<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tunggu Skema Investasi dari Danantara, Inalum Tunda Rencana IPO</title><description>PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengonfirmasi bahwa rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) perseroan saat ini ditunda sementara. Keputusan ini diambil karena Inalum sedang melakukan diskusi mendalam mengenai struktur investasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/29/320/3173289/tunggu-skema-investasi-dari-danantara-inalum-tunda-rencana-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/29/320/3173289/tunggu-skema-investasi-dari-danantara-inalum-tunda-rencana-ipo"/><item><title>Tunggu Skema Investasi dari Danantara, Inalum Tunda Rencana IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/29/320/3173289/tunggu-skema-investasi-dari-danantara-inalum-tunda-rencana-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/29/320/3173289/tunggu-skema-investasi-dari-danantara-inalum-tunda-rencana-ipo</guid><pubDate>Senin 29 September 2025 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/29/320/3173289/ipo_emiten_di_bei-POd4_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Emiten di BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/29/320/3173289/ipo_emiten_di_bei-POd4_large.jpeg</image><title>IPO Emiten di BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengonfirmasi bahwa rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) perseroan saat ini ditunda sementara. Keputusan ini diambil karena Inalum sedang melakukan diskusi mendalam mengenai struktur investasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).&#13;
&#13;
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menjelaskan bahwa rencana IPO tersebut semula dimasukkan dalam milestone perusahaan sebelum adanya BPI Danantara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini kita masih parkir Pak, karena kita masih diskusi strukturnya dengan Danantara, karena ada inisiasi dari Danantara untuk invest di beberapa project kita Pak saat ini,&amp;rdquo; ujar Melati dalam RDP di Komisi VI DPR, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Melati menambahkan bahwa sebelumnya, perusahaan menempatkan rencana IPO sebagai salah satu langkah strategis.&#13;
&#13;
Namun, setelah munculnya Danantara, mereka memutuskan untuk mengeluarkan IPO dari milestone guna mengeksplorasi opsi investasi dari Danantara.&#13;
&#13;
Investasi dari Danantara ini dapat berupa direct investment, pembiayaan perbankan, dan skema lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulunya kita taro IPO sebelum ada Danantara Pak, jadi kita diskusi dengan Danantara dulu, Danantara akan masuk ke dalam beberapa project ini apakah melalui direct investment, perbankan dan lain-lain,&amp;quot; jelas Melati.&#13;
&#13;
Ketika ditanya mengenai potensi keterlibatan Patriot Bond (obligasi yang ditujukan untuk membiayai proyek strategis) dalam proyek-proyek Inalum, Melati Sarnita mengonfirmasi adanya wacana tersebut. &amp;quot;Ada wacana seperti itu Pak,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Terkait kinerja operasional inti perusahaan, Inalum mencatat bahwa pertumbuhan sektor aluminium seiring dengan pertumbuhan PDB, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Perlu diketahui, pada tahun 2024, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berhasil membukukan laba bersih sebesar USD123,7 juta.&#13;
&#13;
Pendapatan perseroan tercatat mencapai USD716,9 juta atau setara dengan sekitar Rp11,68 triliun.&#13;
&#13;
Selain itu, Inalum juga mencatat EBITDA (Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) sebesar USD179,2 juta, dengan total aset perusahaan tercatat sebesar USD2,47 miliar.&#13;
&#13;
Kinerja operasional Inalum juga mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi aluminium perusahaan naik sebesar 27,61 persen menjadi total 274.230 ton.&#13;
&#13;
Sejalan dengan peningkatan produksi, volume penjualan Inalum juga tercatat tumbuh 25,55 persen, mencapai 276.381 ton.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengonfirmasi bahwa rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering / IPO) perseroan saat ini ditunda sementara. Keputusan ini diambil karena Inalum sedang melakukan diskusi mendalam mengenai struktur investasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).&#13;
&#13;
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menjelaskan bahwa rencana IPO tersebut semula dimasukkan dalam milestone perusahaan sebelum adanya BPI Danantara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini kita masih parkir Pak, karena kita masih diskusi strukturnya dengan Danantara, karena ada inisiasi dari Danantara untuk invest di beberapa project kita Pak saat ini,&amp;rdquo; ujar Melati dalam RDP di Komisi VI DPR, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Melati menambahkan bahwa sebelumnya, perusahaan menempatkan rencana IPO sebagai salah satu langkah strategis.&#13;
&#13;
Namun, setelah munculnya Danantara, mereka memutuskan untuk mengeluarkan IPO dari milestone guna mengeksplorasi opsi investasi dari Danantara.&#13;
&#13;
Investasi dari Danantara ini dapat berupa direct investment, pembiayaan perbankan, dan skema lainnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulunya kita taro IPO sebelum ada Danantara Pak, jadi kita diskusi dengan Danantara dulu, Danantara akan masuk ke dalam beberapa project ini apakah melalui direct investment, perbankan dan lain-lain,&amp;quot; jelas Melati.&#13;
&#13;
Ketika ditanya mengenai potensi keterlibatan Patriot Bond (obligasi yang ditujukan untuk membiayai proyek strategis) dalam proyek-proyek Inalum, Melati Sarnita mengonfirmasi adanya wacana tersebut. &amp;quot;Ada wacana seperti itu Pak,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Terkait kinerja operasional inti perusahaan, Inalum mencatat bahwa pertumbuhan sektor aluminium seiring dengan pertumbuhan PDB, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Perlu diketahui, pada tahun 2024, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berhasil membukukan laba bersih sebesar USD123,7 juta.&#13;
&#13;
Pendapatan perseroan tercatat mencapai USD716,9 juta atau setara dengan sekitar Rp11,68 triliun.&#13;
&#13;
Selain itu, Inalum juga mencatat EBITDA (Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) sebesar USD179,2 juta, dengan total aset perusahaan tercatat sebesar USD2,47 miliar.&#13;
&#13;
Kinerja operasional Inalum juga mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi aluminium perusahaan naik sebesar 27,61 persen menjadi total 274.230 ton.&#13;
&#13;
Sejalan dengan peningkatan produksi, volume penjualan Inalum juga tercatat tumbuh 25,55 persen, mencapai 276.381 ton.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
