<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Buka Suara soal Ompreng MBG Impor Diduga Mengandung Minyak Babi</title><description>Kantor Kepresidenan buka suara soal ompreng MBG yang diimpor dari China diduga mengandung bahan berbahaya dan minyak babi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165638/istana-buka-suara-soal-ompreng-mbg-impor-diduga-mengandung-minyak-babi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165638/istana-buka-suara-soal-ompreng-mbg-impor-diduga-mengandung-minyak-babi"/><item><title>Istana Buka Suara soal Ompreng MBG Impor Diduga Mengandung Minyak Babi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165638/istana-buka-suara-soal-ompreng-mbg-impor-diduga-mengandung-minyak-babi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/320/3165638/istana-buka-suara-soal-ompreng-mbg-impor-diduga-mengandung-minyak-babi</guid><pubDate>Selasa 26 Agustus 2025 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/26/320/3165638/hasan_nasbi-mbR6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Istana Buka Suara soal Ompreng MBG Impor Diduga Mengandung Minyak Babi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/26/320/3165638/hasan_nasbi-mbR6_large.jpg</image><title>Istana Buka Suara soal Ompreng MBG Impor Diduga Mengandung Minyak Babi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi buka suara soal ompreng atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diimpor dari China diduga mengandung bahan berbahaya dan minyak babi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasan menyatakan pemerintah belum menemukan bukti akan hal tersebut. Menurutnya, isu tersebut masih bersifat spekulatif dan siap diuji secara ilmiah jika diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejauh ini kita tidak menemukan. Tetapi kalau &amp;nbsp;memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM,&amp;rdquo; kata Hasan di kantornya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Dia menyebutkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak BPOM. Dari hasil komunikasi itu, kata dia, pengujian ada atau tidaknya dugaan tersebut bisa dilakukan di BPOM.&#13;
&#13;
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu sensitif yang belum terverifikasi. Ia menegaskan, pemerintah selalu memastikan keamanan dan keselamatan para penerima MBG.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi itu pentingnya kita tidak gampang termakan oleh isu-isu. Apalagi isu-isu yang sangat sensitif dan itu kan memang harus diperiksa. Yang jelas pemerintah akan memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan untuk para pengguna, apalagi ini penerima manfaat MBG,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, isu dugaan penggunaan ompreng impor itu pertama kali mencuat dari unggahan akun X @fahrisalam. Dalam unggahannya, Fahri menyertakan foto ompreng MBG berlabel Made in Indonesia.&#13;
&#13;
Padahal, ompreng itu diproduksi di industri rumahan di China, serta diduga mengandung lemak babi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nampan MBG sengaja dilabeli &amp;ldquo;made in indonesia&amp;rdquo; tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang,&amp;rdquo; tulis @fahrisalam.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi buka suara soal ompreng atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diimpor dari China diduga mengandung bahan berbahaya dan minyak babi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasan menyatakan pemerintah belum menemukan bukti akan hal tersebut. Menurutnya, isu tersebut masih bersifat spekulatif dan siap diuji secara ilmiah jika diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejauh ini kita tidak menemukan. Tetapi kalau &amp;nbsp;memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM,&amp;rdquo; kata Hasan di kantornya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Dia menyebutkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak BPOM. Dari hasil komunikasi itu, kata dia, pengujian ada atau tidaknya dugaan tersebut bisa dilakukan di BPOM.&#13;
&#13;
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu sensitif yang belum terverifikasi. Ia menegaskan, pemerintah selalu memastikan keamanan dan keselamatan para penerima MBG.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi itu pentingnya kita tidak gampang termakan oleh isu-isu. Apalagi isu-isu yang sangat sensitif dan itu kan memang harus diperiksa. Yang jelas pemerintah akan memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan untuk para pengguna, apalagi ini penerima manfaat MBG,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, isu dugaan penggunaan ompreng impor itu pertama kali mencuat dari unggahan akun X @fahrisalam. Dalam unggahannya, Fahri menyertakan foto ompreng MBG berlabel Made in Indonesia.&#13;
&#13;
Padahal, ompreng itu diproduksi di industri rumahan di China, serta diduga mengandung lemak babi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nampan MBG sengaja dilabeli &amp;ldquo;made in indonesia&amp;rdquo; tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang,&amp;rdquo; tulis @fahrisalam.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
