<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Harus Diiringi Pemerataan</title><description>Ketua IBC, Arsjad Rasjid menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang diiringi pemerataan kesejahteraan untuk mencapai visi Indonesia Maju. Pertumbuhan 8% harus inklusif dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Penguatan ekspor juga krusial.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-harus-diiringi-pemerataan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-harus-diiringi-pemerataan"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Harus Diiringi Pemerataan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-harus-diiringi-pemerataan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan-ekonomi-dinilai-harus-diiringi-pemerataan</guid><pubDate>Selasa 26 Agustus 2025 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan_ekonomi_ri-ua2Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/26/320/3165530/pertumbuhan_ekonomi_ri-ua2Z_large.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid menyatakan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dalam upaya mewujudkan visi Presiden Prabowo untuk menghapus kemiskinan dan mendorong Indonesia menjadi negara maju.&#13;
&#13;
Menurut Arsjad, hal tersebut seiring dengan menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam iklim bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuan kita jelas, 0 persen keinginan kita tidak ada kemiskinan, bersamaan kita ingin ada pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang sekarang dikatakan 8 persen,&amp;rdquo; ujar Arsjad dalam Press Conference IBC di Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Arsjad menekankan, angka pertumbuhan delapan persen bukan semata target statistik, tetapi representasi dari upaya menciptakan ekonomi yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan lihat angka 8 tapi yang penting adalah bagaimana bisa ke depan kita lebih baik lagi dalam sisi pertumbuhan ekonomi, karena memang tanpa adanya pertumbuhan ekonomi nggak mungkin bisa menjadi negara maju,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Arsjad juga mengingatkan bahwa upaya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi tidak boleh mengabaikan aspek keadilan dan pemerataan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;0 persen kemiskinan berbeda sekali dengan 0-8. Kita harus memastikan pertumbuhan itu dirasakan semua orang, tidak hanya segelintir pihak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam konteks dinamika ekonomi global, Arsjad juga menyoroti pentingnya memperkuat ekspor dan daya saing Indonesia di pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat sebenarnya ini berapa sih besar ekspor Indonesia? Kita berbeda dengan VAT sebagai contoh,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid menyatakan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dalam upaya mewujudkan visi Presiden Prabowo untuk menghapus kemiskinan dan mendorong Indonesia menjadi negara maju.&#13;
&#13;
Menurut Arsjad, hal tersebut seiring dengan menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam iklim bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuan kita jelas, 0 persen keinginan kita tidak ada kemiskinan, bersamaan kita ingin ada pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang sekarang dikatakan 8 persen,&amp;rdquo; ujar Arsjad dalam Press Conference IBC di Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Arsjad menekankan, angka pertumbuhan delapan persen bukan semata target statistik, tetapi representasi dari upaya menciptakan ekonomi yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan lihat angka 8 tapi yang penting adalah bagaimana bisa ke depan kita lebih baik lagi dalam sisi pertumbuhan ekonomi, karena memang tanpa adanya pertumbuhan ekonomi nggak mungkin bisa menjadi negara maju,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Arsjad juga mengingatkan bahwa upaya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi tidak boleh mengabaikan aspek keadilan dan pemerataan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;0 persen kemiskinan berbeda sekali dengan 0-8. Kita harus memastikan pertumbuhan itu dirasakan semua orang, tidak hanya segelintir pihak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam konteks dinamika ekonomi global, Arsjad juga menyoroti pentingnya memperkuat ekspor dan daya saing Indonesia di pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat sebenarnya ini berapa sih besar ekspor Indonesia? Kita berbeda dengan VAT sebagai contoh,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
