<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga di Semester II-2025</title><description>Bank Indonesia memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga acuan dua kali pada semester II-2025, masing-masing 25 basis poin. Penurunan ini didorong oleh tren penurunan inflasi di Amerika Serikat. BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/24/320/3165027/the-fed-diprediksi-pangkas-suku-bunga-di-semester-ii-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/24/320/3165027/the-fed-diprediksi-pangkas-suku-bunga-di-semester-ii-2025"/><item><title>The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga di Semester II-2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/24/320/3165027/the-fed-diprediksi-pangkas-suku-bunga-di-semester-ii-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/24/320/3165027/the-fed-diprediksi-pangkas-suku-bunga-di-semester-ii-2025</guid><pubDate>Minggu 24 Agustus 2025 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/24/320/3165027/bank_indonesia_prediksi_the_fed_pangkas_suku_bunga-hGAz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/24/320/3165027/bank_indonesia_prediksi_the_fed_pangkas_suku_bunga-hGAz_large.jpg</image><title>Bank Indonesia Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak dua kali pada semester II-2025.&#13;
&#13;
Setiap penurunan diproyeksi sebesar 25 basis poin, yang diyakini sejalan dengan tren penurunan inflasi di Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan tekanan inflasi di AS yang terus melandai memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami perkirakan Fed Funds Rate di semester II ini akan menurun dua kali, masing-masing 25 basis poin. Dan ini probabilitasnya semakin tinggi,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, dikutip Minggu (24/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Perry, inflasi global menurun lebih cepat seiring pelemahan permintaan, sehingga dapat berpengaruh terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal ini dinilai menjadi faktor pendorong arah kebijakan moneter akomodatif di berbagai negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keseluruhan trendnya pertumbuhan ekonomi global akan menurun, inflasinya akan kecenderungan menurun, arah kebijakan moneter akan akomodatif,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Namun, Perry menegaskan ketidakpastian pasar keuangan global masih berlangsung dalam jangka pendek.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi domestik untuk menghadapi dinamika global yang masih penuh risiko.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah yang membawa suatu ketidakpastian pasar uang global jangka pendek yang perlu harus tetap kita waspadai dan perlu kita respons,&amp;quot; tutur Perry.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak dua kali pada semester II-2025.&#13;
&#13;
Setiap penurunan diproyeksi sebesar 25 basis poin, yang diyakini sejalan dengan tren penurunan inflasi di Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan tekanan inflasi di AS yang terus melandai memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami perkirakan Fed Funds Rate di semester II ini akan menurun dua kali, masing-masing 25 basis poin. Dan ini probabilitasnya semakin tinggi,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, dikutip Minggu (24/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Perry, inflasi global menurun lebih cepat seiring pelemahan permintaan, sehingga dapat berpengaruh terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal ini dinilai menjadi faktor pendorong arah kebijakan moneter akomodatif di berbagai negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keseluruhan trendnya pertumbuhan ekonomi global akan menurun, inflasinya akan kecenderungan menurun, arah kebijakan moneter akan akomodatif,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Namun, Perry menegaskan ketidakpastian pasar keuangan global masih berlangsung dalam jangka pendek.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi domestik untuk menghadapi dinamika global yang masih penuh risiko.&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah yang membawa suatu ketidakpastian pasar uang global jangka pendek yang perlu harus tetap kita waspadai dan perlu kita respons,&amp;quot; tutur Perry.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
