<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zulhas Sebut Tak Perlu Semua Masalah Dibawa ke Prabowo</title><description>Zulkifli Hasan  menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara mandiri di tingkat kementerian dan lembaga, tanpa harus selalu melibatkan Presiden dalam setiap persoalan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/30/320/3173390/zulhas-sebut-tak-perlu-semua-masalah-dibawa-ke-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/09/30/320/3173390/zulhas-sebut-tak-perlu-semua-masalah-dibawa-ke-prabowo"/><item><title>Zulhas Sebut Tak Perlu Semua Masalah Dibawa ke Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/09/30/320/3173390/zulhas-sebut-tak-perlu-semua-masalah-dibawa-ke-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/09/30/320/3173390/zulhas-sebut-tak-perlu-semua-masalah-dibawa-ke-prabowo</guid><pubDate>Selasa 30 September 2025 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/30/320/3173390/zulhas-b69X_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zulhas Sebut Tak Perlu Semua Masalah Dibawa ke Prabowo </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/30/320/3173390/zulhas-b69X_large.jpg</image><title>Zulhas Sebut Tak Perlu Semua Masalah Dibawa ke Prabowo </title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan&amp;nbsp; menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara mandiri di tingkat kementerian dan lembaga, tanpa harus selalu melibatkan Presiden dalam setiap persoalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada masalah keuangan, selesaikan. Kalau tidak bisa, ajukan rapat di sini, kita bahas bersama,&amp;rdquo; ujar Zulhas sapaan akrabnya saat memimpin rapat koordinasi percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Dia menekankan bahwa hanya persoalan yang benar-benar tidak dapat diselesaikan di level teknis yang layak dibawa ke rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya juga enggak tega kalau semua masalah sampai ke beliau. Itu enggak boleh. Yang memang kita enggak mungkin bisa selesaikan, baru ke Presiden,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, dia menyampaikan bahwa Kopdes/Kelurahan Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan banyak pihak dan harus dikelola secara kolaboratif.&#13;
&#13;
Zulhas meminta seluruh hambatan, termasuk pembiayaan, dapat diselesaikan di tingkat kementerian dan lembaga terkait.&#13;
&#13;
Dia mengatakan 1.000 koperasi desa siap beroperasi pekan depan setelah mendapatkan pembiayaan. Program ini akan dilanjutkan dengan peluncuran operasionalisasi 20 ribu kopdes lainnya secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Peluncuran tahap awal ini menandai dimulainya fase operasional koperasi desa setelah seluruh regulasi dan pendanaan dinyatakan siap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aturan itu semua sudah selesai. Kopdes/Kelurahan Merah Putih sudah siap berjalan,&amp;rdquo; ucap Zulhas dilansir Antara.&#13;
&#13;
Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Kopdes Merah Putih per 29 September 2025, sebanyak 80 ribu koperasi desa/kelurahan telah berbadan hukum. Kelembagaan Kopdes Merah Putih sendiri telah diresmikan oleh Presiden pada 21 Juli 2025.&#13;
&#13;
Saat ini, program memasuki tahap operasional. Dari data yang sama, tercatat 1.185 koperasi telah mengajukan proposal bisnis dan tengah menunggu proses pencairan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan&amp;nbsp; menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara mandiri di tingkat kementerian dan lembaga, tanpa harus selalu melibatkan Presiden dalam setiap persoalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada masalah keuangan, selesaikan. Kalau tidak bisa, ajukan rapat di sini, kita bahas bersama,&amp;rdquo; ujar Zulhas sapaan akrabnya saat memimpin rapat koordinasi percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Dia menekankan bahwa hanya persoalan yang benar-benar tidak dapat diselesaikan di level teknis yang layak dibawa ke rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya juga enggak tega kalau semua masalah sampai ke beliau. Itu enggak boleh. Yang memang kita enggak mungkin bisa selesaikan, baru ke Presiden,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, dia menyampaikan bahwa Kopdes/Kelurahan Merah Putih merupakan program nasional yang melibatkan banyak pihak dan harus dikelola secara kolaboratif.&#13;
&#13;
Zulhas meminta seluruh hambatan, termasuk pembiayaan, dapat diselesaikan di tingkat kementerian dan lembaga terkait.&#13;
&#13;
Dia mengatakan 1.000 koperasi desa siap beroperasi pekan depan setelah mendapatkan pembiayaan. Program ini akan dilanjutkan dengan peluncuran operasionalisasi 20 ribu kopdes lainnya secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Peluncuran tahap awal ini menandai dimulainya fase operasional koperasi desa setelah seluruh regulasi dan pendanaan dinyatakan siap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aturan itu semua sudah selesai. Kopdes/Kelurahan Merah Putih sudah siap berjalan,&amp;rdquo; ucap Zulhas dilansir Antara.&#13;
&#13;
Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Kopdes Merah Putih per 29 September 2025, sebanyak 80 ribu koperasi desa/kelurahan telah berbadan hukum. Kelembagaan Kopdes Merah Putih sendiri telah diresmikan oleh Presiden pada 21 Juli 2025.&#13;
&#13;
Saat ini, program memasuki tahap operasional. Dari data yang sama, tercatat 1.185 koperasi telah mengajukan proposal bisnis dan tengah menunggu proses pencairan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
