<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arif Budimanta Meninggal Dunia, sang Penggagas Pancasilanomics</title><description>Mengenang Arif Budimanta, ekonom yang menggagas Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/06/320/3168053/arif-budimanta-meninggal-dunia-sang-penggagas-pancasilanomics</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/06/320/3168053/arif-budimanta-meninggal-dunia-sang-penggagas-pancasilanomics"/><item><title>Arif Budimanta Meninggal Dunia, sang Penggagas Pancasilanomics</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/06/320/3168053/arif-budimanta-meninggal-dunia-sang-penggagas-pancasilanomics</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/06/320/3168053/arif-budimanta-meninggal-dunia-sang-penggagas-pancasilanomics</guid><pubDate>Sabtu 06 September 2025 09:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/06/320/3168053/arif-xWtm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arif Budimanta Meninggal Dunia, sang Penggagas Pancasilanomics</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/06/320/3168053/arif-xWtm_large.jpg</image><title>Arif Budimanta Meninggal Dunia, sang Penggagas Pancasilanomics</title></images><description>JAKARTA - Mengenang Arif Budimanta, ekonom yang menggagas Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila. Arif Budimanta telah meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2025) tapi sosoknya tetap dikenang, tidak hanya di sektor ekonomi, tapi politik hingga pendidikan.&#13;
&#13;
Arif Budimanta pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini mengenang sosok Arif Budimanta. Menurutnya, Arif Budimanta adalah aktivis, akademisi dan politisi yang berkiprah di PDIP.&amp;nbsp; Pernah menjadi anggota DPR 2009-2014 dan menekuni think tank dari PDIP, yaitu Megawati Institute.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arif adalah adik kelas saya di IPB dan kepergiannya terlalu cepat karena masih muda usia. Tetapi takdir tidak bisa kita tolak sehingga kita ikhlas melepas kepergiannya,&amp;quot; kata Didik yang juga Rektor Universitas Paramadina.&#13;
&#13;
Didik menambahkan, namun kepergiannya banyak yang harus dikenang sebagai hikmah dan pelajaran hidup bagi generasi selanjutnya.&amp;nbsp;Arif banyak menulis buku dan artikel yang dibuat di media massa nasional dengan fokus pada isu ketimpangan, UMKM, investasi, dan keberlanjutan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pemikiran Arif terutama tentang ekonomi politik, Pancasila, dan kebijakan publik. Beberapa karyanya, antara lain: Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak&amp;rdquo; (2019). Buku ini membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan sistem ekonomi Indonesia yang adil, inklusif, dan berdaulat.&amp;nbsp;Selain itu buku tentang: &amp;ldquo;Arsitektur Ekonomi Indonesia&amp;rdquo;, yang mengkritisi arah pembangunan yang terlalu liberal dan mengusulkan desain ekonomi berbasis konstitusi (Pasal 33 UUD 1945).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Di ranah politik Arif berada di PDIP, meskipun tidak masuk di&amp;nbsp; lingkaran dalam Megawati.&amp;nbsp; Dia aktif memotori Think tank di dalam partai ini, sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute sejak 2008 hingga saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kapasitas intelektualitas seperti ini, ia aktif menyampaikan pemikiran-&amp;shy;pemikiran ekonomi serta menginisiasi diskusi penting, termasuk meluncurkan gagasan seperti Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila,&amp;quot; kata Didik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Sementara, di DPR pada periode 2009-2014 Arif dan rekan-rekannya aktif dalam gerakan sunyi, yakni menghidupkan ekonomi konstitusi.&amp;nbsp;Indikator kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi berbasis kebijakan yang liberal.&amp;nbsp; Arif dikenal karena menginisiasi kaukus ini, yang bertujuan memasukkan indikator kesejahteraan masyarakat ke dalam proses penyusunan APBN, bekerja sama dengan lintas fraksi &amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Lanjut Didik, Arif Budimanta juga punya peran di dalam ranah sosial dan pendidikan, yakni sebagai pengurus yayasan wakaf Paramadina, yang membawahkan Universitas Paramadina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Intelektual dan akademisi di yayasan dan kampus ini seperti kiprahnya, sangat aktif dalam diskursus publik dan memberikan kritik terhahdap kebijakan publik dan ekonomi politik secara luas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mengenang Arif Budimanta, ekonom yang menggagas Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila. Arif Budimanta telah meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2025) tapi sosoknya tetap dikenang, tidak hanya di sektor ekonomi, tapi politik hingga pendidikan.&#13;
&#13;
Arif Budimanta pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).&#13;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini mengenang sosok Arif Budimanta. Menurutnya, Arif Budimanta adalah aktivis, akademisi dan politisi yang berkiprah di PDIP.&amp;nbsp; Pernah menjadi anggota DPR 2009-2014 dan menekuni think tank dari PDIP, yaitu Megawati Institute.&#13;
&#13;
&amp;quot;Arif adalah adik kelas saya di IPB dan kepergiannya terlalu cepat karena masih muda usia. Tetapi takdir tidak bisa kita tolak sehingga kita ikhlas melepas kepergiannya,&amp;quot; kata Didik yang juga Rektor Universitas Paramadina.&#13;
&#13;
Didik menambahkan, namun kepergiannya banyak yang harus dikenang sebagai hikmah dan pelajaran hidup bagi generasi selanjutnya.&amp;nbsp;Arif banyak menulis buku dan artikel yang dibuat di media massa nasional dengan fokus pada isu ketimpangan, UMKM, investasi, dan keberlanjutan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pemikiran Arif terutama tentang ekonomi politik, Pancasila, dan kebijakan publik. Beberapa karyanya, antara lain: Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak&amp;rdquo; (2019). Buku ini membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan sistem ekonomi Indonesia yang adil, inklusif, dan berdaulat.&amp;nbsp;Selain itu buku tentang: &amp;ldquo;Arsitektur Ekonomi Indonesia&amp;rdquo;, yang mengkritisi arah pembangunan yang terlalu liberal dan mengusulkan desain ekonomi berbasis konstitusi (Pasal 33 UUD 1945).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Di ranah politik Arif berada di PDIP, meskipun tidak masuk di&amp;nbsp; lingkaran dalam Megawati.&amp;nbsp; Dia aktif memotori Think tank di dalam partai ini, sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute sejak 2008 hingga saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kapasitas intelektualitas seperti ini, ia aktif menyampaikan pemikiran-&amp;shy;pemikiran ekonomi serta menginisiasi diskusi penting, termasuk meluncurkan gagasan seperti Pancasilanomics untuk memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila,&amp;quot; kata Didik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Sementara, di DPR pada periode 2009-2014 Arif dan rekan-rekannya aktif dalam gerakan sunyi, yakni menghidupkan ekonomi konstitusi.&amp;nbsp;Indikator kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi berbasis kebijakan yang liberal.&amp;nbsp; Arif dikenal karena menginisiasi kaukus ini, yang bertujuan memasukkan indikator kesejahteraan masyarakat ke dalam proses penyusunan APBN, bekerja sama dengan lintas fraksi &amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Lanjut Didik, Arif Budimanta juga punya peran di dalam ranah sosial dan pendidikan, yakni sebagai pengurus yayasan wakaf Paramadina, yang membawahkan Universitas Paramadina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Intelektual dan akademisi di yayasan dan kampus ini seperti kiprahnya, sangat aktif dalam diskursus publik dan memberikan kritik terhahdap kebijakan publik dan ekonomi politik secara luas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
