<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Anak Muda Perlu Pikirkan Warisan sejak Dini</title><description>Ini alasan anak muda perlu pikirkan warisan sejak dini. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, perencanaan warisan sejak dini mulai menjadi perhatian.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/622/3165616/ini-alasan-anak-muda-perlu-pikirkan-warisan-sejak-dini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/622/3165616/ini-alasan-anak-muda-perlu-pikirkan-warisan-sejak-dini"/><item><title>Ini Alasan Anak Muda Perlu Pikirkan Warisan sejak Dini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/622/3165616/ini-alasan-anak-muda-perlu-pikirkan-warisan-sejak-dini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/26/622/3165616/ini-alasan-anak-muda-perlu-pikirkan-warisan-sejak-dini</guid><pubDate>Selasa 26 Agustus 2025 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/26/622/3165616/keuangan-gCUM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Alasan Anak Muda Perlu Pikirkan Warisan sejak Dini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/26/622/3165616/keuangan-gCUM_large.jpg</image><title>Ini Alasan Anak Muda Perlu Pikirkan Warisan sejak Dini (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ini alasan anak muda perlu pikirkan warisan sejak dini. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, perencanaan warisan sejak dini mulai menjadi perhatian.&#13;
&#13;
Menurut data Global Asia Insurance Partnership (2022), kesenjangan perlindungan di Asia Pasifik telah mencapai USD886 miliar, meningkat 38 persen dalam lima tahun terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini menggambarkan selisih besar antara kebutuhan perlindungan masyarakat dengan perlindungan yang benar-benar dimiliki, sehingga masih banyak keluarga yang belum terlindungi secara finansial. Indonesia berkontribusi hampir 50 persen terhadap angka tersebut, menunjukkan masih tergolong rentan secara finansial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memahami bahwa generasi produktif saat ini menghadapi berbagai tantangan finansial, biaya hidup yang terus meningkat, ketidakpastian masa depan, hingga kebutuhan akan warisan yang terencana,&amp;quot; kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo di Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 18-35 tahun mencatat literasi dan inklusi keuangan tertinggi, 74,05% skor literasi di kelompok 18-25 tahun dan 89,96% di umur 26-35 tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, proyeksi BPS menyebutkan bahwa penduduk usia produktif akan mendominasi 68% total populasi Indonesia pada tahun 2020-2030, menciptakan peluang besar bagi Solusi keuangan dan perlindungan yang inklusif, fleksible dan lengkap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa akses terhadap perlindungan berkualitas tidak boleh terbatas pada segmen tertentu. Dengan premi yang terjangkau dan fitur-fitur unggulan, kami ingin menjadikan perencanaan warisan sebagai sesuatu yang dapat dilakukan oleh lebih banyak lagi keluarga di Indonesia dan generasi produktif masa kini, tanpa harus menunda,&amp;rdquo; katanya saat menjelaskan soal Sun Proteksi Heritage 100&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sun Proteksi Heritage 100 ini menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan hasil riset Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 Balancing Today&amp;rsquo;s Need and Tomorrow&amp;rsquo;s Goal, yang mengungkapkan bahwa hanya separuh dari masyarakat Indonesia merasa siap menghadapi kondisi darurat finansial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Banyak dari mereka lebih memprioritaskan kebutuhan jangka pendek dan belum memiliki rencana pensiun atau warisan yang mumpuni.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ini alasan anak muda perlu pikirkan warisan sejak dini. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, perencanaan warisan sejak dini mulai menjadi perhatian.&#13;
&#13;
Menurut data Global Asia Insurance Partnership (2022), kesenjangan perlindungan di Asia Pasifik telah mencapai USD886 miliar, meningkat 38 persen dalam lima tahun terakhir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini menggambarkan selisih besar antara kebutuhan perlindungan masyarakat dengan perlindungan yang benar-benar dimiliki, sehingga masih banyak keluarga yang belum terlindungi secara finansial. Indonesia berkontribusi hampir 50 persen terhadap angka tersebut, menunjukkan masih tergolong rentan secara finansial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memahami bahwa generasi produktif saat ini menghadapi berbagai tantangan finansial, biaya hidup yang terus meningkat, ketidakpastian masa depan, hingga kebutuhan akan warisan yang terencana,&amp;quot; kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo di Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 18-35 tahun mencatat literasi dan inklusi keuangan tertinggi, 74,05% skor literasi di kelompok 18-25 tahun dan 89,96% di umur 26-35 tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, proyeksi BPS menyebutkan bahwa penduduk usia produktif akan mendominasi 68% total populasi Indonesia pada tahun 2020-2030, menciptakan peluang besar bagi Solusi keuangan dan perlindungan yang inklusif, fleksible dan lengkap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa akses terhadap perlindungan berkualitas tidak boleh terbatas pada segmen tertentu. Dengan premi yang terjangkau dan fitur-fitur unggulan, kami ingin menjadikan perencanaan warisan sebagai sesuatu yang dapat dilakukan oleh lebih banyak lagi keluarga di Indonesia dan generasi produktif masa kini, tanpa harus menunda,&amp;rdquo; katanya saat menjelaskan soal Sun Proteksi Heritage 100&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sun Proteksi Heritage 100 ini menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan hasil riset Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 Balancing Today&amp;rsquo;s Need and Tomorrow&amp;rsquo;s Goal, yang mengungkapkan bahwa hanya separuh dari masyarakat Indonesia merasa siap menghadapi kondisi darurat finansial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Banyak dari mereka lebih memprioritaskan kebutuhan jangka pendek dan belum memiliki rencana pensiun atau warisan yang mumpuni.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
