<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Klaim Harga Pangan Stabil</title><description>Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan nasional sedang berada dalam tren positif. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/05/320/3167966/mentan-klaim-harga-pangan-stabil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/05/320/3167966/mentan-klaim-harga-pangan-stabil"/><item><title>Mentan Klaim Harga Pangan Stabil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/05/320/3167966/mentan-klaim-harga-pangan-stabil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/05/320/3167966/mentan-klaim-harga-pangan-stabil</guid><pubDate>Jum'at 05 September 2025 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/05/320/3167966/mentan_amran-rUwL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/05/320/3167966/mentan_amran-rUwL_large.jpg</image><title>Mentan Amran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan nasional sedang berada dalam tren positif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia mengklaim saat ini harga pangan stabil, inflasi turun dan stok dalam status aman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami pantau bersama Pak Mendagri, kami kolaborasi untuk menstabilkan harga. Yang terjadi adalah inflasi turun 2,37 menjadi 2,31. Ini jadi salah satu indikasi bahwa pangan kita sudah mulai stabil,&amp;rdquo; kata Mentan Amran, Jumat (5/9/2025).&#13;
&#13;
Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pangan yang mencukupi.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kita juga lakukan operasi pasar besar-besaran, kita siapkan 1,3 juta ton. Dan bahan pokok yang dijual GPM (Gerakan Pangan Murah) harganya lebih terjangkau bagi masyarakat Ini terus kita dorong,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Mentan menyampaikan bahwa capaian ini juga tidak lepas dari peningkatan produksi dalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional naik lebih dari 3 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Bahkan, estimasi Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini patut kita syukuri. Tahun lalu kita masih mengimpor beras hampir 4 juta ton. Namun, tahun ini, dengan stok yang melimpah lebih dari 4 juta ton, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa impor.&amp;nbsp;&#13;
Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) juga naik ke angka 123, yang menjadi indikator kesejahteraan petani semakin membaik,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tren penurunan inflasi salah satunya didorong oleh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.&#13;
&#13;
Dia juga berharap dengan dikeluarkannya beras SPHP dapat memberikan kontribusi lebih untuk menstabilkan harga beras di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Beras SPHP ini bukan hanya murah, tapi juga kualitasnya bagus. Bulog menjual dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini sangat membantu masyarakat,&amp;quot; tegas Tito.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan SPHP yang digencarkan Bulog atas perintah Bapak Presiden dan Bapak Mentan, kita harapkan harga beras yang sempat naik bisa kembali turun, sementara yang sudah stabil tetap terjaga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi pangan nasional sedang berada dalam tren positif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia mengklaim saat ini harga pangan stabil, inflasi turun dan stok dalam status aman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami pantau bersama Pak Mendagri, kami kolaborasi untuk menstabilkan harga. Yang terjadi adalah inflasi turun 2,37 menjadi 2,31. Ini jadi salah satu indikasi bahwa pangan kita sudah mulai stabil,&amp;rdquo; kata Mentan Amran, Jumat (5/9/2025).&#13;
&#13;
Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pangan yang mencukupi.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kita juga lakukan operasi pasar besar-besaran, kita siapkan 1,3 juta ton. Dan bahan pokok yang dijual GPM (Gerakan Pangan Murah) harganya lebih terjangkau bagi masyarakat Ini terus kita dorong,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Mentan menyampaikan bahwa capaian ini juga tidak lepas dari peningkatan produksi dalam negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional naik lebih dari 3 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Bahkan, estimasi Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini patut kita syukuri. Tahun lalu kita masih mengimpor beras hampir 4 juta ton. Namun, tahun ini, dengan stok yang melimpah lebih dari 4 juta ton, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa impor.&amp;nbsp;&#13;
Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) juga naik ke angka 123, yang menjadi indikator kesejahteraan petani semakin membaik,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tren penurunan inflasi salah satunya didorong oleh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.&#13;
&#13;
Dia juga berharap dengan dikeluarkannya beras SPHP dapat memberikan kontribusi lebih untuk menstabilkan harga beras di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Beras SPHP ini bukan hanya murah, tapi juga kualitasnya bagus. Bulog menjual dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini sangat membantu masyarakat,&amp;quot; tegas Tito.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan SPHP yang digencarkan Bulog atas perintah Bapak Presiden dan Bapak Mentan, kita harapkan harga beras yang sempat naik bisa kembali turun, sementara yang sudah stabil tetap terjaga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
