<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ISF 2025, Indonesia Dorong Aksi Nyata Transisi Hijau lewat&amp;nbsp;Investasi</title><description>Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 kembali hadir pada 10??&quot;11 Oktober 2025 di JICC dengan mengusung tiga misi besar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/06/11/3174884/isf-2025-indonesia-dorong-aksi-nyata-transisi-hijau-lewat-nbsp-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/06/11/3174884/isf-2025-indonesia-dorong-aksi-nyata-transisi-hijau-lewat-nbsp-investasi"/><item><title>ISF 2025, Indonesia Dorong Aksi Nyata Transisi Hijau lewat&amp;nbsp;Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/06/11/3174884/isf-2025-indonesia-dorong-aksi-nyata-transisi-hijau-lewat-nbsp-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/06/11/3174884/isf-2025-indonesia-dorong-aksi-nyata-transisi-hijau-lewat-nbsp-investasi</guid><pubDate>Senin 06 Oktober 2025 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/06/11/3174884/kadin_isf_2025-JM3Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 kembali&amp;nbsp;hadir pada 10&amp;ndash;11 Oktober 2025 di JICC. (Foto: dok ISF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/06/11/3174884/kadin_isf_2025-JM3Z_large.jpg</image><title>Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 kembali&amp;nbsp;hadir pada 10&amp;ndash;11 Oktober 2025 di JICC. (Foto: dok ISF)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi nyata dalam menghadapi krisis iklim dan tantangan&amp;nbsp;pembangunan berkelanjutan, Indonesia memperkuat perannya sebagai katalisator regional melalui&amp;nbsp;penyelenggaraan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.&#13;
&#13;
Forum prestisius ini kembali&amp;nbsp;hadir pada 10&amp;ndash;11 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan mengusung misi&amp;nbsp;besar: memperkuat sinergi antara investasi hijau, inovasi teknologi ramah lingkungan, dan&amp;nbsp;kepemimpinan inklusif lintas sektor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berbeda dari forum konferensi pada umumnya, ISF dirancang sebagai platform aksi nyata yang&amp;nbsp; mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, baik dari dalam negeri&amp;nbsp;maupun mancanegara.&#13;
&#13;
Dengan tema &amp;ldquo;Investing for a Resilient, Sustainable and Prosperous World&amp;rdquo;, ISF 2025 menjadi panggung global bagi Indonesia untuk menunjukkan arah dan&amp;nbsp;komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan resilien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama tiga tahun penyelenggaraan, ISF konsisten mendorong kerja sama konkret melalui pendekatan&amp;nbsp; yang praktis. Salah satu bentuk nyata kontribusinya adalah fasilitasi penandatanganan nota&amp;nbsp;kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia, pelaku usaha nasional, dan mitra internasional&amp;nbsp; strategis. Tahun ini, sejumlah MoU baru akan kembali diumumkan, mencerminkan komitmen&amp;nbsp;berkelanjutan terhadap penguatan ekosistem investasi hijau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum ini juga akan menampilkan proyek-proyek unggulan dalam skema Investment Project Ready to&amp;nbsp;Offer (IPRO), yang tidak hanya menarik perhatian investor internasional, tetapi juga memastikan&amp;nbsp;bahwa setiap investasi yang masuk selaras dengan prinsip ESG dan tujuan pembangunan&amp;nbsp;berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah pemimpin nasional dipastikan hadir, di antaranya Presiden Republik Indonesia Prabowo&amp;nbsp; Subianto, Menteri Promosi Investasi RI Rosan Roeslani, Menko&amp;nbsp;Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Retno Marsudi dan Armida Salsiah Alisjahbana yang masing-masing mewakili posisi penting di PBB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya dari dalam negeri, ISF 2025 juga mempertemukan para pemimpin internasional dari sektor&amp;nbsp; keuangan, teknologi, energi, dan lingkungan.&amp;nbsp;Kehadiran para tokoh global ini menunjukkan besarnya perhatian internasional&amp;nbsp; terhadap potensi dan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa di antaranya adalah Peter Bakker, Presiden dan&amp;nbsp; CEO World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Amy Merrill dari The Integrity&amp;nbsp;Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM), Helge Muenkel, Chief Sustainability Officer DBS,&amp;nbsp;serta perwakilan dari Google, HSBC, Temasek Foundation, Ocean Cleanup, Masdar, dan Mitsubishi&amp;nbsp;Heavy Industries.&#13;
&#13;
Mereka akan berbagi pandangan strategis mengenai transisi energi bersih, hilirisasi mineral kritis,&amp;nbsp; pembiayaan berkelanjutan, hingga peluang kolaborasi Selatan-Selatan (Global South Collaboration)&amp;nbsp; dalam mendorong adopsi teknologi bersih di negara berkembang. Perspektif mereka memperkuat&amp;nbsp;posisi ISF sebagai forum kolaboratif dengan jangkauan global, namun tetap berakar pada konteks&amp;nbsp;nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama dua hari penyelenggaraan, ISF akan membahas berbagai isu mendesak yang tengah menjadi&amp;nbsp; fokus dunia, mulai dari&amp;nbsp;ketahanan pangan dan air, transportasi hijau, penguatan SDM di era AI, digitalisasi,&amp;nbsp; hingga regulasi ESG. Seluruh sesi akan dikemas dalam format interaktif seperti diskusi pleno, dialog&amp;nbsp; tematik, roundtable strategis, hingga matchmaking investasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pusat gravitasi investasi hijau di Asia. Dengan potensi energi&amp;nbsp; terbarukan mencapai lebih dari 3.700 GW, kebijakan ambisius dalam RUPTL 2025&amp;ndash;2034, serta&amp;nbsp;komitmen internasional melalui Just Energy Transition Partnership (JETP), Indonesia dinilai siap&amp;nbsp;memainkan peran kunci dalam transisi energi global.&#13;
&#13;
Proyek-proyek inovatif seperti PLTS terapung&amp;nbsp;Cirata dan inisiatif hidrogen hijau menjadi bukti kesiapan infrastruktur dan ekosistem investasi dalam&amp;nbsp; negeri. Didukung pula oleh regulasi yang semakin progresif, ISF menjadi magnet kuat bagi investor&amp;nbsp;global yang mencari peluang berdampak dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
ISF 2025 membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya serius dalam mempercepat transformasi menuju&amp;nbsp; ekonomi hijau dan biru, tetapi juga siap memimpin arus kolaborasi global.&#13;
&#13;
Di tengah dinamika&amp;nbsp;geopolitik dan ketidakpastian iklim, forum ini menjadi ruang temu yang menyatukan para pemimpin&amp;nbsp;perubahan yang percaya bahwa masa depan harus dibangun bersama melalui investasi yang&amp;nbsp;berdampak, inovasi yang relevan, dan kemitraan yang setara.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi nyata dalam menghadapi krisis iklim dan tantangan&amp;nbsp;pembangunan berkelanjutan, Indonesia memperkuat perannya sebagai katalisator regional melalui&amp;nbsp;penyelenggaraan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.&#13;
&#13;
Forum prestisius ini kembali&amp;nbsp;hadir pada 10&amp;ndash;11 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan mengusung misi&amp;nbsp;besar: memperkuat sinergi antara investasi hijau, inovasi teknologi ramah lingkungan, dan&amp;nbsp;kepemimpinan inklusif lintas sektor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berbeda dari forum konferensi pada umumnya, ISF dirancang sebagai platform aksi nyata yang&amp;nbsp; mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, baik dari dalam negeri&amp;nbsp;maupun mancanegara.&#13;
&#13;
Dengan tema &amp;ldquo;Investing for a Resilient, Sustainable and Prosperous World&amp;rdquo;, ISF 2025 menjadi panggung global bagi Indonesia untuk menunjukkan arah dan&amp;nbsp;komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan resilien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama tiga tahun penyelenggaraan, ISF konsisten mendorong kerja sama konkret melalui pendekatan&amp;nbsp; yang praktis. Salah satu bentuk nyata kontribusinya adalah fasilitasi penandatanganan nota&amp;nbsp;kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia, pelaku usaha nasional, dan mitra internasional&amp;nbsp; strategis. Tahun ini, sejumlah MoU baru akan kembali diumumkan, mencerminkan komitmen&amp;nbsp;berkelanjutan terhadap penguatan ekosistem investasi hijau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum ini juga akan menampilkan proyek-proyek unggulan dalam skema Investment Project Ready to&amp;nbsp;Offer (IPRO), yang tidak hanya menarik perhatian investor internasional, tetapi juga memastikan&amp;nbsp;bahwa setiap investasi yang masuk selaras dengan prinsip ESG dan tujuan pembangunan&amp;nbsp;berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah pemimpin nasional dipastikan hadir, di antaranya Presiden Republik Indonesia Prabowo&amp;nbsp; Subianto, Menteri Promosi Investasi RI Rosan Roeslani, Menko&amp;nbsp;Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Retno Marsudi dan Armida Salsiah Alisjahbana yang masing-masing mewakili posisi penting di PBB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya dari dalam negeri, ISF 2025 juga mempertemukan para pemimpin internasional dari sektor&amp;nbsp; keuangan, teknologi, energi, dan lingkungan.&amp;nbsp;Kehadiran para tokoh global ini menunjukkan besarnya perhatian internasional&amp;nbsp; terhadap potensi dan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa di antaranya adalah Peter Bakker, Presiden dan&amp;nbsp; CEO World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Amy Merrill dari The Integrity&amp;nbsp;Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM), Helge Muenkel, Chief Sustainability Officer DBS,&amp;nbsp;serta perwakilan dari Google, HSBC, Temasek Foundation, Ocean Cleanup, Masdar, dan Mitsubishi&amp;nbsp;Heavy Industries.&#13;
&#13;
Mereka akan berbagi pandangan strategis mengenai transisi energi bersih, hilirisasi mineral kritis,&amp;nbsp; pembiayaan berkelanjutan, hingga peluang kolaborasi Selatan-Selatan (Global South Collaboration)&amp;nbsp; dalam mendorong adopsi teknologi bersih di negara berkembang. Perspektif mereka memperkuat&amp;nbsp;posisi ISF sebagai forum kolaboratif dengan jangkauan global, namun tetap berakar pada konteks&amp;nbsp;nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama dua hari penyelenggaraan, ISF akan membahas berbagai isu mendesak yang tengah menjadi&amp;nbsp; fokus dunia, mulai dari&amp;nbsp;ketahanan pangan dan air, transportasi hijau, penguatan SDM di era AI, digitalisasi,&amp;nbsp; hingga regulasi ESG. Seluruh sesi akan dikemas dalam format interaktif seperti diskusi pleno, dialog&amp;nbsp; tematik, roundtable strategis, hingga matchmaking investasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pusat gravitasi investasi hijau di Asia. Dengan potensi energi&amp;nbsp; terbarukan mencapai lebih dari 3.700 GW, kebijakan ambisius dalam RUPTL 2025&amp;ndash;2034, serta&amp;nbsp;komitmen internasional melalui Just Energy Transition Partnership (JETP), Indonesia dinilai siap&amp;nbsp;memainkan peran kunci dalam transisi energi global.&#13;
&#13;
Proyek-proyek inovatif seperti PLTS terapung&amp;nbsp;Cirata dan inisiatif hidrogen hijau menjadi bukti kesiapan infrastruktur dan ekosistem investasi dalam&amp;nbsp; negeri. Didukung pula oleh regulasi yang semakin progresif, ISF menjadi magnet kuat bagi investor&amp;nbsp;global yang mencari peluang berdampak dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
ISF 2025 membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya serius dalam mempercepat transformasi menuju&amp;nbsp; ekonomi hijau dan biru, tetapi juga siap memimpin arus kolaborasi global.&#13;
&#13;
Di tengah dinamika&amp;nbsp;geopolitik dan ketidakpastian iklim, forum ini menjadi ruang temu yang menyatukan para pemimpin&amp;nbsp;perubahan yang percaya bahwa masa depan harus dibangun bersama melalui investasi yang&amp;nbsp;berdampak, inovasi yang relevan, dan kemitraan yang setara.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
