<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KUR Rumah Subsidi Dimulai Oktober 2025, Anggarkan Rp130 Triliun</title><description>Pemerintah siapkan Rp130 Triliun untuk KUR perumahan subsidi mulai Oktober 2025. Program ini diharapkan mengurangi backlog perumahan 15 juta unit. Suku bunga subsidi 5,5-6%. Dana SAL Rp25T dialokasikan ke BTN untuk perumahan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/470/3170474/kur-rumah-subsidi-dimulai-oktober-2025-anggarkan-rp130-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/470/3170474/kur-rumah-subsidi-dimulai-oktober-2025-anggarkan-rp130-triliun"/><item><title>KUR Rumah Subsidi Dimulai Oktober 2025, Anggarkan Rp130 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/470/3170474/kur-rumah-subsidi-dimulai-oktober-2025-anggarkan-rp130-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/17/470/3170474/kur-rumah-subsidi-dimulai-oktober-2025-anggarkan-rp130-triliun</guid><pubDate>Rabu 17 September 2025 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/17/470/3170474/rumah_subsidi-vtS0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KUR Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/17/470/3170474/rumah_subsidi-vtS0_large.jpg</image><title>KUR Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan pemerintah bersama bank-bank Himbara menyiapkan anggaran Rp130 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan subsidi yang akan dimulai pada Oktober 2025.&#13;
&#13;
Rosan menjelaskan, program ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi backlog perumahan nasional yang saat ini mencapai sekitar 15 juta unit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari Danantara melalui Bank Himbara kita memang mendukung penuh program dari perumahan rakyat yang bersubsidi ini karena memang ini adalah hal yang harus kita lakukan sebagai negara sejak dulu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (16/9).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, skema pembiayaan KUR perumahan akan diberikan dengan subsidi bunga sekitar 5,5 sampai 6 persen.&#13;
&#13;
Rosan mengharapkan dukungan pemerintah ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah dengan cicilan lebih terjangkau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ini penerapan yang baik, lancar semuanya, jadi tahun depan kita bisa lihat lagi untuk memperbesar alokasi KUR untuk perumahan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),&amp;rdquo; kata Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rosan juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun kepada bank-bank Himbara pada pekan lalu.&#13;
&#13;
Dari total tersebut, Rp25 triliun dialokasikan khusus ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk memperkuat pembiayaan sektor perumahan.&#13;
&#13;
Ia menuturkan bahwa alokasi dana tidak hanya terbatas pada BTN, melainkan dapat digunakan juga oleh bank-bank Himbara lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang BTN kan Rp25 triliun, tapi di bank-bank lain pun itu tetap kita terbuka, yang penting itu dana yang masuk itu dipergunakan untuk pendanaan atau loan-loan baru yang produktif,&amp;rdquo; jelas Rosan.&#13;
&#13;
Menurutnya, sektor perumahan memenuhi kriteria pembiayaan produktif karena memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Khusus sektor perumahan, ini juga mengkualifikasi untuk mendapatkan pendanaan, tidak hanya dari BTN, tapi juga dari bank-bank Himbara lainnya,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Menteri Perumahan, Kawasan, dan Permukiman (PKP), Ara, menambahkan kebijakan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah diperkuat melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesudah BPHTB-nya itu digratiskan, buat MBR ya, PBG-nya, untuk bunga rumah subsidi tetap 5 persen, jadi itu suatu kebijakan yang sangat luar biasa,&amp;rdquo; ungkap Ara.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan pemerintah bersama bank-bank Himbara menyiapkan anggaran Rp130 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan subsidi yang akan dimulai pada Oktober 2025.&#13;
&#13;
Rosan menjelaskan, program ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi backlog perumahan nasional yang saat ini mencapai sekitar 15 juta unit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari Danantara melalui Bank Himbara kita memang mendukung penuh program dari perumahan rakyat yang bersubsidi ini karena memang ini adalah hal yang harus kita lakukan sebagai negara sejak dulu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (16/9).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, skema pembiayaan KUR perumahan akan diberikan dengan subsidi bunga sekitar 5,5 sampai 6 persen.&#13;
&#13;
Rosan mengharapkan dukungan pemerintah ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah dengan cicilan lebih terjangkau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ini penerapan yang baik, lancar semuanya, jadi tahun depan kita bisa lihat lagi untuk memperbesar alokasi KUR untuk perumahan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),&amp;rdquo; kata Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rosan juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun kepada bank-bank Himbara pada pekan lalu.&#13;
&#13;
Dari total tersebut, Rp25 triliun dialokasikan khusus ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk memperkuat pembiayaan sektor perumahan.&#13;
&#13;
Ia menuturkan bahwa alokasi dana tidak hanya terbatas pada BTN, melainkan dapat digunakan juga oleh bank-bank Himbara lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang BTN kan Rp25 triliun, tapi di bank-bank lain pun itu tetap kita terbuka, yang penting itu dana yang masuk itu dipergunakan untuk pendanaan atau loan-loan baru yang produktif,&amp;rdquo; jelas Rosan.&#13;
&#13;
Menurutnya, sektor perumahan memenuhi kriteria pembiayaan produktif karena memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Khusus sektor perumahan, ini juga mengkualifikasi untuk mendapatkan pendanaan, tidak hanya dari BTN, tapi juga dari bank-bank Himbara lainnya,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Menteri Perumahan, Kawasan, dan Permukiman (PKP), Ara, menambahkan kebijakan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah diperkuat melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesudah BPHTB-nya itu digratiskan, buat MBR ya, PBG-nya, untuk bunga rumah subsidi tetap 5 persen, jadi itu suatu kebijakan yang sangat luar biasa,&amp;rdquo; ungkap Ara.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
