<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Wajibkan Emiten Transparan soal Penggunaan Dana IPO</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan transparansi dalam penggunaan dana hasil penawaran umum sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/278/3168427/ojk-wajibkan-emiten-transparan-soal-penggunaan-dana-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/278/3168427/ojk-wajibkan-emiten-transparan-soal-penggunaan-dana-ipo"/><item><title>OJK Wajibkan Emiten Transparan soal Penggunaan Dana IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/278/3168427/ojk-wajibkan-emiten-transparan-soal-penggunaan-dana-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/278/3168427/ojk-wajibkan-emiten-transparan-soal-penggunaan-dana-ipo</guid><pubDate>Senin 08 September 2025 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/08/278/3168427/ipo_emiten-POo8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Emiten (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/08/278/3168427/ipo_emiten-POo8_large.jpg</image><title>IPO Emiten (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan transparansi dalam penggunaan dana hasil penawaran umum sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.&#13;
&#13;
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menyebut prinsip transparansi wajib dijalankan oleh seluruh emiten yang menghimpun dana publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang listing dan semakin kompleksnya struktur corporate-action emiten, kita harus memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dari publik digunakan secara transparan, tepat, dan sesuai dengan tujuan sebagaimana disampaikan dalam prospektus,&amp;rdquo; ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2025, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Eddy menambahkan, prinsip tanggung jawab juga menjadi hal penting yang harus dijaga oleh manajemen perusahaan.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengelolaan dana publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Manajemen harus bertindak dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan publik,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
OJK mencatat hingga 29 Agustus 2025 telah memberikan pernyataan efektif atas 144 pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum dengan nilai emisi Rp167,92 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, 16 merupakan emiten baru yang terdiri dari 14 emiten saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk.&#13;
&#13;
Eddy menekankan, penerapan prinsip tata kelola yang baik tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga mendukung pertumbuhan pasar modal berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga pada akhirnya pasar modal Indonesia akan terus tumbuh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan perekonomian nasional,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sepanjang pekan ini, Public Expose Live 2025 bakal diikuti 44 perusahaan tercatat. Kegiatan ini menjadi sarana bagi perusahaan untuk memaparkan kinerja dan rencana bisnis mereka secara langsung kepada publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat bagi seluruh investor untuk berinteraksi secara langsung dengan perusahaan tercatat, sekaligus memperkuat basis investor di Indonesia,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan transparansi dalam penggunaan dana hasil penawaran umum sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.&#13;
&#13;
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menyebut prinsip transparansi wajib dijalankan oleh seluruh emiten yang menghimpun dana publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang listing dan semakin kompleksnya struktur corporate-action emiten, kita harus memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dari publik digunakan secara transparan, tepat, dan sesuai dengan tujuan sebagaimana disampaikan dalam prospektus,&amp;rdquo; ujarnya dalam pembukaan Public Expose Live 2025, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Eddy menambahkan, prinsip tanggung jawab juga menjadi hal penting yang harus dijaga oleh manajemen perusahaan.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengelolaan dana publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Manajemen harus bertindak dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan publik,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
OJK mencatat hingga 29 Agustus 2025 telah memberikan pernyataan efektif atas 144 pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum dengan nilai emisi Rp167,92 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, 16 merupakan emiten baru yang terdiri dari 14 emiten saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk.&#13;
&#13;
Eddy menekankan, penerapan prinsip tata kelola yang baik tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga mendukung pertumbuhan pasar modal berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga pada akhirnya pasar modal Indonesia akan terus tumbuh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan perekonomian nasional,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sepanjang pekan ini, Public Expose Live 2025 bakal diikuti 44 perusahaan tercatat. Kegiatan ini menjadi sarana bagi perusahaan untuk memaparkan kinerja dan rencana bisnis mereka secara langsung kepada publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat bagi seluruh investor untuk berinteraksi secara langsung dengan perusahaan tercatat, sekaligus memperkuat basis investor di Indonesia,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
