pencabutan izin usaha PT BPR Disky Suryajaya ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-58/D.03/2025 pada 19 Agustus 2025.&#13;
&#13;
OJK menjelaskan pencabutan izin usaha BPR merupakan langkah pengawasan untuk memperkuat industri perbankan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun jika dihitung sejak 2024 hingga tahun 2025, total 23 bank di Indonesia yang tutup. Berikut daftarnya:&#13;
&#13;
1. BPR Wijaya Kusuma&#13;
2. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)&#13;
3. BPR Usaha Madani Karya Mulia&#13;
4. BPR Pasar Bhakti Sidoarjo&#13;
5. BPR Purworejo&#13;
6. BPR EDC Cash&#13;
7. BPR Aceh Utara&#13;
8. BPR Sembilan Mutiara&#13;
9. BPR Bali Artha Anugrah&#13;
10. BPRS Saka Dana Mulia&#13;
11. BPR Dananta&#13;
12. BPR Bank Jepara Artha&#13;
13. BPR Lubuk Raya Mandiri&#13;
14. BPR Sumber Artha Waru Agung&#13;
15. BPR Nature Primadana Capital&#13;
16. BPRS Kota Juang (Perseroda)&#13;
17. BPR Duta Niaga&#13;
18. BPR Pakan Rabaa Solok Selatan&#13;
19. BPR Kencana&#13;
20. BPR Arfak Indonesia&#13;
21. BPRS Gebu Prima&#13;
22. BPR Dwicahaya Nusaperkasa&#13;
23. BPR Disky Suryajaya&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Sudah 3 Bank Tutup di 2025, Ini Daftarnya&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mencabut izin usaha Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Hingga Agustus 2025, sudah tiga BPR yang resmi ditutup, terbaru PT BPR Disky Suryajaya di Deliserdang, Sumatra Utara.&#13;
&#13;
Pencabutan izin usaha PT BPR Disky Suryajaya ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-58/D.03/2025 yang dikeluarkan pada 19 Agustus 2025.&#13;
&#13;
OJK menegaskan pencabutan izin usaha BPR merupakan bagian dari pengawasan untuk memperkuat industri perbankan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan pembayaran klaim penjaminan simpanan serta proses likuidasi PT BPR Disky Suryajaya di Deli Serdang, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan menyusul pencabutan izin usaha bank tersebut oleh OJK pada Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
LPS memastikan seluruh simpanan nasabah BPR Disky Suryajaya akan dibayar sesuai ketentuan. Proses rekonsiliasi dan verifikasi data dilakukan maksimal 90 hari kerja sejak pencabutan izin usaha, dengan dana pembayaran berasal dari LPS.&#13;
&#13;
Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto mengimbau nasabah tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang menawarkan jasa pengurusan klaim dengan imbalan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nasabah PT BPR Disky Suryajaya tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi bank, serta tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu pengurusan pembayaran klaim penjaminan simpanan dengan sejumlah imbalan atau biaya yang dibebankan kepada nasabah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum izin BPR Disky Suryajaya dicabut, terdapat 2 BPR lainnya yang mengalami nasib serupa. Berikut ini daftarnya:&#13;
&#13;
1. BPRS Gebu Prima&#13;
&#13;
OJK resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Gebu Prima yang berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim No.139, Medan, Sumatera Utara. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-23/D.03/2025 tanggal 17 April 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pencabutan izin usaha BPRS Gebu Prima merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta melindungi konsumen,&amp;rdquo; ujar keterangan OJK.&#13;
&#13;
2. BPR Dwicahaya Nusaperkasa&#13;
&#13;
OJK juga mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Dwicahaya Nusaperkasa yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno No.199, Mojorejo, Kota Batu, Jawa Timur. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-47/D.03/2025 tanggal 24 Juli 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencabutan izin usaha BPR Dwicahaya Nusaperkasa merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus memperkuat industri perbankan, serta menjaga kepercayaan masyarakat,&amp;quot; tulis siaran pers OJK.&#13;
&#13;
3. BPR Disky Suryajaya&#13;
&#13;
OJK resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Disky Suryajaya yang berlokasi di Jalan Medan&amp;ndash;Binjai Km 14,6, Komplek Padang Hijau Blok A No.18, Deliserdang, Sumatra Utara. Pencabutan izin usaha PT BPR Disky Suryajaya ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-58/D.03/2025 pada 19 Agustus 2025.&#13;
&#13;
OJK menjelaskan pencabutan izin usaha BPR merupakan langkah pengawasan untuk memperkuat industri perbankan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun jika dihitung sejak 2024 hingga tahun 2025, total 23 bank di Indonesia yang tutup. Berikut daftarnya:&#13;
&#13;
1. BPR Wijaya Kusuma&#13;
2. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)&#13;
3. BPR Usaha Madani Karya Mulia&#13;
4. BPR Pasar Bhakti Sidoarjo&#13;
5. BPR Purworejo&#13;
6. BPR EDC Cash&#13;
7. BPR Aceh Utara&#13;
8. BPR Sembilan Mutiara&#13;
9. BPR Bali Artha Anugrah&#13;
10. BPRS Saka Dana Mulia&#13;
11. BPR Dananta&#13;
12. BPR Bank Jepara Artha&#13;
13. BPR Lubuk Raya Mandiri&#13;
14. BPR Sumber Artha Waru Agung&#13;
15. BPR Nature Primadana Capital&#13;
16. BPRS Kota Juang (Perseroda)&#13;
17. BPR Duta Niaga&#13;
18. BPR Pakan Rabaa Solok Selatan&#13;
19. BPR Kencana&#13;
20. BPR Arfak Indonesia&#13;
21. BPRS Gebu Prima&#13;
22. BPR Dwicahaya Nusaperkasa&#13;
23. BPR Disky Suryajaya&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Sudah 3 Bank Tutup di 2025, Ini Daftarnya&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
