<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Pertumbuhan Kredit Capai 7,56 Persen pada Agustus 2025</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2025 sebesar 7,56% (yoy), naik tipis dari Juli. Gubernur BI mendorong pertumbuhan kredit untuk mendukung ekonomi, meski ada sikap &amp;#39;wait and see&amp;#39; dan suku bunga tinggi. Undisbursed loan capai Rp2.372,11 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/320/3170562/bi-catat-pertumbuhan-kredit-capai-7-56-persen-pada-agustus-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/320/3170562/bi-catat-pertumbuhan-kredit-capai-7-56-persen-pada-agustus-2025"/><item><title>BI Catat Pertumbuhan Kredit Capai 7,56 Persen pada Agustus 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/320/3170562/bi-catat-pertumbuhan-kredit-capai-7-56-persen-pada-agustus-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/320/3170562/bi-catat-pertumbuhan-kredit-capai-7-56-persen-pada-agustus-2025</guid><pubDate>Rabu 17 September 2025 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/17/320/3170562/gubernur_bank_indonesia-GQoi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/17/320/3170562/gubernur_bank_indonesia-GQoi_large.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2025 sebesar 7,56 persen year-on-year (yoy). Angka tumbuh tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 7,03 persen yoy.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pertumbuhan kredit perbankan perlu terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kredit perbankan pada Agustus 2025 belum kuat meskipun meningkat dari Juli 2025 sebesar 7,03% menjadi 7,56% pada Agustus 2025,&amp;quot; kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/9).&#13;
&#13;
Perry menyebut masih terdapat sikap &amp;#39;wait and see&amp;#39; dari kalangan pelaku usaha dari sisi permintaan kredit.&#13;
&#13;
Sementara suku bunga kredit yang tinggi dinilai membuat banyak perusahaan lebih memilih memanfaatkan dana internal untuk membiayai usahanya.&#13;
&#13;
Kondisi ini, ujar Perry, mengakibatkan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih cukup besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk mendorong penyaluran kredit pembiayaan perbankan,&amp;quot; jelas Perry.&#13;
&#13;
Pada Agustus 2025, nilai undisbursed loan tercatat mencapai Rp2.372,11 triliun atau 22,71 persen dari total plafon kredit yang tersedia.&#13;
&#13;
Bank Indonesia merinci rasio undisbursed loan terbesar terdapat pada sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha, dan perdagangan. Jenis kredit yang paling dominan berasal dari kredit modal kerja.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2025 sebesar 7,56 persen year-on-year (yoy). Angka tumbuh tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 7,03 persen yoy.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pertumbuhan kredit perbankan perlu terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kredit perbankan pada Agustus 2025 belum kuat meskipun meningkat dari Juli 2025 sebesar 7,03% menjadi 7,56% pada Agustus 2025,&amp;quot; kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/9).&#13;
&#13;
Perry menyebut masih terdapat sikap &amp;#39;wait and see&amp;#39; dari kalangan pelaku usaha dari sisi permintaan kredit.&#13;
&#13;
Sementara suku bunga kredit yang tinggi dinilai membuat banyak perusahaan lebih memilih memanfaatkan dana internal untuk membiayai usahanya.&#13;
&#13;
Kondisi ini, ujar Perry, mengakibatkan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih cukup besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk mendorong penyaluran kredit pembiayaan perbankan,&amp;quot; jelas Perry.&#13;
&#13;
Pada Agustus 2025, nilai undisbursed loan tercatat mencapai Rp2.372,11 triliun atau 22,71 persen dari total plafon kredit yang tersedia.&#13;
&#13;
Bank Indonesia merinci rasio undisbursed loan terbesar terdapat pada sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha, dan perdagangan. Jenis kredit yang paling dominan berasal dari kredit modal kerja.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
