<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Reaksi Menkeu Purbaya soal Badan Penerimaan Negara</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak memiliki rencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/09/320/3168639/ini-reaksi-menkeu-purbaya-soal-badan-penerimaan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/09/320/3168639/ini-reaksi-menkeu-purbaya-soal-badan-penerimaan-negara"/><item><title>Ini Reaksi Menkeu Purbaya soal Badan Penerimaan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/09/320/3168639/ini-reaksi-menkeu-purbaya-soal-badan-penerimaan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/09/320/3168639/ini-reaksi-menkeu-purbaya-soal-badan-penerimaan-negara</guid><pubDate>Selasa 09 September 2025 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/09/320/3168639/purbaya-hrJ6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Reaksi Menkeu Purbaya soal Badan Penerimaan Negara (Foto: Okezone/Aldhi Chandra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/09/320/3168639/purbaya-hrJ6_large.jpg</image><title>Ini Reaksi Menkeu Purbaya soal Badan Penerimaan Negara (Foto: Okezone/Aldhi Chandra)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak memiliki rencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Purbaya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ada (arahan mengenai pembentukan BPN),&amp;quot; ujar Purbaya saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Terkait BPN, kata dia, Prabowo hanya memberikan sinyal yang diartikan sebagai delegasi keputusan kepada dirinya sebagai Menteri Keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya suka-suka saya katanya. Saya tanya, &amp;#39;Pak, gimana Pak?&amp;#39;, &amp;#39;Boleh enggak saya obrak-obrik?&amp;#39;, gitu kira-kira,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Namun, dia berpendapat mengoptimalkan instrumen penerimaan negara yang sudah ada lebih efisien dibandingkan dengan membentuk badan khusus penerimaan baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau menurut saya, (Badan penerimaan) yang langsung di bawah Presiden itu, di dunia tidak ada yang seperti itu. Kalau kita buat sendirian, nanti aneh lagi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Maka dari itu, Purbaya menyatakan bakal meninjau mesin-mesin yang sudah ada di Kementerian Keuangan untuk dioptimalkan, sehingga bisa memberikan dampak perekonomian yang lebih terakselerasi.&#13;
&#13;
Khusus mengenai pajak, dia menerima arahan dari Prabowo untuk mempelajari perpajakan dengan bimbingan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.&#13;
&#13;
Dia pun berencana mendongkrak rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang dia lihat bergerak konstan, atau tidak mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tax ratio kan konstan, tax per PDB (produk domestik bruto). Kalau tidak bisa berubah dalam waktu dekat, untuk meningkatkan pajaknya, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejauh ini, dia tidak merinci langkah spesifik yang akan dilakukan untuk mengakselerasi rasio pajak maupun pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Namun, dia yakin memiliki kapasitas yang memadai untuk mewujudkan rencananya itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik lima pejabat baru Kabinet Merah Putih dalam reshuffle yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin.&#13;
&#13;
Dalam pelantikan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.&#13;
&#13;
Pelantikan dan pengangkatan pejabat itu didasari atas Keppres No 86P 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak memiliki rencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Purbaya belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ada (arahan mengenai pembentukan BPN),&amp;quot; ujar Purbaya saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
Terkait BPN, kata dia, Prabowo hanya memberikan sinyal yang diartikan sebagai delegasi keputusan kepada dirinya sebagai Menteri Keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya suka-suka saya katanya. Saya tanya, &amp;#39;Pak, gimana Pak?&amp;#39;, &amp;#39;Boleh enggak saya obrak-obrik?&amp;#39;, gitu kira-kira,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Namun, dia berpendapat mengoptimalkan instrumen penerimaan negara yang sudah ada lebih efisien dibandingkan dengan membentuk badan khusus penerimaan baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau menurut saya, (Badan penerimaan) yang langsung di bawah Presiden itu, di dunia tidak ada yang seperti itu. Kalau kita buat sendirian, nanti aneh lagi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Maka dari itu, Purbaya menyatakan bakal meninjau mesin-mesin yang sudah ada di Kementerian Keuangan untuk dioptimalkan, sehingga bisa memberikan dampak perekonomian yang lebih terakselerasi.&#13;
&#13;
Khusus mengenai pajak, dia menerima arahan dari Prabowo untuk mempelajari perpajakan dengan bimbingan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.&#13;
&#13;
Dia pun berencana mendongkrak rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang dia lihat bergerak konstan, atau tidak mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tax ratio kan konstan, tax per PDB (produk domestik bruto). Kalau tidak bisa berubah dalam waktu dekat, untuk meningkatkan pajaknya, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejauh ini, dia tidak merinci langkah spesifik yang akan dilakukan untuk mengakselerasi rasio pajak maupun pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Namun, dia yakin memiliki kapasitas yang memadai untuk mewujudkan rencananya itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik lima pejabat baru Kabinet Merah Putih dalam reshuffle yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin.&#13;
&#13;
Dalam pelantikan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.&#13;
&#13;
Pelantikan dan pengangkatan pejabat itu didasari atas Keppres No 86P 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
