<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nilai Tukar Petani Naik 0,76 Persen, Harga Gabah Jadi Penopang</title><description>Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 naik 0,76% menjadi 123,57. Kenaikan ini didorong oleh harga gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah. Subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan NTP tertinggi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166844/nilai-tukar-petani-naik-0-76-persen-harga-gabah-jadi-penopang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166844/nilai-tukar-petani-naik-0-76-persen-harga-gabah-jadi-penopang"/><item><title>Nilai Tukar Petani Naik 0,76 Persen, Harga Gabah Jadi Penopang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166844/nilai-tukar-petani-naik-0-76-persen-harga-gabah-jadi-penopang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/01/320/3166844/nilai-tukar-petani-naik-0-76-persen-harga-gabah-jadi-penopang</guid><pubDate>Senin 01 September 2025 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/01/320/3166844/petani-FPvc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 (foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/01/320/3166844/petani-FPvc_large.jpg</image><title>BPS mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 (foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 atau naik 0,76% dibandingkan Juli 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,84%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,08%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah,&amp;rdquo; kata Pudji, dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan subsektor, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada tanaman pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Subsektor pangan ini mengalami peningkatan NTP sebesar 2,40%. Hal ini karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,31%, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09%,&amp;rdquo; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, jagung, ketela rambat, dan kacang hijau.&#13;
&#13;
Sementara itu, nilai tukar nelayan juga mengalami peningkatan sebesar 0,77%. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik 0,87%, lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,10%.&#13;
&#13;
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan It adalah tongkol, cakalang, kembung, dan selar.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 atau naik 0,76% dibandingkan Juli 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,84%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,08%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah,&amp;rdquo; kata Pudji, dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan subsektor, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada tanaman pangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Subsektor pangan ini mengalami peningkatan NTP sebesar 2,40%. Hal ini karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,31%, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09%,&amp;rdquo; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, jagung, ketela rambat, dan kacang hijau.&#13;
&#13;
Sementara itu, nilai tukar nelayan juga mengalami peningkatan sebesar 0,77%. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik 0,87%, lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,10%.&#13;
&#13;
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan It adalah tongkol, cakalang, kembung, dan selar.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
