<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Ungkap Beli LPG 3 Kg Pakai KTP Berlaku 2026</title><description>Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pembelian LPG 3 kilogram (kg) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP akan berlaku tahun 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165401/bahlil-ungkap-beli-lpg-3-kg-pakai-ktp-berlaku-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165401/bahlil-ungkap-beli-lpg-3-kg-pakai-ktp-berlaku-2026"/><item><title>Bahlil Ungkap Beli LPG 3 Kg Pakai KTP Berlaku 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165401/bahlil-ungkap-beli-lpg-3-kg-pakai-ktp-berlaku-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/25/320/3165401/bahlil-ungkap-beli-lpg-3-kg-pakai-ktp-berlaku-2026</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2025 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165401/bahlil-AThC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Ungkap Beli LPG 3 Kg Pakai KTP Berlaku 2026 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/25/320/3165401/bahlil-AThC_large.jpg</image><title>Bahlil Ungkap Beli LPG 3 Kg Pakai KTP Berlaku 2026 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pembelian LPG 3 kilogram (kg) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP akan berlaku tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun depan, iya (beli LPG berdasarkan NIK),&amp;quot; kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, penerapan ini bertujuan agar subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat miskin. Sebab, LPG 3 kg diperuntukkan untuk masyarakat miskin.&#13;
&#13;
Nantinya gas LPG 3 kg hanya boleh dibeli oleh masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 4. Desil 1 sampai 4 adalah pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan dari yang paling rendah (Desil 1: 0-10%) hingga 40% terendah secara nasional, yang mengindikasikan tingkat kemiskinan dan kerentanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kelompok desil 1-4 ini umumnya menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah seperti PKH dan BPNT karena dianggap paling membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat menengah atas tidak lagi membeli LPG 3 kg. &amp;quot;Jadi ya kalian jangan pakai LPG 3 kg lah, desil 8,9,10 saya pikir mereka dengan kesadaran lah,&amp;quot; ujarna.&#13;
&#13;
Menurutnya, akan diterbitkan aturan teknis pembelian LPG 3 kg pakai KTP mulai tahun 2026. Datanya akan menggunakan data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknisnya lagi diatur dan nanti datanya data tunggal dari BPS, teknisnya akan dirapatkan setelah disahkan APBN,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pembelian LPG 3 kilogram (kg) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP akan berlaku tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun depan, iya (beli LPG berdasarkan NIK),&amp;quot; kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, penerapan ini bertujuan agar subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat miskin. Sebab, LPG 3 kg diperuntukkan untuk masyarakat miskin.&#13;
&#13;
Nantinya gas LPG 3 kg hanya boleh dibeli oleh masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 4. Desil 1 sampai 4 adalah pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan dari yang paling rendah (Desil 1: 0-10%) hingga 40% terendah secara nasional, yang mengindikasikan tingkat kemiskinan dan kerentanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kelompok desil 1-4 ini umumnya menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah seperti PKH dan BPNT karena dianggap paling membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat menengah atas tidak lagi membeli LPG 3 kg. &amp;quot;Jadi ya kalian jangan pakai LPG 3 kg lah, desil 8,9,10 saya pikir mereka dengan kesadaran lah,&amp;quot; ujarna.&#13;
&#13;
Menurutnya, akan diterbitkan aturan teknis pembelian LPG 3 kg pakai KTP mulai tahun 2026. Datanya akan menggunakan data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknisnya lagi diatur dan nanti datanya data tunggal dari BPS, teknisnya akan dirapatkan setelah disahkan APBN,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
