<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Ancam Sidak Acak ke Bank Himbara: Uang Negara Tak Boleh Dipakai Beli Dolar</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) secara acak ke bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menyusul kunjungannya yang viral ke kantor pusat BNI pada Senin (29/9/2025).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/01/320/3173771/purbaya-ancam-sidak-acak-ke-bank-himbara-uang-negara-tak-boleh-dipakai-beli-dolar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/01/320/3173771/purbaya-ancam-sidak-acak-ke-bank-himbara-uang-negara-tak-boleh-dipakai-beli-dolar"/><item><title>Purbaya Ancam Sidak Acak ke Bank Himbara: Uang Negara Tak Boleh Dipakai Beli Dolar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/01/320/3173771/purbaya-ancam-sidak-acak-ke-bank-himbara-uang-negara-tak-boleh-dipakai-beli-dolar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/01/320/3173771/purbaya-ancam-sidak-acak-ke-bank-himbara-uang-negara-tak-boleh-dipakai-beli-dolar</guid><pubDate>Rabu 01 Oktober 2025 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/01/320/3173771/menkeu_purbaya-8c6q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/01/320/3173771/menkeu_purbaya-8c6q_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) secara acak ke bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menyusul kunjungannya yang viral ke kantor pusat BNI pada Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Tujuan utama sidak tersebut adalah memastikan bank-bank Himbara menggunakan dana negara, khususnya Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan pemerintah, untuk tujuan yang semestinya, yaitu penyaluran kredit, dan bukan untuk berspekulasi terhadap nilai tukar Rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya muter-muter saya acak biar mereka kapok. Jadi gini karena pas saya datang ke bank itu, yang pertama memastikan mereka bisa menyalurkan kredit itu dan gak ada masalah,&amp;quot; tegas Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (1/10/2025).&#13;
&#13;
Menkeu secara spesifik mewanti-wanti Himbara agar tidak menggunakan uang negara untuk aktivitas valuta asing yang berpotensi merusak pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pengen tahu juga proyeksi kredit mereka seperti apa ke depan. Yang kedua saya pastikan uang itu tidak dipakai membeli dolar,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, pemerintah menempatkan SAL di sejumlah bank Himbara, dengan BNI mendapat jatah Rp55 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya khawatir jika uang negara ini dibelikan dolar AS, hal itu justru akan melemahkan nilai tukar Rupiah.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Kemenkeu akan secara rutin memeriksa rekening dan neraca valuta asing bank-bank tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya akan cek bank yang lain juga seperti itu. Saya minta buka rekeningnya. Mana-mana uang kamu yang stok... Kira-kira dolar kamu berapa lah sekarang, sekian minggu yang lalu berapa sebulan yang lalu,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya mengungkapkan, ia sudah mengecek kondisi di BNI, dan bersyukur bank tersebut tidak menaikkan posisi dolarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya cek naik apa enggak. Untung BNI gak naik. Kalau naik nanti susah dia,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) secara acak ke bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menyusul kunjungannya yang viral ke kantor pusat BNI pada Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
Tujuan utama sidak tersebut adalah memastikan bank-bank Himbara menggunakan dana negara, khususnya Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan pemerintah, untuk tujuan yang semestinya, yaitu penyaluran kredit, dan bukan untuk berspekulasi terhadap nilai tukar Rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya muter-muter saya acak biar mereka kapok. Jadi gini karena pas saya datang ke bank itu, yang pertama memastikan mereka bisa menyalurkan kredit itu dan gak ada masalah,&amp;quot; tegas Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (1/10/2025).&#13;
&#13;
Menkeu secara spesifik mewanti-wanti Himbara agar tidak menggunakan uang negara untuk aktivitas valuta asing yang berpotensi merusak pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pengen tahu juga proyeksi kredit mereka seperti apa ke depan. Yang kedua saya pastikan uang itu tidak dipakai membeli dolar,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, pemerintah menempatkan SAL di sejumlah bank Himbara, dengan BNI mendapat jatah Rp55 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya khawatir jika uang negara ini dibelikan dolar AS, hal itu justru akan melemahkan nilai tukar Rupiah.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Kemenkeu akan secara rutin memeriksa rekening dan neraca valuta asing bank-bank tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya akan cek bank yang lain juga seperti itu. Saya minta buka rekeningnya. Mana-mana uang kamu yang stok... Kira-kira dolar kamu berapa lah sekarang, sekian minggu yang lalu berapa sebulan yang lalu,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya mengungkapkan, ia sudah mengecek kondisi di BNI, dan bersyukur bank tersebut tidak menaikkan posisi dolarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya cek naik apa enggak. Untung BNI gak naik. Kalau naik nanti susah dia,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
