<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Keanggotaan RI di OECD, Ini Penjelasan CEO Danantara</title><description>Menteri Investasi Rosan Roeslani optimis Indonesia akan menjadi anggota OECD dalam 2-3 tahun. Hal ini sejalan dengan keterbukaan RI terhadap kerja sama ekonomi global di tengah dinamika geopolitik. Keterlibatan dalam RCEP, IPEF, dan BRICS menunjukkan komitmen penguatan ekonomi nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/08/320/3175314/soal-keanggotaan-ri-di-oecd-ini-penjelasan-ceo-danantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/08/320/3175314/soal-keanggotaan-ri-di-oecd-ini-penjelasan-ceo-danantara"/><item><title>Soal Keanggotaan RI di OECD, Ini Penjelasan CEO Danantara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/08/320/3175314/soal-keanggotaan-ri-di-oecd-ini-penjelasan-ceo-danantara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/08/320/3175314/soal-keanggotaan-ri-di-oecd-ini-penjelasan-ceo-danantara</guid><pubDate>Rabu 08 Oktober 2025 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/08/320/3175314/ceo_danantara_rosan-qEY0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Danantara Rosan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/08/320/3175314/ceo_danantara_rosan-qEY0_large.jpg</image><title>CEO Danantara Rosan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani memberi sinyal bahwa Indonesia berpotensi menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah terus memperluas keterlibatan Indonesia dalam kerja sama ekonomi global di tengah dinamika geopolitik dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena begitu tingginya dinamika geopolitik, geoekonomi di dunia ini yang harus kita antisipasi dengan cepat. Hopefully kita juga dalam waktu 2&amp;ndash;3 tahun ini akan bergabung OECD,&amp;quot; ujar Rosan dalam sebuah agenda di Jakarta International Convention Center, Rabu (8/10/2025).&#13;
&#13;
Langkah menuju keanggotaan OECD sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus membuka diri terhadap berbagai inisiatif ekonomi internasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam sejumlah kerja sama global menunjukkan komitmen terhadap penguatan posisi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Rosan memberi contoh sejumlah kemitraan dagang yang terus terjalin, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), hingga BRICS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita benar-benar sangat membuka diri, dan kita lihat juga asas manfaatnya untuk ekonomi, untuk perdagangan, untuk sosial, untuk investasi, dan tentunya untuk masyarakat Indonesia sangat-sangat tinggi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, keterbukaan tersebut dilakukan tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri Republik Indonesia (RI) yang bebas dan aktif.&#13;
&#13;
Indonesia, kata Rosan, terus menjalin kemitraan dengan berbagai blok ekonomi untuk memperkuat daya saing dan produktivitas nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sesuai dengan asas dari our foreign policy adalah independent and active,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani memberi sinyal bahwa Indonesia berpotensi menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah terus memperluas keterlibatan Indonesia dalam kerja sama ekonomi global di tengah dinamika geopolitik dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena begitu tingginya dinamika geopolitik, geoekonomi di dunia ini yang harus kita antisipasi dengan cepat. Hopefully kita juga dalam waktu 2&amp;ndash;3 tahun ini akan bergabung OECD,&amp;quot; ujar Rosan dalam sebuah agenda di Jakarta International Convention Center, Rabu (8/10/2025).&#13;
&#13;
Langkah menuju keanggotaan OECD sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus membuka diri terhadap berbagai inisiatif ekonomi internasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam sejumlah kerja sama global menunjukkan komitmen terhadap penguatan posisi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Rosan memberi contoh sejumlah kemitraan dagang yang terus terjalin, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), hingga BRICS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita benar-benar sangat membuka diri, dan kita lihat juga asas manfaatnya untuk ekonomi, untuk perdagangan, untuk sosial, untuk investasi, dan tentunya untuk masyarakat Indonesia sangat-sangat tinggi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, keterbukaan tersebut dilakukan tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri Republik Indonesia (RI) yang bebas dan aktif.&#13;
&#13;
Indonesia, kata Rosan, terus menjalin kemitraan dengan berbagai blok ekonomi untuk memperkuat daya saing dan produktivitas nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena sesuai dengan asas dari our foreign policy adalah independent and active,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
