<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmi Gantikan Sri Mulyani, Ini 5 PR Mendesak Purbaya sebagai Menkeu</title><description>Pergantian ini merupakan momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/320/3168521/resmi-gantikan-sri-mulyani-ini-5-pr-mendesak-purbaya-sebagai-menkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/320/3168521/resmi-gantikan-sri-mulyani-ini-5-pr-mendesak-purbaya-sebagai-menkeu"/><item><title>Resmi Gantikan Sri Mulyani, Ini 5 PR Mendesak Purbaya sebagai Menkeu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/320/3168521/resmi-gantikan-sri-mulyani-ini-5-pr-mendesak-purbaya-sebagai-menkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/08/320/3168521/resmi-gantikan-sri-mulyani-ini-5-pr-mendesak-purbaya-sebagai-menkeu</guid><pubDate>Senin 08 September 2025 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/08/320/3168521/purbaya-hO2M_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/08/320/3168521/purbaya-hO2M_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Sejumlah agenda mendesak pun menanti untuk segera dijalankan oleh Menteri Keuangan yang baru.&#13;
&#13;
Menurut Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, pergantian ini merupakan momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menekankan bahwa tugas Menteri Keuangan yang baru sangat mendesak untuk mengembalikan kepercayaan publik,&amp;quot; ujar Bhima di Jakarta, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Bhima merinci lima agenda prioritas yang perlu segera dijalankan Purbaya:&#13;
&#13;
1. Perbaikan Strategi Penerimaan Pajak&#13;
&#13;
CELIOS mengusulkan agar strategi penerimaan pajak dilakukan dengan memperhatikan daya beli masyarakat. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:&#13;
&#13;
Penurunan tarif PPN menjadi 8 persen,&#13;
&#13;
Kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7 juta per bulan,&#13;
&#13;
Penerapan pajak produksi batu bara, pajak windfall profit, dan pajak kekayaan sebesar 2 persen untuk kelompok super kaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pajak 2 persen atas aset orang super kaya penting dilakukan untuk menekan ketimpangan sekaligus memperbesar penerimaan negara,&amp;quot; jelas Bhima.&#13;
&#13;
2. Efisiensi Anggaran Negara&#13;
&#13;
Bhima juga menekankan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan berdasarkan kajian makroekonomi yang transparan.&#13;
CELIOS meminta evaluasi ulang terhadap efisiensi yang dilakukan pada era Sri Mulyani, karena dinilai menimbulkan guncangan pada dana transfer daerah dan kenaikan pajak daerah.&#13;
&#13;
3. Restrukturisasi Utang Pemerintah&#13;
&#13;
Restrukturisasi utang diperlukan untuk menekan beban bunga. CELIOS menyarankan beberapa instrumen:&#13;
&#13;
Debt swap for energy transition,&#13;
&#13;
Debt swap for nature,&#13;
&#13;
Debt cancellation terhadap utang yang dianggap tidak produktif atau merugikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Penghapusan Rangkap Jabatan di Kemenkeu&#13;
&#13;
CELIOS mendesak pencopotan wakil menteri dan pejabat Kementerian Keuangan yang merangkap jabatan di BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rangkap jabatan Wamen bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi dan berpotensi menciptakan konflik kepentingan,&amp;quot; tegas Bhima.&#13;
&#13;
5. Evaluasi Belanja Perpajakan&#13;
&#13;
Evaluasi menyeluruh atas belanja perpajakan juga dianggap mendesak. CELIOS mendorong adanya:&#13;
&#13;
Audit atas perusahaan penerima tax holiday dan tax allowances,&#13;
&#13;
Transparansi dalam pemberian insentif fiskal secara berkala.&#13;
&#13;
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menambahkan bahwa insentif fiskal tidak boleh memperburuk ketimpangan antara korporasi besar dan UMKM.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perusahaan yang telah mendapatkan tax holiday dan tax allowances wajib diaudit, baik laporan keuangannya maupun dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja,&amp;rdquo; tegas Nailul.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Sejumlah agenda mendesak pun menanti untuk segera dijalankan oleh Menteri Keuangan yang baru.&#13;
&#13;
Menurut Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, pergantian ini merupakan momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menekankan bahwa tugas Menteri Keuangan yang baru sangat mendesak untuk mengembalikan kepercayaan publik,&amp;quot; ujar Bhima di Jakarta, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Bhima merinci lima agenda prioritas yang perlu segera dijalankan Purbaya:&#13;
&#13;
1. Perbaikan Strategi Penerimaan Pajak&#13;
&#13;
CELIOS mengusulkan agar strategi penerimaan pajak dilakukan dengan memperhatikan daya beli masyarakat. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:&#13;
&#13;
Penurunan tarif PPN menjadi 8 persen,&#13;
&#13;
Kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7 juta per bulan,&#13;
&#13;
Penerapan pajak produksi batu bara, pajak windfall profit, dan pajak kekayaan sebesar 2 persen untuk kelompok super kaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pajak 2 persen atas aset orang super kaya penting dilakukan untuk menekan ketimpangan sekaligus memperbesar penerimaan negara,&amp;quot; jelas Bhima.&#13;
&#13;
2. Efisiensi Anggaran Negara&#13;
&#13;
Bhima juga menekankan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan berdasarkan kajian makroekonomi yang transparan.&#13;
CELIOS meminta evaluasi ulang terhadap efisiensi yang dilakukan pada era Sri Mulyani, karena dinilai menimbulkan guncangan pada dana transfer daerah dan kenaikan pajak daerah.&#13;
&#13;
3. Restrukturisasi Utang Pemerintah&#13;
&#13;
Restrukturisasi utang diperlukan untuk menekan beban bunga. CELIOS menyarankan beberapa instrumen:&#13;
&#13;
Debt swap for energy transition,&#13;
&#13;
Debt swap for nature,&#13;
&#13;
Debt cancellation terhadap utang yang dianggap tidak produktif atau merugikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Penghapusan Rangkap Jabatan di Kemenkeu&#13;
&#13;
CELIOS mendesak pencopotan wakil menteri dan pejabat Kementerian Keuangan yang merangkap jabatan di BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rangkap jabatan Wamen bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi dan berpotensi menciptakan konflik kepentingan,&amp;quot; tegas Bhima.&#13;
&#13;
5. Evaluasi Belanja Perpajakan&#13;
&#13;
Evaluasi menyeluruh atas belanja perpajakan juga dianggap mendesak. CELIOS mendorong adanya:&#13;
&#13;
Audit atas perusahaan penerima tax holiday dan tax allowances,&#13;
&#13;
Transparansi dalam pemberian insentif fiskal secara berkala.&#13;
&#13;
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menambahkan bahwa insentif fiskal tidak boleh memperburuk ketimpangan antara korporasi besar dan UMKM.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perusahaan yang telah mendapatkan tax holiday dan tax allowances wajib diaudit, baik laporan keuangannya maupun dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja,&amp;rdquo; tegas Nailul.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
