<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Eceran Tertinggi Beras Medium Diusulkan Naik, Segini per Kg</title><description>Pemerintah mengusulkan kenaikan HET beras medium karena perubahan biaya produksi dan distribusi. Usulan HET baru berkisar Rp13.500 - Rp15.500 per kg, tergantung zonasi wilayah. Masih dalam tahap pembahasan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165361/harga-eceran-tertinggi-beras-medium-diusulkan-naik-segini-per-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165361/harga-eceran-tertinggi-beras-medium-diusulkan-naik-segini-per-kg"/><item><title>Harga Eceran Tertinggi Beras Medium Diusulkan Naik, Segini per Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165361/harga-eceran-tertinggi-beras-medium-diusulkan-naik-segini-per-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165361/harga-eceran-tertinggi-beras-medium-diusulkan-naik-segini-per-kg</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2025 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165361/beras-RqOH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165361/beras-RqOH_large.jpg</image><title>Pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. Langkah ini harus dilakukan karena adanya perubahan struktur biaya produksi dan distribusi yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan ketentuan harga yang berlaku saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harga eceran tertinggi beras di tingkat konsumen ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi dan distribusi saat ini, sehingga untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras, perlu dilakukan evaluasi terhadap Harga Eceran Tertinggi beras,&amp;quot; ujar Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Andriko, usulan perubahan HET ini telah dibahas dalam sejumlah rapat koordinasi, termasuk Rapat Terbatas Tata Kelola Perberasan pada 13 Agustus 2025, serta Rapat Koordinasi Eselon I antar-kementerian dan lembaga pada 22 Agustus 2025. Dalam rancangan penyesuaian yang diusulkan, harga HET beras medium masih akan disesuaikan berdasarkan zonasi wilayah.&#13;
&#13;
Andriko mengungkap bahwa usulan penyesuaian HET beras medium untuk Zona 1 adalah Rp13.500 per kg, sementara untuk Zona 2 adalah Rp14.000 per kg, dan Zona 3 Rp15.500 per kg. Secara rinci:&#13;
&#13;
Zona 1: Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi&#13;
&#13;
Zona 2: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, NTT, Kalimantan&#13;
&#13;
Zona 3: Maluku dan Papua&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini masih dalam tahap pembahasan,&amp;quot; terang Andriko.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk diketahui, saat ini HET beras medium berlaku sebesar:&#13;
&#13;
Rp12.500 per kg di Zona 1&#13;
&#13;
Rp13.100 per kg di Zona 2&#13;
&#13;
Rp13.500 per kg di Zona 3&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. Langkah ini harus dilakukan karena adanya perubahan struktur biaya produksi dan distribusi yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan ketentuan harga yang berlaku saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harga eceran tertinggi beras di tingkat konsumen ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi dan distribusi saat ini, sehingga untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras, perlu dilakukan evaluasi terhadap Harga Eceran Tertinggi beras,&amp;quot; ujar Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Andriko, usulan perubahan HET ini telah dibahas dalam sejumlah rapat koordinasi, termasuk Rapat Terbatas Tata Kelola Perberasan pada 13 Agustus 2025, serta Rapat Koordinasi Eselon I antar-kementerian dan lembaga pada 22 Agustus 2025. Dalam rancangan penyesuaian yang diusulkan, harga HET beras medium masih akan disesuaikan berdasarkan zonasi wilayah.&#13;
&#13;
Andriko mengungkap bahwa usulan penyesuaian HET beras medium untuk Zona 1 adalah Rp13.500 per kg, sementara untuk Zona 2 adalah Rp14.000 per kg, dan Zona 3 Rp15.500 per kg. Secara rinci:&#13;
&#13;
Zona 1: Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi&#13;
&#13;
Zona 2: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, NTT, Kalimantan&#13;
&#13;
Zona 3: Maluku dan Papua&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini masih dalam tahap pembahasan,&amp;quot; terang Andriko.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk diketahui, saat ini HET beras medium berlaku sebesar:&#13;
&#13;
Rp12.500 per kg di Zona 1&#13;
&#13;
Rp13.100 per kg di Zona 2&#13;
&#13;
Rp13.500 per kg di Zona 3&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
