<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Diminta Bijak Berinvestasi di Tengah Aksi Demo, Jangan Berdasarkan Rumor</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi di tengah tekanan pasar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/02/320/3167097/investor-diminta-bijak-berinvestasi-di-tengah-aksi-demo-jangan-berdasarkan-rumor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/02/320/3167097/investor-diminta-bijak-berinvestasi-di-tengah-aksi-demo-jangan-berdasarkan-rumor"/><item><title>Investor Diminta Bijak Berinvestasi di Tengah Aksi Demo, Jangan Berdasarkan Rumor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/02/320/3167097/investor-diminta-bijak-berinvestasi-di-tengah-aksi-demo-jangan-berdasarkan-rumor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/02/320/3167097/investor-diminta-bijak-berinvestasi-di-tengah-aksi-demo-jangan-berdasarkan-rumor</guid><pubDate>Selasa 02 September 2025 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/02/320/3167097/bei-GtVM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Diminta Bijak Berinvestasi di Tengah Aksi Demo, Jangan Berdasarkan Rumor (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/02/320/3167097/bei-GtVM_large.jpg</image><title>Investor Diminta Bijak Berinvestasi di Tengah Aksi Demo, Jangan Berdasarkan Rumor (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi di tengah tekanan pasar akibat sentimen aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya mendasarkan keputusan investasi berdasarkan data dan fakta, bukan pada rumor yang beredar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat memang ada dampak, tapi yang positif dan tentunya kepada para investor untuk betul-betul bijak dalam berinvestasi, tidak berdasarkan rumor, melainkan berdasarkan fakta. Itu yang utama,&amp;rdquo; kata Inarno saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Dia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa terima kasih kepada pemerintah, diwakili oleh Pak Menko, sangat luar biasa beliau sinergi kepada pasar modal agar perdagangannya teratur, wajar, dan efisien,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedianya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan signifikan dalam beberapa hari terakhir. &amp;nbsp;Secara kumulatif, sejak menyentuh level tertiinggi 8.022 pada Kamis (28/8), IHSG tergerus hampir 6 persen menyentuh 7.547 pada Senin (1/9), meski menguat kembali pada hari ini Selasa (2/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjelaskan pelemahan indeks lebih dipengaruhi oleh faktor persepsi, bukan fundamental ekonomi dalam negeri.&#13;
&#13;
Dia menegaskan indikator fundamental pasar modal Indonesia tetap menunjukkan perkembangan positif. &amp;ldquo;Kondisi saham kan ada dua hal, fundamental dan persepsi. Fundamentalnya berubah tidak? Fundamentalnya bagus kan,&amp;quot; kata Iman.&#13;
&#13;
Senada, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan penambahan bobot emiten dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE menjadi bukti bahwa pasar modal RI diperhitungkan di mata global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fundamental kita masih bagus, indeks kita juga. Kemarin MSCI rebalancing, bobot kita naik, FTSE juga ada inclusion, weight-nya juga naik. Ini menunjukkan bahwa market kita bagus dan kuat,&amp;rdquo; tutur Irvan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi di tengah tekanan pasar akibat sentimen aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya mendasarkan keputusan investasi berdasarkan data dan fakta, bukan pada rumor yang beredar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat memang ada dampak, tapi yang positif dan tentunya kepada para investor untuk betul-betul bijak dalam berinvestasi, tidak berdasarkan rumor, melainkan berdasarkan fakta. Itu yang utama,&amp;rdquo; kata Inarno saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Dia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa terima kasih kepada pemerintah, diwakili oleh Pak Menko, sangat luar biasa beliau sinergi kepada pasar modal agar perdagangannya teratur, wajar, dan efisien,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedianya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan signifikan dalam beberapa hari terakhir. &amp;nbsp;Secara kumulatif, sejak menyentuh level tertiinggi 8.022 pada Kamis (28/8), IHSG tergerus hampir 6 persen menyentuh 7.547 pada Senin (1/9), meski menguat kembali pada hari ini Selasa (2/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjelaskan pelemahan indeks lebih dipengaruhi oleh faktor persepsi, bukan fundamental ekonomi dalam negeri.&#13;
&#13;
Dia menegaskan indikator fundamental pasar modal Indonesia tetap menunjukkan perkembangan positif. &amp;ldquo;Kondisi saham kan ada dua hal, fundamental dan persepsi. Fundamentalnya berubah tidak? Fundamentalnya bagus kan,&amp;quot; kata Iman.&#13;
&#13;
Senada, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan penambahan bobot emiten dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE menjadi bukti bahwa pasar modal RI diperhitungkan di mata global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fundamental kita masih bagus, indeks kita juga. Kemarin MSCI rebalancing, bobot kita naik, FTSE juga ada inclusion, weight-nya juga naik. Ini menunjukkan bahwa market kita bagus dan kuat,&amp;rdquo; tutur Irvan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
