<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target Prabowo Defisit APBN Nol Persen, Purbaya: Kita Lihat Keadaan</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah 3 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/23/320/3171873/target-prabowo-defisit-apbn-nol-persen-purbaya-kita-lihat-keadaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/23/320/3171873/target-prabowo-defisit-apbn-nol-persen-purbaya-kita-lihat-keadaan"/><item><title>Target Prabowo Defisit APBN Nol Persen, Purbaya: Kita Lihat Keadaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/23/320/3171873/target-prabowo-defisit-apbn-nol-persen-purbaya-kita-lihat-keadaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/23/320/3171873/target-prabowo-defisit-apbn-nol-persen-purbaya-kita-lihat-keadaan</guid><pubDate>Selasa 23 September 2025 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/23/320/3171873/purbaya-P1pl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target Prabowo Defisit APBN Nol Persen, Purbaya: Kita Lihat Keadaan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/23/320/3171873/purbaya-P1pl_large.jpg</image><title>Target Prabowo Defisit APBN Nol Persen, Purbaya: Kita Lihat Keadaan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah 3 persen, meski target jangka panjang Presiden Prabowo Subianto adalah mencapai defisit 0 persen.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengelolaan defisit harus dilakukan secara countercyclical, menyesuaikan kondisi perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetap masih di bawah 3 persen. Kita jaga di bawah 3 persen. Jadi masih amat prudent,&amp;quot; kata Purbaya dalam konferensi pers usai Rapat Paripurna DPR tentang pengesahan RAPBN 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/9/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya mengingatkan, batas defisit 3 persen dan rasio utang 60 persen terhadap PDB yang selama ini dipakai Indonesia merupakan standar ketat dunia berdasarkan Maastricht Treaty.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau Anda bandingkan dengan Eropa gimana? Amerika 120 persen lebih. Jepang 250 persen. Kita amat prudent. Jadi kalau nanti ada rating agency yang mau tanyakan itu, suruh bandingkan negara-negara lain, yang maju, yang jadi acuan dia. Habis itu suruh bawa cermin,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Terkait target Presiden agar defisit menuju 0 persen, Purbaya menyebut pemerintah akan bergerak secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita lihat keadaan. Kalau mungkin, ya mungkin. Saya sedang mencoba mengefisienkan, mengefektifkan pajak dan lain-lain dalam satu tahun ke depan. Jadi, rencana itu rencana lah. Kalau enggak bisa dijalankan satu tahun, enggak apa-apa. Kita geser pelan-pelan. Tapi kita jelas, arah kita menuju ke sana. Tapi kalau meleset dikit, saya pikir ya enggak apa-apa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berikut Rincian Postur Anggaran dan Asumsi Makro di APBN 2026&#13;
&#13;
Pendapatan Negara disepakati sebesar Rp3.153,58 triliun, yang terdiri dari:&#13;
- Penerimaan perpajakan: Rp2.693,71 triliun&#13;
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp459,2 triliun&#13;
- Hibah: Rp0,66 triliun&#13;
&#13;
Sementara itu, Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp3.842,72 triliun, yang dialokasikan untuk:&#13;
- Belanja pemerintah pusat: Rp3.149,73 triliun (terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.510,55 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp1.639,19 triliun)&#13;
- Transfer ke Daerah (TKD): Rp692,99 triliun&#13;
-&amp;nbsp;Keseimbangan primer: Rp89,71 triliun&#13;
- Defisit: Rp698,15 triliun atau 2,68 persen&#13;
- Pembiayaan: Rp689,15 triliun&#13;
&#13;
Beberapa asumsi makro yang disepakati dalam APBN 2026 antara lain:&#13;
- Pertumbuhan ekonomi: 5,4 persen&#13;
- Laju inflasi: 2,5 persen&#13;
- Nilai tukar rupiah: Rp16.500 per dolar AS&#13;
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70 per barel&#13;
&#13;
Selain itu, indeks kesejahteraan juga menjadi perhatian, dengan target:&#13;
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,44-4,96 persen&#13;
- Tingkat kemiskinan: 6,5-7,5 persen&#13;
- Tingkat kemiskinan ekstrem: 0-0,5 persen&#13;
- Indeks Gini Ratio: 0,377-0,380&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah 3 persen, meski target jangka panjang Presiden Prabowo Subianto adalah mencapai defisit 0 persen.&#13;
&#13;
Menurutnya, pengelolaan defisit harus dilakukan secara countercyclical, menyesuaikan kondisi perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetap masih di bawah 3 persen. Kita jaga di bawah 3 persen. Jadi masih amat prudent,&amp;quot; kata Purbaya dalam konferensi pers usai Rapat Paripurna DPR tentang pengesahan RAPBN 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/9/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya mengingatkan, batas defisit 3 persen dan rasio utang 60 persen terhadap PDB yang selama ini dipakai Indonesia merupakan standar ketat dunia berdasarkan Maastricht Treaty.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau Anda bandingkan dengan Eropa gimana? Amerika 120 persen lebih. Jepang 250 persen. Kita amat prudent. Jadi kalau nanti ada rating agency yang mau tanyakan itu, suruh bandingkan negara-negara lain, yang maju, yang jadi acuan dia. Habis itu suruh bawa cermin,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Terkait target Presiden agar defisit menuju 0 persen, Purbaya menyebut pemerintah akan bergerak secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita lihat keadaan. Kalau mungkin, ya mungkin. Saya sedang mencoba mengefisienkan, mengefektifkan pajak dan lain-lain dalam satu tahun ke depan. Jadi, rencana itu rencana lah. Kalau enggak bisa dijalankan satu tahun, enggak apa-apa. Kita geser pelan-pelan. Tapi kita jelas, arah kita menuju ke sana. Tapi kalau meleset dikit, saya pikir ya enggak apa-apa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berikut Rincian Postur Anggaran dan Asumsi Makro di APBN 2026&#13;
&#13;
Pendapatan Negara disepakati sebesar Rp3.153,58 triliun, yang terdiri dari:&#13;
- Penerimaan perpajakan: Rp2.693,71 triliun&#13;
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp459,2 triliun&#13;
- Hibah: Rp0,66 triliun&#13;
&#13;
Sementara itu, Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp3.842,72 triliun, yang dialokasikan untuk:&#13;
- Belanja pemerintah pusat: Rp3.149,73 triliun (terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.510,55 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp1.639,19 triliun)&#13;
- Transfer ke Daerah (TKD): Rp692,99 triliun&#13;
-&amp;nbsp;Keseimbangan primer: Rp89,71 triliun&#13;
- Defisit: Rp698,15 triliun atau 2,68 persen&#13;
- Pembiayaan: Rp689,15 triliun&#13;
&#13;
Beberapa asumsi makro yang disepakati dalam APBN 2026 antara lain:&#13;
- Pertumbuhan ekonomi: 5,4 persen&#13;
- Laju inflasi: 2,5 persen&#13;
- Nilai tukar rupiah: Rp16.500 per dolar AS&#13;
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70 per barel&#13;
&#13;
Selain itu, indeks kesejahteraan juga menjadi perhatian, dengan target:&#13;
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,44-4,96 persen&#13;
- Tingkat kemiskinan: 6,5-7,5 persen&#13;
- Tingkat kemiskinan ekstrem: 0-0,5 persen&#13;
- Indeks Gini Ratio: 0,377-0,380&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
