<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bolehkah Uang BPJS Bisa Diambil saat Masih Kerja?</title><description>Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mencairkan sebagian saldo JHT meski masih bekerja, sesuai PP No. 60/2015. Pencairan 10% atau 30% (untuk rumah) dimungkinkan dengan masa kepesertaan minimal 10 tahun dan dokumen lengkap.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/13/320/3169735/bolehkah-uang-bpjs-bisa-diambil-saat-masih-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/13/320/3169735/bolehkah-uang-bpjs-bisa-diambil-saat-masih-kerja"/><item><title>Bolehkah Uang BPJS Bisa Diambil saat Masih Kerja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/13/320/3169735/bolehkah-uang-bpjs-bisa-diambil-saat-masih-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/13/320/3169735/bolehkah-uang-bpjs-bisa-diambil-saat-masih-kerja</guid><pubDate>Sabtu 13 September 2025 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Zefanya Hillary Siwalette</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/13/320/3169735/uang_dari_bpjs-pg98_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang dari BPJS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/13/320/3169735/uang_dari_bpjs-pg98_large.jpeg</image><title>Uang dari BPJS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bolehkah uang BPJS bisa diambil saat masih kerja? Banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek bertanya, apakah saldo Jaminan Hari Tua (JHT) bisa dicairkan meski masih aktif bekerja?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jawabannya, bisa, namun ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015.&#13;
&#13;
Aturan Pencairan JHT saat Masih Bekerja&#13;
&#13;
Peserta BPJS Ketenagakerjaan tetap berhak mengajukan klaim sebagian saldo JHT meskipun statusnya masih aktif bekerja di perusahaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketentuannya sebagai berikut yang dirangkum Okezone, Sabtu (13/9/2025):&#13;
&#13;
Pencairan 30% dari saldo JHT diperbolehkan khusus untuk kepemilikan rumah.&#13;
&#13;
Pencairan 10% dari saldo JHT bisa digunakan untuk keperluan lain.&#13;
&#13;
Masa kepesertaan minimal 10 tahun untuk dapat mengajukan pencairan saat masih bekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dokumen Pencairan JHT&#13;
&#13;
Agar klaim dapat diproses, peserta harus melengkapi dokumen sesuai jenis pencairan:&#13;
&#13;
1. Klaim sebagian 10%&#13;
&#13;
Kartu Peserta BP Jamsostek&#13;
&#13;
E-KTP&#13;
&#13;
Kartu Keluarga&#13;
&#13;
Buku Tabungan&#13;
&#13;
Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja&#13;
&#13;
NPWP (jika ada)&#13;
&#13;
2. Klaim sebagian 30% untuk kepemilikan rumah&#13;
&#13;
Kartu Peserta BP Jamsostek&#13;
&#13;
E-KTP&#13;
&#13;
Kartu Keluarga&#13;
&#13;
Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja&#13;
&#13;
Dokumen perbankan sesuai peruntukan dari bank yang bekerja sama&#13;
&#13;
Buku Tabungan bank penyalur JHT 30%&#13;
&#13;
NPWP&#13;
&#13;
Dengan aturan ini, pencairan saldo JHT tidak hanya bisa dilakukan saat peserta pensiun, meninggal dunia, atau berhenti bekerja, tetapi juga ketika masih aktif bekerja selama memenuhi persyaratan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bolehkah uang BPJS bisa diambil saat masih kerja? Banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek bertanya, apakah saldo Jaminan Hari Tua (JHT) bisa dicairkan meski masih aktif bekerja?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jawabannya, bisa, namun ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015.&#13;
&#13;
Aturan Pencairan JHT saat Masih Bekerja&#13;
&#13;
Peserta BPJS Ketenagakerjaan tetap berhak mengajukan klaim sebagian saldo JHT meskipun statusnya masih aktif bekerja di perusahaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketentuannya sebagai berikut yang dirangkum Okezone, Sabtu (13/9/2025):&#13;
&#13;
Pencairan 30% dari saldo JHT diperbolehkan khusus untuk kepemilikan rumah.&#13;
&#13;
Pencairan 10% dari saldo JHT bisa digunakan untuk keperluan lain.&#13;
&#13;
Masa kepesertaan minimal 10 tahun untuk dapat mengajukan pencairan saat masih bekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dokumen Pencairan JHT&#13;
&#13;
Agar klaim dapat diproses, peserta harus melengkapi dokumen sesuai jenis pencairan:&#13;
&#13;
1. Klaim sebagian 10%&#13;
&#13;
Kartu Peserta BP Jamsostek&#13;
&#13;
E-KTP&#13;
&#13;
Kartu Keluarga&#13;
&#13;
Buku Tabungan&#13;
&#13;
Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja&#13;
&#13;
NPWP (jika ada)&#13;
&#13;
2. Klaim sebagian 30% untuk kepemilikan rumah&#13;
&#13;
Kartu Peserta BP Jamsostek&#13;
&#13;
E-KTP&#13;
&#13;
Kartu Keluarga&#13;
&#13;
Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja&#13;
&#13;
Dokumen perbankan sesuai peruntukan dari bank yang bekerja sama&#13;
&#13;
Buku Tabungan bank penyalur JHT 30%&#13;
&#13;
NPWP&#13;
&#13;
Dengan aturan ini, pencairan saldo JHT tidak hanya bisa dilakukan saat peserta pensiun, meninggal dunia, atau berhenti bekerja, tetapi juga ketika masih aktif bekerja selama memenuhi persyaratan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
