<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Desakan Darurat Ekonomi, Begini Sikap Luhut</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal tujuh Desakan Darurat Ekonomi yang disampaikan Aliansi Ekonom Indonesia (AEI).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/14/320/3169831/7-desakan-darurat-ekonomi-begini-sikap-luhut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/14/320/3169831/7-desakan-darurat-ekonomi-begini-sikap-luhut"/><item><title>7 Desakan Darurat Ekonomi, Begini Sikap Luhut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/14/320/3169831/7-desakan-darurat-ekonomi-begini-sikap-luhut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/14/320/3169831/7-desakan-darurat-ekonomi-begini-sikap-luhut</guid><pubDate>Minggu 14 September 2025 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/14/320/3169831/luhut-dcUy_large.png" expression="full" type="image/jpeg">7 Desakan Darurat Ekonomi, Begini Sikap Luhut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/14/320/3169831/luhut-dcUy_large.png</image><title>7 Desakan Darurat Ekonomi, Begini Sikap Luhut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal tujuh Desakan Darurat Ekonomi yang disampaikan Aliansi Ekonom Indonesia (AEI). Luhut memastikan pemerintah akan peduli dengan tuntutan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin mendengar langsung, menyampaikan apa yang telah pemerintah lakukan dan memastikan bahwa pemerintah aware terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,&amp;rdquo; kata Luhut saat beraudiensi dengan AEI dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan bahwa pemerintah memandang para ekonom sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kebijakan.&#13;
&#13;
Pemerintah, kata dia, mendorong deregulasi sebagai kunci penciptaan lapangan kerja dan penguatan pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan digitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).&#13;
&#13;
Selain itu, ada upaya relokasi beberapa perusahaan garment dan alas kaki di tengah proses negosiasi tarif dengan Amerika Serikat yang berpotensi menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru.&#13;
&#13;
Selain itu, DEN menekankan pentingnya penguatan kualitas belanja dan peningkatan penerimaan negara melalui digitalisasi.&#13;
&#13;
Salah satu pilot project yang segera dijalankan adalah digitalisasi penyaluran bantuan sosial.&#13;
&#13;
Menurut Luhut, langkah ini tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memungkinkan efisiensi anggaran karena bantuan akan lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat.&#13;
&#13;
Luhut menggarisbawahi kolaborasi erat antara pemerintah, para ekonom, dan dunia akademik merupakan kunci membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berkeadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masukan bapak dan ibu sangat dibutuhkan, apakah kami di pemerintah sudah on the right track atau belum. Saya butuh feedback dari semuanya untuk menjadi bahan diskusi kami di pemerintahan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, perwakilan AEI Jahen F Rezki menyampaikan apresiasi kepada DEN atas kesempatan menyampaikan pandangan ekonom secara langsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah diskusi yang produktif dan kami berharap agar desakan yang disusun perlu dijadikan pertimbangan pemerintah untuk pembuatan kebijakan kedepannya dan diskusi seperti ini dapat dilakukan secara berkala,&amp;rdquo; tutur Jahen.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, AEI menyampaikan tujuh Desakan Darurat Ekonomi pada Selasa (9/9), dengan rincian sebagai berikut:&#13;
&#13;
1. Perbaiki secara menyeluruh misalokasi anggaran yang terjadi dan tempatkan anggaran pada kebijakan dan program secara wajar dan proporsional.&#13;
&#13;
2. Kembalikan independensi, transparansi, dan pastikan tidak ada intervensi berdasarkan kepentingan pihak tertentu pada berbagai institusi penyelenggara negara.&#13;
&#13;
3. Hentikan dominasi negara yang berisiko melemahkan aktivitas perekonomian lokal.&#13;
&#13;
4. Deregulasi kebijakan, perizinan, lisensi, dan penyederhanaan birokrasi yang menghambat terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif.&#13;
&#13;
5. Prioritaskan kebijakan yang menangani ketimpangan dalam berbagai dimensi.&#13;
&#13;
6. Kembalikan kebijakan berbasis bukti dan proses teknokratis dalam pengambilan kebijakan serta berantas program populis yang mengganggu kestabilan dan prudensi fiskal.&#13;
&#13;
7. Tingkatkan kualitas institusi, bangun kepercayaan publik, dan sehatkan tata kelola penyelenggara negara serta demokrasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal tujuh Desakan Darurat Ekonomi yang disampaikan Aliansi Ekonom Indonesia (AEI). Luhut memastikan pemerintah akan peduli dengan tuntutan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin mendengar langsung, menyampaikan apa yang telah pemerintah lakukan dan memastikan bahwa pemerintah aware terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,&amp;rdquo; kata Luhut saat beraudiensi dengan AEI dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan bahwa pemerintah memandang para ekonom sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kebijakan.&#13;
&#13;
Pemerintah, kata dia, mendorong deregulasi sebagai kunci penciptaan lapangan kerja dan penguatan pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan digitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).&#13;
&#13;
Selain itu, ada upaya relokasi beberapa perusahaan garment dan alas kaki di tengah proses negosiasi tarif dengan Amerika Serikat yang berpotensi menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru.&#13;
&#13;
Selain itu, DEN menekankan pentingnya penguatan kualitas belanja dan peningkatan penerimaan negara melalui digitalisasi.&#13;
&#13;
Salah satu pilot project yang segera dijalankan adalah digitalisasi penyaluran bantuan sosial.&#13;
&#13;
Menurut Luhut, langkah ini tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memungkinkan efisiensi anggaran karena bantuan akan lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat.&#13;
&#13;
Luhut menggarisbawahi kolaborasi erat antara pemerintah, para ekonom, dan dunia akademik merupakan kunci membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berkeadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masukan bapak dan ibu sangat dibutuhkan, apakah kami di pemerintah sudah on the right track atau belum. Saya butuh feedback dari semuanya untuk menjadi bahan diskusi kami di pemerintahan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, perwakilan AEI Jahen F Rezki menyampaikan apresiasi kepada DEN atas kesempatan menyampaikan pandangan ekonom secara langsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah diskusi yang produktif dan kami berharap agar desakan yang disusun perlu dijadikan pertimbangan pemerintah untuk pembuatan kebijakan kedepannya dan diskusi seperti ini dapat dilakukan secara berkala,&amp;rdquo; tutur Jahen.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, AEI menyampaikan tujuh Desakan Darurat Ekonomi pada Selasa (9/9), dengan rincian sebagai berikut:&#13;
&#13;
1. Perbaiki secara menyeluruh misalokasi anggaran yang terjadi dan tempatkan anggaran pada kebijakan dan program secara wajar dan proporsional.&#13;
&#13;
2. Kembalikan independensi, transparansi, dan pastikan tidak ada intervensi berdasarkan kepentingan pihak tertentu pada berbagai institusi penyelenggara negara.&#13;
&#13;
3. Hentikan dominasi negara yang berisiko melemahkan aktivitas perekonomian lokal.&#13;
&#13;
4. Deregulasi kebijakan, perizinan, lisensi, dan penyederhanaan birokrasi yang menghambat terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif.&#13;
&#13;
5. Prioritaskan kebijakan yang menangani ketimpangan dalam berbagai dimensi.&#13;
&#13;
6. Kembalikan kebijakan berbasis bukti dan proses teknokratis dalam pengambilan kebijakan serta berantas program populis yang mengganggu kestabilan dan prudensi fiskal.&#13;
&#13;
7. Tingkatkan kualitas institusi, bangun kepercayaan publik, dan sehatkan tata kelola penyelenggara negara serta demokrasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
