<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokumen Tuntutan 17+8 Diserahkan ke DPR, Ini Poin-Poin Sorotan Soal Ekonomi</title><description>Dokumen tersebut diterima langsung oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/04/320/3167677/dokumen-tuntutan-17-8-diserahkan-ke-dpr-ini-poin-poin-sorotan-soal-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/04/320/3167677/dokumen-tuntutan-17-8-diserahkan-ke-dpr-ini-poin-poin-sorotan-soal-ekonomi"/><item><title>Dokumen Tuntutan 17+8 Diserahkan ke DPR, Ini Poin-Poin Sorotan Soal Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/04/320/3167677/dokumen-tuntutan-17-8-diserahkan-ke-dpr-ini-poin-poin-sorotan-soal-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/04/320/3167677/dokumen-tuntutan-17-8-diserahkan-ke-dpr-ini-poin-poin-sorotan-soal-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 04 September 2025 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/04/320/3167677/tuntutan_rakyat-tGc5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima dokumen Tuntutan Rakyat 17+8 yang disampaikan para aktivis 17+8 di DPR RI. (Foto :Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/04/320/3167677/tuntutan_rakyat-tGc5_large.jpg</image><title>Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima dokumen Tuntutan Rakyat 17+8 yang disampaikan para aktivis 17+8 di DPR RI. (Foto :Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima dokumen Tuntutan Rakyat 17+8 yang disampaikan para aktivis 17+8 di DPR RI. Dokumen tersebut diterima langsung oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka.&#13;
&#13;
Aktivis 17+8, Abigail Lumuria, mengatakan bahwa kedatangan bersama para rekannya bertujuan untuk memberikan Tuntutan Rakyat 17+8 secara formal dan fisik, supaya tidak ada lagi alasan bahwa tuntutan belum dimasukkan lewat jalur formal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kami mau ingatkan bahwa kami belum puas dengan janji, dengan rencana, dengan kata-kata &amp;#39;akan&amp;#39; dan dengan kata-kata &amp;#39;meminta&amp;#39;. Kami ingin bukti konkret, kami ingin progres nyata,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dirinya dan masyarakat berharap para wakil rakyat yang ada di Senayan mengerjakan semua Tuntutan Rakyat 17+8 secara tepat waktu dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tolong Bapak Ibu, dikerjakan tuntutan rakyat, dan tolong waktu dikerjakan itu di-update dengan terbuka dan transparan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, Tuntutan Rakyat 17+8 ini merupakan dokumen hidup yang menjadi simbol bahwa tuntutan rakyat selalu didengar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengingatkan pemerintah untuk transparan dan memiliki pemimpin yang berempati pada warganya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dari sisi ekonomi, beberapa tuntutan ditujukan langsung kepada kementerian-kementerian sektor ekonomi. Berikut tiga di antaranya yang disorot:&amp;nbsp;&#13;
&#13;
15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja, termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, tenaga kerja, dan mitra ojek online (ojol) di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
16. Ambil langkah darurat untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan lindungi buruh kontrak.&#13;
&#13;
17. Buka dialog terbuka dengan serikat buruh untuk mencari solusi atas persoalan upah minimum dan sistem outsourcing.&#13;
&#13;
Ketiga poin tersebut merupakan bagian dari 17 tuntutan rakyat dalam 1 minggu, yang menjadi perhatian utama publik menjelang batas waktu yang telah ditetapkan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima dokumen Tuntutan Rakyat 17+8 yang disampaikan para aktivis 17+8 di DPR RI. Dokumen tersebut diterima langsung oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka.&#13;
&#13;
Aktivis 17+8, Abigail Lumuria, mengatakan bahwa kedatangan bersama para rekannya bertujuan untuk memberikan Tuntutan Rakyat 17+8 secara formal dan fisik, supaya tidak ada lagi alasan bahwa tuntutan belum dimasukkan lewat jalur formal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kami mau ingatkan bahwa kami belum puas dengan janji, dengan rencana, dengan kata-kata &amp;#39;akan&amp;#39; dan dengan kata-kata &amp;#39;meminta&amp;#39;. Kami ingin bukti konkret, kami ingin progres nyata,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dirinya dan masyarakat berharap para wakil rakyat yang ada di Senayan mengerjakan semua Tuntutan Rakyat 17+8 secara tepat waktu dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tolong Bapak Ibu, dikerjakan tuntutan rakyat, dan tolong waktu dikerjakan itu di-update dengan terbuka dan transparan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, Tuntutan Rakyat 17+8 ini merupakan dokumen hidup yang menjadi simbol bahwa tuntutan rakyat selalu didengar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengingatkan pemerintah untuk transparan dan memiliki pemimpin yang berempati pada warganya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dari sisi ekonomi, beberapa tuntutan ditujukan langsung kepada kementerian-kementerian sektor ekonomi. Berikut tiga di antaranya yang disorot:&amp;nbsp;&#13;
&#13;
15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja, termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, tenaga kerja, dan mitra ojek online (ojol) di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
16. Ambil langkah darurat untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan lindungi buruh kontrak.&#13;
&#13;
17. Buka dialog terbuka dengan serikat buruh untuk mencari solusi atas persoalan upah minimum dan sistem outsourcing.&#13;
&#13;
Ketiga poin tersebut merupakan bagian dari 17 tuntutan rakyat dalam 1 minggu, yang menjadi perhatian utama publik menjelang batas waktu yang telah ditetapkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
