<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kereta Cepat Whoosh Kembali Terhenti Akibat Layangan Nyangkut</title><description>Perjalanan Kereta Cepat Whoosh sempat tertahan akibat layangan yang tersangkut di jaringan listrik. KCIC memohon maaf dan mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur kereta demi keselamatan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165224/kereta-cepat-whoosh-kembali-terhenti-akibat-layangan-nyangkut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165224/kereta-cepat-whoosh-kembali-terhenti-akibat-layangan-nyangkut"/><item><title>Kereta Cepat Whoosh Kembali Terhenti Akibat Layangan Nyangkut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165224/kereta-cepat-whoosh-kembali-terhenti-akibat-layangan-nyangkut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165224/kereta-cepat-whoosh-kembali-terhenti-akibat-layangan-nyangkut</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2025 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165224/layangan_nyangkut_pada_jalur_kereta_cepat-Upev_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Layangan Nyangkut pada Jalur Kereta Cepat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165224/layangan_nyangkut_pada_jalur_kereta_cepat-Upev_large.jpg</image><title>Layangan Nyangkut pada Jalur Kereta Cepat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Summarecon - Halim sempat tertahan sejenak di jalur KM 111+200, tepat di depan salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang. Hal ini dikarenakan ada benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (Overhead Catenary System/OCS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini. Namun langkah penghentian sementara harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur Keselamatan demi menjamin perjalanan tetap aman,&amp;quot; ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam keterangan resmi, Senin (25 Agustus 2025).&#13;
&#13;
Kejadian bermula sekitar pukul 19.34 WIB ketika masinis KA G1053 melaporkan adanya benang layang-layang yang tersangkut di OCS.&#13;
&#13;
Train Control (TC) segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan instruksi pembatasan kecepatan, penurunan pantograph, serta peningkatan pengawasan kepada kereta yang melintas di area tersebut.&#13;
&#13;
Sekitar pukul 20.21 WIB, KA G1060 dihentikan di KM 111+330 untuk menurunkan petugas Power Supply yang langsung melakukan evakuasi manual terhadap benang layang-layang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya dalam waktu 5 menit sejak listrik dimatikan, tepatnya pada pukul 20.26 WIB aliran listrik kembali normal dan pada pukul 20.29 WIB kereta dapat kembali dijalankan.&#13;
&#13;
KCIC kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Aktivitas ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan gangguan teknis, penghentian perjalanan, hingga potensi kecelakaan yang tidak diinginkan.&#13;
&#13;
Saat ini, regulasi khusus atau Peraturan Pemerintah yang memuat larangan bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat masih dalam proses pembahasan oleh seluruh stakeholder.&#13;
&#13;
Meski demikian, KCIC terus memperkuat sinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa di lokasi yang rawan gangguan layang-layang.&#13;
&#13;
Patroli gabungan dilakukan di wilayah Kecamatan Padalarang, Cimahi Tengah, Bandung Kulon, Bojongloa Kidul dan Bandung Kidul.&#13;
&#13;
Melalui kegiatan ini, dilakukan pemantauan langsung, edukasi, imbauan, serta pelarangan kepada masyarakat yang kedapatan bermain layang-layang agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan Whoosh semakin meningkat.&#13;
&#13;
Sebelumnya PT KCIC mencatat peningkatan signifikan gangguan perjalanan kereta cepat Whoosh akibat layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik jalur kereta cepat. Pada bulan Juni 2025, telah terjadi 50 kali gangguan operasional yang disebabkan oleh layang-layang yang tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) atau jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).&#13;
&#13;
Terjadi pada Senin, 23 Juni 2025, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan Whoosh hingga 50 menit dan membuat sejumlah perjalanan Whoosh terhambat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Summarecon - Halim sempat tertahan sejenak di jalur KM 111+200, tepat di depan salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang. Hal ini dikarenakan ada benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (Overhead Catenary System/OCS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini. Namun langkah penghentian sementara harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur Keselamatan demi menjamin perjalanan tetap aman,&amp;quot; ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam keterangan resmi, Senin (25 Agustus 2025).&#13;
&#13;
Kejadian bermula sekitar pukul 19.34 WIB ketika masinis KA G1053 melaporkan adanya benang layang-layang yang tersangkut di OCS.&#13;
&#13;
Train Control (TC) segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan instruksi pembatasan kecepatan, penurunan pantograph, serta peningkatan pengawasan kepada kereta yang melintas di area tersebut.&#13;
&#13;
Sekitar pukul 20.21 WIB, KA G1060 dihentikan di KM 111+330 untuk menurunkan petugas Power Supply yang langsung melakukan evakuasi manual terhadap benang layang-layang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya dalam waktu 5 menit sejak listrik dimatikan, tepatnya pada pukul 20.26 WIB aliran listrik kembali normal dan pada pukul 20.29 WIB kereta dapat kembali dijalankan.&#13;
&#13;
KCIC kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Aktivitas ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan gangguan teknis, penghentian perjalanan, hingga potensi kecelakaan yang tidak diinginkan.&#13;
&#13;
Saat ini, regulasi khusus atau Peraturan Pemerintah yang memuat larangan bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat masih dalam proses pembahasan oleh seluruh stakeholder.&#13;
&#13;
Meski demikian, KCIC terus memperkuat sinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa di lokasi yang rawan gangguan layang-layang.&#13;
&#13;
Patroli gabungan dilakukan di wilayah Kecamatan Padalarang, Cimahi Tengah, Bandung Kulon, Bojongloa Kidul dan Bandung Kidul.&#13;
&#13;
Melalui kegiatan ini, dilakukan pemantauan langsung, edukasi, imbauan, serta pelarangan kepada masyarakat yang kedapatan bermain layang-layang agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan Whoosh semakin meningkat.&#13;
&#13;
Sebelumnya PT KCIC mencatat peningkatan signifikan gangguan perjalanan kereta cepat Whoosh akibat layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik jalur kereta cepat. Pada bulan Juni 2025, telah terjadi 50 kali gangguan operasional yang disebabkan oleh layang-layang yang tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) atau jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).&#13;
&#13;
Terjadi pada Senin, 23 Juni 2025, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan Whoosh hingga 50 menit dan membuat sejumlah perjalanan Whoosh terhambat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
