<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Tani Nasional, Petani Ngeluh&amp;nbsp;ke Mentan Harga Pupuk Subsidi Mahal</title><description>Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman membuka ruang dialog untuk menjawab aspirasi petani di Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). Dialog dilangsungkan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/24/320/3172158/hari-tani-nasional-petani-ngeluh-nbsp-ke-mentan-harga-pupuk-subsidi-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/24/320/3172158/hari-tani-nasional-petani-ngeluh-nbsp-ke-mentan-harga-pupuk-subsidi-mahal"/><item><title>Hari Tani Nasional, Petani Ngeluh&amp;nbsp;ke Mentan Harga Pupuk Subsidi Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/24/320/3172158/hari-tani-nasional-petani-ngeluh-nbsp-ke-mentan-harga-pupuk-subsidi-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/24/320/3172158/hari-tani-nasional-petani-ngeluh-nbsp-ke-mentan-harga-pupuk-subsidi-mahal</guid><pubDate>Rabu 24 September 2025 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/24/320/3172158/petani_ngeluh_harga_pupuk_masih_naik-3sqd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani Ngeluh Harga Pupuk Masih Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/24/320/3172158/petani_ngeluh_harga_pupuk_masih_naik-3sqd_large.jpg</image><title>Petani Ngeluh Harga Pupuk Masih Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman membuka ruang dialog untuk menjawab aspirasi petani di Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). Dialog dilangsungkan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).&#13;
&#13;
Dalam dialog itu, Mentan Amran menanggapi langsung berbagai permasalahan yang disampaikan. Salah satunya adalah permasalahan pupuk bersubsidi yang terjadi di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.&#13;
&#13;
Para petani melaporkan harga pupuk bersubsidi yang melambung tinggi. Di mana harga jual di lapangan mencapai lebih dari Rp300.000 per kuintal, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp2.250/kg untuk urea dan Rp2.300/kg untuk phonska.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Mentan Amran langsung menelepon Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan memerintahkan Direktur Pupuk Kementan untuk menindak distributor ataupun pengecer yang melakukan penyelewengan harga pupuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang cek. Cabut izinnya mulai hari ini. Itu menyusahkan petani kita,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain permasalahan pupuk, petani Kecamatan Kroya juga menyampaikan kesulitan dalam pengairan lahan pertanian.&#13;
&#13;
Menyikapi hal ini, Mentan segera mengoordinasikan tindak lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat serta Direktorat Irigasi Pertanian Kementan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi dan perpompaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini harus segera diselesaikan. Besok tim Kementan turun dan ketemu petaninya, selesaikan irigasi dan perpompaannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mentan Amran juga memenuhi tuntutan terkait modernisasi alsintan di Indramayu. Ia segera memerintahkan pembentukan brigade pangan di Kecamatan Kroya dan menurunkan alsintan seperti hand tractor.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Mentan Amran juga akan mendorong dan mengawal kelembagaan petani serta pengelolaan tanah hutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Intinya kami adalah pelayan rakyat. Kami akan monitor semua aspirasi Bapak Ibu. Doakan, jika tidak ada cuaca ekstrem, kita bisa swasembada pangan lebih cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman membuka ruang dialog untuk menjawab aspirasi petani di Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025). Dialog dilangsungkan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).&#13;
&#13;
Dalam dialog itu, Mentan Amran menanggapi langsung berbagai permasalahan yang disampaikan. Salah satunya adalah permasalahan pupuk bersubsidi yang terjadi di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.&#13;
&#13;
Para petani melaporkan harga pupuk bersubsidi yang melambung tinggi. Di mana harga jual di lapangan mencapai lebih dari Rp300.000 per kuintal, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp2.250/kg untuk urea dan Rp2.300/kg untuk phonska.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Mentan Amran langsung menelepon Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan memerintahkan Direktur Pupuk Kementan untuk menindak distributor ataupun pengecer yang melakukan penyelewengan harga pupuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang cek. Cabut izinnya mulai hari ini. Itu menyusahkan petani kita,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain permasalahan pupuk, petani Kecamatan Kroya juga menyampaikan kesulitan dalam pengairan lahan pertanian.&#13;
&#13;
Menyikapi hal ini, Mentan segera mengoordinasikan tindak lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat serta Direktorat Irigasi Pertanian Kementan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi dan perpompaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini harus segera diselesaikan. Besok tim Kementan turun dan ketemu petaninya, selesaikan irigasi dan perpompaannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mentan Amran juga memenuhi tuntutan terkait modernisasi alsintan di Indramayu. Ia segera memerintahkan pembentukan brigade pangan di Kecamatan Kroya dan menurunkan alsintan seperti hand tractor.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Mentan Amran juga akan mendorong dan mengawal kelembagaan petani serta pengelolaan tanah hutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Intinya kami adalah pelayan rakyat. Kami akan monitor semua aspirasi Bapak Ibu. Doakan, jika tidak ada cuaca ekstrem, kita bisa swasembada pangan lebih cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
