<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Bulan Program MBG, Kepala BGN: Serapan Anggaran Tembus Rp21,64 Triliun</title><description>Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan serapan anggaran program Makan Bergizi (MBG) telah mencapai Rp21,64 triliun hingga September 2025. Nilai tersebut setara 34 persen dari total anggaran yang dialokasikan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/03/320/3174314/9-bulan-program-mbg-kepala-bgn-serapan-anggaran-tembus-rp21-64-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/03/320/3174314/9-bulan-program-mbg-kepala-bgn-serapan-anggaran-tembus-rp21-64-triliun"/><item><title>9 Bulan Program MBG, Kepala BGN: Serapan Anggaran Tembus Rp21,64 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/03/320/3174314/9-bulan-program-mbg-kepala-bgn-serapan-anggaran-tembus-rp21-64-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/03/320/3174314/9-bulan-program-mbg-kepala-bgn-serapan-anggaran-tembus-rp21-64-triliun</guid><pubDate>Jum'at 03 Oktober 2025 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/03/320/3174314/anggaran_program_mbg-KJhb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran Program MBG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/03/320/3174314/anggaran_program_mbg-KJhb_large.jpg</image><title>Anggaran Program MBG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan serapan anggaran program Makan Bergizi (MBG) telah mencapai Rp21,64 triliun hingga September 2025. Nilai tersebut setara 34 persen dari total anggaran yang dialokasikan.&#13;
&#13;
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, khusus untuk bantuan makan bergizi, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp18,63 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk bantuan pemerintah makan bergizinya kurang lebih Rp18,63 triliun. Itu sudah mencapai 37 persen,&amp;rdquo; ujar Dadan saat ditemui di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).&#13;
&#13;
Dia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan progres penyaluran program yang berjalan sesuai rencana.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut catatan BGN, dalam 9 bulan berjalan, tercatat sebanyak 37 persen telah menjadi penerima manfaat, dari total target.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi sudah 37 persen penerima manfaat menerima manfaat dalam waktu 9 bulan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti pentingnya serapan anggaran yang optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, dengan realisasi yang membaik, risiko adanya dana yang tidak digunakan dapat dihindari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami lihat dana semua akan terserap dengan baik dan itu akan jadi penyebaran, dan itu saya kira akan menggerakkan ekonomi di bawah,&amp;rdquo; kata Luhut.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyampaikan program MBG telah membuka peluang kerja di berbagai daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya tidak keliru, tadi penyerapan lapangan kerja sudah 380 ribu. Itu saya kira membantu sekali dalam keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu sekarang ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan serapan anggaran program Makan Bergizi (MBG) telah mencapai Rp21,64 triliun hingga September 2025. Nilai tersebut setara 34 persen dari total anggaran yang dialokasikan.&#13;
&#13;
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, khusus untuk bantuan makan bergizi, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp18,63 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk bantuan pemerintah makan bergizinya kurang lebih Rp18,63 triliun. Itu sudah mencapai 37 persen,&amp;rdquo; ujar Dadan saat ditemui di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).&#13;
&#13;
Dia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan progres penyaluran program yang berjalan sesuai rencana.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut catatan BGN, dalam 9 bulan berjalan, tercatat sebanyak 37 persen telah menjadi penerima manfaat, dari total target.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi sudah 37 persen penerima manfaat menerima manfaat dalam waktu 9 bulan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti pentingnya serapan anggaran yang optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, dengan realisasi yang membaik, risiko adanya dana yang tidak digunakan dapat dihindari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami lihat dana semua akan terserap dengan baik dan itu akan jadi penyebaran, dan itu saya kira akan menggerakkan ekonomi di bawah,&amp;rdquo; kata Luhut.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyampaikan program MBG telah membuka peluang kerja di berbagai daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya tidak keliru, tadi penyerapan lapangan kerja sudah 380 ribu. Itu saya kira membantu sekali dalam keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu sekarang ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
