<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Catat Surplus Neraca Dagang ke-63 Kali Berturut-turut</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,17 miliar pada Juli 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166833/ri-catat-surplus-neraca-dagang-ke-63-kali-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166833/ri-catat-surplus-neraca-dagang-ke-63-kali-berturut-turut"/><item><title>RI Catat Surplus Neraca Dagang ke-63 Kali Berturut-turut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166833/ri-catat-surplus-neraca-dagang-ke-63-kali-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166833/ri-catat-surplus-neraca-dagang-ke-63-kali-berturut-turut</guid><pubDate>Senin 01 September 2025 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/01/320/3166833/neraca_perdagangan_surplus-Vod2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Catat Surplus Neraca Dagang ke-63 Kali Berturut-turut. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/01/320/3166833/neraca_perdagangan_surplus-Vod2_large.jpg</image><title>RI Catat Surplus Neraca Dagang ke-63 Kali Berturut-turut. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,17 miliar pada Juli 2025. Capaian ini membuat surplus neraca perdagangan Indonesia terjadi selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada Juli 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,75 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,58 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Juli 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD23,65 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD34,06 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD10,41 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
3 Negara dengan Perdagangan Terbesar&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni:&#13;
&#13;
Amerika Serikat USD10,49 miliar&#13;
&#13;
India USD8,09 miliar&#13;
&#13;
Filipina USD5,11 miliar&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan:&#13;
&#13;
China sebesar -USD12,07 miliar&#13;
&#13;
Singapura -USD3,41 miliar&#13;
&#13;
Australia -USD3,16 miliar&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah:&#13;
&#13;
Amerika Serikat USD12,13 miliar&#13;
&#13;
India USD8,13 miliar&#13;
&#13;
Filipina USD5,07 miliar&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah:&#13;
&#13;
China -USD13,21 miliar&#13;
&#13;
Australia -USD2,79 miliar&#13;
&#13;
Brazil -USD0,95 miliar&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Nilai Ekspor hingga Juli 2025&#13;
&#13;
BPS melaporkan total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2025 mencapai USD160,16 miliar.&#13;
&#13;
Pudji Ismartini mengatakan, nilai ekspor kumulatif hingga Juli 2025 ini naik 8,03 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari&amp;ndash;Juli 2025 total nilai ekspor mencapai USD160,16 miliar atau naik 8,03 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu,&amp;quot; kata Pudji.&#13;
&#13;
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD7,97 miliar atau turun sebesar 14,56 %. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas tercatat naik 9,55 % senilai USD152,20 miliar.&#13;
&#13;
Andil utama peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.&#13;
&#13;
Impor Kumulatif Januari&amp;ndash;Juli 2025&#13;
&#13;
BPS mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Juli 2025 sebesar USD136,51 miliar. Angka ini naik sebesar 3,41 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Pudji Ismartini mengatakan, impor migas senilai USD18,38 miliar atau turun 14,79 %. Sementara itu, impor nonmigas senilai USD118,13 miliar mengalami kenaikan 6,97 %.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari hingga Juli 2025, total nilai impor mencapai USD136,51 miliar atau naik 3,41 % dibanding periode yang sama pada tahun lalu,&amp;quot; ujar Pudji.&#13;
&#13;
Menurut Pudji, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada bahan baku/penolong dan barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD27,38 miliar atau naik 20,56 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,54 %,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal naik cukup besar yaitu mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor barang baku/penolong naik 0,15 % dengan kenaikan cukup besar pada logam mulia dan perhiasan/permata, kakao dan olahannya, dan berbagai produk kimia.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,17 miliar pada Juli 2025. Capaian ini membuat surplus neraca perdagangan Indonesia terjadi selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada Juli 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,75 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,58 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Juli 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD23,65 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Juli 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD34,06 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD10,41 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
3 Negara dengan Perdagangan Terbesar&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni:&#13;
&#13;
Amerika Serikat USD10,49 miliar&#13;
&#13;
India USD8,09 miliar&#13;
&#13;
Filipina USD5,11 miliar&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan:&#13;
&#13;
China sebesar -USD12,07 miliar&#13;
&#13;
Singapura -USD3,41 miliar&#13;
&#13;
Australia -USD3,16 miliar&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah:&#13;
&#13;
Amerika Serikat USD12,13 miliar&#13;
&#13;
India USD8,13 miliar&#13;
&#13;
Filipina USD5,07 miliar&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah:&#13;
&#13;
China -USD13,21 miliar&#13;
&#13;
Australia -USD2,79 miliar&#13;
&#13;
Brazil -USD0,95 miliar&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Nilai Ekspor hingga Juli 2025&#13;
&#13;
BPS melaporkan total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2025 mencapai USD160,16 miliar.&#13;
&#13;
Pudji Ismartini mengatakan, nilai ekspor kumulatif hingga Juli 2025 ini naik 8,03 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari&amp;ndash;Juli 2025 total nilai ekspor mencapai USD160,16 miliar atau naik 8,03 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu,&amp;quot; kata Pudji.&#13;
&#13;
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD7,97 miliar atau turun sebesar 14,56 %. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas tercatat naik 9,55 % senilai USD152,20 miliar.&#13;
&#13;
Andil utama peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.&#13;
&#13;
Impor Kumulatif Januari&amp;ndash;Juli 2025&#13;
&#13;
BPS mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga Juli 2025 sebesar USD136,51 miliar. Angka ini naik sebesar 3,41 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Pudji Ismartini mengatakan, impor migas senilai USD18,38 miliar atau turun 14,79 %. Sementara itu, impor nonmigas senilai USD118,13 miliar mengalami kenaikan 6,97 %.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari hingga Juli 2025, total nilai impor mencapai USD136,51 miliar atau naik 3,41 % dibanding periode yang sama pada tahun lalu,&amp;quot; ujar Pudji.&#13;
&#13;
Menurut Pudji, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada bahan baku/penolong dan barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD27,38 miliar atau naik 20,56 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,54 %,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal naik cukup besar yaitu mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor barang baku/penolong naik 0,15 % dengan kenaikan cukup besar pada logam mulia dan perhiasan/permata, kakao dan olahannya, dan berbagai produk kimia.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
