<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok 2 Persen: Gejolak Domestik Jadi Pemicu Utama?</title><description>IHSG anjlok 2% akibat gejolak sosial politik dalam negeri. Investor khawatir aksi massa dan respons pemerintah yang kurang tepat memperburuk situasi. Rupiah ikut berfluktuasi. Support IHSG di 7.800-7.840 jadi kunci.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/29/278/3166237/ihsg-anjlok-2-persen-gejolak-domestik-jadi-pemicu-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/08/29/278/3166237/ihsg-anjlok-2-persen-gejolak-domestik-jadi-pemicu-utama"/><item><title>IHSG Anjlok 2 Persen: Gejolak Domestik Jadi Pemicu Utama?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/08/29/278/3166237/ihsg-anjlok-2-persen-gejolak-domestik-jadi-pemicu-utama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/08/29/278/3166237/ihsg-anjlok-2-persen-gejolak-domestik-jadi-pemicu-utama</guid><pubDate>Jum'at 29 Agustus 2025 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/29/278/3166237/ihsg_melemah-2otF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Melemah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/29/278/3166237/ihsg_melemah-2otF_large.jpg</image><title>IHSG Melemah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pagi ini seiring meningkatnya gejolak sosial dan politik di dalam negeri.&#13;
&#13;
Pada perdagangan Jumat (28/8/2025) IHSG sempat anjlok 2 persen pada sesi pagi. Sehari sebelumnya, IHSG juga terkena aksi jual investor.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal dan Founder StockNow Hendra Wardana menilai tekanan jual ini tidak hanya dipicu faktor global, melainkan sentimen domestik yang memburuk.&#13;
&#13;
Aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah, dinilai menimbulkan ketidakpastian politik, sehingga pasar keuangan merespons dengan cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas. Begitu muncul potensi risiko keamanan, investor asing maupun domestik cenderung menahan diri, bahkan melepas portofolio untuk mengamankan posisi likuid,&amp;rdquo; ujar Hendra, Jumat (29/8).&#13;
&#13;
Gejolak sosial juga dinilai memengaruhi nilai tukar rupiah yang ikut berfluktuasi.&#13;
&#13;
Menurut Hendra, sorotan media internasional terhadap situasi di Indonesia membuat investor global semakin waspada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Gejolak sosial ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai belum tepat. Alih-alih menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat, langkah yang muncul justru berupa himbauan work from home (WFH) bagi anggota DPR,&amp;quot; jelas Hendra.&#13;
&#13;
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mendekati area support penting di kisaran gap 7.800&amp;ndash;7.840.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Area ini diperkirakan akan menjadi penahan pertama bagi tekanan jual. Jika level ini bertahan, ada peluang IHSG kembali konsolidasi. Namun bila jebol, risiko koreksi lebih dalam bisa terbuka,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Hendra menambahkan, pelaku pasar modal saat ini memilih strategi defensif sembari menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah di tengah meningkatnya aksi massa.&#13;
&#13;
Ke depan, rencana aksi lanjutan dari mahasiswa pada Jumat siang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor. Stabilitas sosial dan politik dinilai krusial untuk meredakan tekanan pada IHSG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pagi ini seiring meningkatnya gejolak sosial dan politik di dalam negeri.&#13;
&#13;
Pada perdagangan Jumat (28/8/2025) IHSG sempat anjlok 2 persen pada sesi pagi. Sehari sebelumnya, IHSG juga terkena aksi jual investor.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal dan Founder StockNow Hendra Wardana menilai tekanan jual ini tidak hanya dipicu faktor global, melainkan sentimen domestik yang memburuk.&#13;
&#13;
Aksi massa yang merebak di Jakarta dan sejumlah daerah, dinilai menimbulkan ketidakpastian politik, sehingga pasar keuangan merespons dengan cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas. Begitu muncul potensi risiko keamanan, investor asing maupun domestik cenderung menahan diri, bahkan melepas portofolio untuk mengamankan posisi likuid,&amp;rdquo; ujar Hendra, Jumat (29/8).&#13;
&#13;
Gejolak sosial juga dinilai memengaruhi nilai tukar rupiah yang ikut berfluktuasi.&#13;
&#13;
Menurut Hendra, sorotan media internasional terhadap situasi di Indonesia membuat investor global semakin waspada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Gejolak sosial ini diperparah oleh respons pemerintah yang dinilai belum tepat. Alih-alih menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat, langkah yang muncul justru berupa himbauan work from home (WFH) bagi anggota DPR,&amp;quot; jelas Hendra.&#13;
&#13;
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mendekati area support penting di kisaran gap 7.800&amp;ndash;7.840.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Area ini diperkirakan akan menjadi penahan pertama bagi tekanan jual. Jika level ini bertahan, ada peluang IHSG kembali konsolidasi. Namun bila jebol, risiko koreksi lebih dalam bisa terbuka,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Hendra menambahkan, pelaku pasar modal saat ini memilih strategi defensif sembari menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah di tengah meningkatnya aksi massa.&#13;
&#13;
Ke depan, rencana aksi lanjutan dari mahasiswa pada Jumat siang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor. Stabilitas sosial dan politik dinilai krusial untuk meredakan tekanan pada IHSG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
